Kotabumi, Lampung Utara, (Gnotif.com) – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Lampung Utara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh pengurus kecamatan di Kantor TP-PKK Kabupaten Lampung Utara pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergitas organisasi sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Lampung Utara.
Rakor yang berlangsung dengan penuh semangat dan kekeluargaan itu dihadiri oleh jajaran pengurus Bunda PAUD Kabupaten, para Bunda PAUD Kecamatan, Ketua Pokja Kecamatan, serta sejumlah tokoh dan pemateri yang turut memberikan penguatan terkait program kerja pendidikan anak usia dini tahun 2026.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara, drg. Meri Farida Hamartoni, menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut bukan hanya menjadi agenda rutin organisasi, melainkan juga momentum strategis untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi seluruh pengurus dalam mendukung kemajuan pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sumber daya manusia dimulai dari perhatian terhadap pendidikan anak sejak usia dini. Oleh sebab itu, peran Bunda PAUD sangat penting dalam memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang layak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
“Pemerintah mendorong implementasi wajib belajar satu tahun pra sekolah dasar untuk menyiapkan generasi berkualitas sejak usia dini. Peran bunda PAUD sangat penting dalam memastikan anak usia lima sampai enam tahun mendapatkan layanan PAUD sebelum masuk sekolah dasar,” ujar drg. Meri Farida Hamartoni.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya fokus pada kemampuan akademik semata seperti membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, pendidikan usia dini memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, mental, serta kemampuan sosial anak.
Menurutnya, kesiapan anak memasuki Sekolah Dasar harus dibangun secara menyeluruh agar anak mampu berkembang dengan baik di lingkungan pendidikan berikutnya.
“Kesiapan anak masuk Sekolah Dasar tidak hanya dapat membaca, menulis dan berhitung. Lebih dari itu, kesiapan mental, sosial emosional, kemandirian, disiplin, dan karakter harus sudah tertanam sejak dini,” jelasnya.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian serius dari seluruh peserta rakor. Pasalnya, saat ini tantangan dunia pendidikan semakin kompleks dan membutuhkan perhatian yang lebih besar terhadap tumbuh kembang anak.
Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara menilai bahwa pendidikan karakter menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang unggul dan berdaya saing di masa depan.
Karena itu, ia meminta seluruh Bunda PAUD Kecamatan agar lebih aktif menjalankan peran sosial di tengah masyarakat, terutama dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini.
Selain itu, para pengurus kecamatan juga diharapkan mampu melakukan pendataan terhadap anak-anak usia pra sekolah dasar yang belum mendapatkan layanan PAUD sehingga dapat segera dilakukan langkah-langkah penanganan secara tepat.
“Bunda PAUD Kecamatan diharapkan aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya PAUD, mendata anak usia pra sekolah dasar yang belum terlayani, serta memperkuat kolaborasi dengan desa, PKK, Puskesmas dan satuan pendidikan,” tandasnya.
Menurut drg. Meri Farida Hamartoni, kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mendukung keberhasilan program pendidikan anak usia dini. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah desa, kader PKK, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, hingga masyarakat umum untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah saat ini memiliki komitmen kuat dalam memperluas akses layanan PAUD agar seluruh anak usia dini memperoleh hak pendidikan secara merata.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di seluruh daerah.
“Pemerintah berkomitmen memperluas akses layanan PAUD agar seluruh anak usia dini mendapatkan hak pendidikan. Kualitas layanan PAUD perlu ditingkatkan melalui pendekatan holistik integratif mencakup pendidikan, kesehatan gizi, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan anak,” ujarnya.
Pendekatan holistik integratif sendiri merupakan konsep pelayanan yang memadukan berbagai aspek kebutuhan anak secara menyeluruh. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga perhatian terhadap kesehatan, gizi, perlindungan, pola asuh, dan kesejahteraan sosial.
Langkah tersebut dinilai sangat penting karena usia dini merupakan masa emas perkembangan anak atau yang dikenal dengan istilah golden age. Pada fase ini, perkembangan otak anak berlangsung sangat cepat sehingga membutuhkan stimulasi yang tepat dan lingkungan yang mendukung.
Jika pendidikan dan pengasuhan dilakukan dengan baik sejak dini, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, percaya diri, dan memiliki karakter yang kuat.
Dalam kesempatan tersebut, drg. Meri Farida Hamartoni juga mengajak seluruh pengurus untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam mendukung program kerja organisasi.
Ia meminta agar seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan dapat turut menyosialisasikan akun Pijar Bunda PAUD sebagai pusat informasi, komunikasi, dan jejaring antar pengurus Bunda PAUD.
“Untuk itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sosialisasikan juga akun Pijar Bunda PAUD sebagai pusat informasi dan jejaring antar bunda PAUD,” tutupnya.
Rakor tersebut juga menghadirkan pemateri program kerja Pokja PAUD Tahun 2026, yakni Dr. Dwi Supriyanto, M.Pd. Dalam paparannya, ia menyampaikan berbagai strategi penguatan organisasi dan peningkatan mutu layanan PAUD di Kabupaten Lampung Utara.
Menurut Dr. Dwi Supriyanto, tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut adanya inovasi dan adaptasi yang berkelanjutan. Karena itu, penguatan kapasitas pengurus dan tenaga pendidik PAUD menjadi hal yang sangat penting.
Ia menjelaskan bahwa pengurus Bunda PAUD harus mampu menjadi motor penggerak di tengah masyarakat dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Selain itu, tenaga pendidik PAUD juga perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan anak.
“Pendidikan usia dini membutuhkan sentuhan yang tepat. Anak-anak harus belajar dengan suasana yang menyenangkan agar mereka tumbuh dengan rasa percaya diri dan semangat belajar yang tinggi,” ujarnya.
Dalam paparannya, Dr. Dwi Supriyanto juga menekankan pentingnya literasi digital di lingkungan pendidikan anak usia dini. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendukung pembelajaran dan komunikasi antar pengurus.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi tetap harus diawasi agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
Rakor tersebut berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dengan para pemateri. Para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi di lapangan.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain masih adanya anak usia dini yang belum mendapatkan layanan PAUD, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kurangnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan usia dini.
Meski demikian, para pengurus Bunda PAUD tetap optimistis bahwa melalui kerja sama dan komitmen bersama, berbagai tantangan tersebut dapat diatasi secara bertahap.
Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara, Bety Viviyanti Romli, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus kecamatan yang selama ini aktif menjalankan program-program organisasi.
Ia berharap rakor tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan antar pengurus sehingga seluruh program kerja dapat berjalan lebih optimal.
“Kita harus terus menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan. Dengan sinergi yang baik, kita dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan anak usia dini di Lampung Utara,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara, Yeni Sulistina, menambahkan bahwa keberadaan Bunda PAUD memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan sejak usia dini.
Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat yang menganggap PAUD hanya sebagai tempat bermain anak. Padahal, pendidikan usia dini merupakan tahap penting dalam membentuk kemampuan dasar anak sebelum memasuki pendidikan formal.
“PAUD bukan hanya tempat bermain, tetapi tempat anak belajar bersosialisasi, membangun karakter, melatih kemandirian, dan mengembangkan kemampuan berpikir sejak dini,” katanya.
Ia berharap seluruh pengurus dapat terus aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga kesadaran terhadap pentingnya PAUD semakin meningkat.
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara sendiri terus menunjukkan perhatian serius terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini. Berbagai program peningkatan kualitas layanan PAUD terus dilakukan, mulai dari pelatihan tenaga pendidik, penguatan kelembagaan, hingga peningkatan fasilitas pembelajaran.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang berkualitas, sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang kuat.
Pendidikan anak usia dini memang menjadi salah satu sektor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan sejak dini cenderung memiliki kesiapan belajar yang lebih baik ketika memasuki jenjang sekolah dasar.
Selain itu, mereka juga memiliki kemampuan sosial dan emosional yang lebih stabil dibandingkan anak-anak yang tidak mendapatkan layanan pendidikan usia dini.
Karena itu, investasi pada sektor pendidikan anak usia dini dianggap sebagai langkah strategis dalam pembangunan daerah dan pembangunan nasional.
Melalui rakor tersebut, diharapkan seluruh pengurus Bunda PAUD di Kabupaten Lampung Utara semakin memahami peran dan tanggung jawabnya dalam mendukung program pemerintah di bidang pendidikan.
Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan komunikasi antar pengurus sehingga berbagai program kerja dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi Bunda PAUD, tenaga pendidik, dan masyarakat, maka kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Lampung Utara diharapkan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh peserta untuk terus bekerja dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini agar menjadi generasi yang unggul, sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Semangat kolaborasi yang tercipta dalam rakor tersebut menjadi modal penting bagi Kabupaten Lampung Utara dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan demi masa depan generasi penerus bangsa.
(*)
Redaksi




0 Komentar