Berita

Breaking News

Bupati Lampung Utara Buka Lomba Qasidah, Dukung Pembentukan Akhlak Serta Karakter Masyarakat

Kotabumi, (Gnotif.com) – Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., secara resmi membuka kegiatan Lomba Qasidah se-Lampung Utara yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Husnul Amal, Kamis (14/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh nuansa religius sebagai bagian dari rangkaian Gebyar SMK Husnul Amal Tahun 2026.

Lomba qasidah yang diikuti oleh berbagai peserta dari sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Utara tersebut menjadi ajang pengembangan seni Islami sekaligus sarana pembinaan karakter generasi muda. Kegiatan ini juga mendapat sambutan antusias dari masyarakat, para pelajar, tokoh agama, dan tamu undangan yang hadir memadati lokasi acara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Utara drg. Meri Farida Hamartoni, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Husnul Amal Sumarni, S.Ag., Ketua LASQI Lampung Utara Hj. Mery, S.Ag., Kepala Dinas Pendidikan H. Sukatno, SH., MH., Kepala SMK Husnul Amal Arfan Agus Salim, S.Kom., M.Pd.Gr., Ketua Komite SMK Husnul Amal Hi. Alfis Syahrin, S.Sos., para tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, pelajar, serta tamu undangan lainnya.

Sejak pagi hari, suasana di lingkungan SMK Husnul Amal tampak semarak dengan kehadiran para peserta lomba yang mengenakan busana muslim bernuansa Islami. Alunan rebana dan lantunan salawat yang menggema di area kegiatan menambah suasana religius dan penuh kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan positif tersebut. Menurutnya, lomba qasidah tidak hanya menjadi sarana hiburan bernilai religius, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mental generasi muda.

“Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral,” ujar Bupati Hamartoni Ahadis.

Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur semata, melainkan juga harus dilihat dari kualitas akhlak, moral, dan karakter masyarakatnya.

Menurut Bupati, pembangunan karakter menjadi pondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, religius, dan berdaya saing. Oleh sebab itu, berbagai kegiatan keagamaan dan seni budaya Islami perlu terus dikembangkan, khususnya di kalangan generasi muda.

“Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas akhlak dan karakter masyarakatnya,” lanjutnya.

Bupati Hamartoni Ahadis juga menyampaikan bahwa seni qasidah memiliki nilai dakwah dan pendidikan moral yang sangat kuat. Melalui syair-syair Islami yang dibawakan, qasidah mampu menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan, persaudaraan, serta nilai-nilai kehidupan yang positif.

“Saya percaya melalui seni qasidah ini memiliki kekuatan besar dalam membentuk mental dan moral generasi muda,” katanya.

Ia menilai bahwa di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi saat ini, generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat nilai-nilai agama, budaya, dan moral dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan keluarga, untuk bersama-sama memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu membentuk pribadi yang memiliki akhlak mulia, rasa tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Kepada seluruh peserta lomba, Bupati Lampung Utara memberikan motivasi agar tampil dengan penuh percaya diri dan menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan.

“Tampilkan kemampuan terbaik dengan penuh percaya diri, tetap menjunjung tinggi sportivitas, serta jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang,” pesan Bupati kepada para peserta.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin karena memberikan dampak positif bagi pembinaan generasi muda sekaligus pelestarian seni budaya Islami di Kabupaten Lampung Utara.

Sementara itu, Kepala SMK Husnul Amal Arfan Agus Salim, S.Kom., M.Pd.Gr., mengatakan bahwa Gebyar SMK Husnul Amal Tahun 2026 diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi sekolah dalam mendukung pembangunan karakter dan kreativitas pelajar.

Menurutnya, lomba qasidah dipilih sebagai salah satu kegiatan utama karena seni Islami memiliki nilai edukatif yang mampu memperkuat moral dan spiritual generasi muda.

“Kami ingin menjadikan sekolah sebagai tempat yang tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ketua LASQI Lampung Utara Hj. Mery, S.Ag., dalam kesempatan itu mengatakan bahwa seni qasidah merupakan salah satu warisan budaya Islami yang harus terus dilestarikan.

Menurutnya, qasidah tidak hanya mengandung unsur seni, tetapi juga memiliki pesan dakwah yang mampu memberikan pengaruh positif kepada masyarakat.

“Melalui seni qasidah, kita dapat menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan cara yang indah dan menyentuh hati,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut akan lahir generasi muda yang memiliki kemampuan seni sekaligus kecintaan terhadap nilai-nilai Islam dan budaya bangsa.

Suasana perlombaan berlangsung meriah dengan penampilan berbagai grup qasidah yang membawakan lagu-lagu bernuansa Islami. Para peserta tampil penuh semangat di hadapan para dewan juri dan penonton yang memadati lokasi acara.

Alunan musik rebana dan harmonisasi suara para peserta menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Penonton tampak antusias memberikan dukungan dan apresiasi kepada setiap grup yang tampil.

Selain menjadi ajang kompetisi, lomba qasidah tersebut juga menjadi sarana silaturahmi antar pelajar, sekolah, dan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Lampung Utara.

Banyak pihak menilai kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberikan ruang positif bagi generasi muda dalam menyalurkan bakat dan kreativitas mereka di bidang seni Islami.

Di tengah perkembangan budaya modern dan teknologi digital yang begitu pesat, pelestarian seni qasidah dinilai menjadi langkah penting agar generasi muda tetap dekat dengan nilai-nilai agama dan budaya lokal.

Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Husnul Amal Sumarni, S.Ag., mengatakan bahwa pembentukan karakter generasi muda harus dilakukan secara berkesinambungan melalui pendidikan agama, budaya, dan keteladanan.

Menurutnya, seni qasidah dapat menjadi salah satu media yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral dan akhlak kepada para pelajar.

“Melalui syair-syair qasidah, generasi muda diajarkan tentang pentingnya akhlak mulia, persaudaraan, dan cinta kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mengembangkan kegiatan positif berbasis keagamaan dan budaya.

Ketua Komite SMK Husnul Amal Hi. Alfis Syahrin, S.Sos., juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menilai bahwa keberhasilan acara tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara sekolah, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik antara dunia pendidikan dan masyarakat dapat menghasilkan program yang positif bagi generasi muda,” ujarnya.

Selain lomba qasidah, Gebyar SMK Husnul Amal Tahun 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan religius lainnya yang melibatkan siswa dan masyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan antara dunia pendidikan dengan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter generasi muda.

Bupati Lampung Utara dalam kesempatan itu juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman.

Menurutnya, kegiatan seni dan budaya Islami seperti qasidah mampu menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya melestarikan seni budaya Islami, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Bupati.

Ia berharap generasi muda Lampung Utara dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, religius, serta memiliki karakter yang kuat dan berintegritas.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai program pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Para peserta lomba mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena selain menjadi ajang kompetisi, mereka juga memperoleh pengalaman baru dan kesempatan untuk memperluas pergaulan.

Salah satu peserta mengatakan bahwa lomba qasidah memberikan motivasi bagi dirinya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang seni Islami.

“Kami merasa bangga bisa tampil dalam kegiatan ini. Selain menambah pengalaman, kami juga semakin mencintai seni qasidah dan nilai-nilai keagamaan,” ujar salah satu peserta.

Hingga acara berakhir, suasana kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta, guru, dan masyarakat tampak menikmati seluruh rangkaian acara dengan antusias.

Melalui kegiatan Lomba Qasidah se-Lampung Utara tersebut, diharapkan nilai-nilai religius, sportivitas, dan semangat kebersamaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara juga berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi bagian penting dalam upaya membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter yang kuat.

Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, seni qasidah diharapkan terus berkembang sebagai media dakwah, pendidikan moral, dan pelestarian budaya Islami di Kabupaten Lampung Utara. (*)

Redaksi 

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif