Pesawaran, (GNOTIF.COM) — Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Mayjen TNI Dr. Oktaheroe Ramsi, S.I.P., M.Sc., memimpin langsung kegiatan penanaman mangrove bersama mahasiswa Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) di Kampung Bahari Nusantara, Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Kamis (22/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan pesisir Kabupaten Pesawaran tersebut menjadi bagian dari implementasi pengabdian masyarakat sekaligus bentuk partisipasi aktif civitas akademika Universitas Pertahanan Republik Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan pantai dan memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir.
Penanaman mangrove yang difasilitasi oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung bersama masyarakat pesisir berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Mahasiswa KKDN Unhan RI bersama prajurit TNI AL serta warga setempat turun langsung ke kawasan pesisir untuk melakukan penanaman bibit mangrove di sejumlah titik rawan abrasi.
Suasana kebersamaan tampak begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa, prajurit TNI AL, dan masyarakat bekerja sama menanam mangrove di sepanjang garis pantai dengan harapan dapat memberikan manfaat besar bagi kelestarian lingkungan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir di masa mendatang.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda simbolis semata, tetapi juga bagian dari upaya nyata menjaga ekosistem laut dan kawasan pantai dari ancaman kerusakan lingkungan. Penanaman mangrove dinilai sangat penting mengingat kawasan pesisir memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan alam dan mendukung kehidupan masyarakat sekitar.
Mayjen TNI Dr. Oktaheroe Ramsi mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari program Kuliah Kerja Dalam Negeri mahasiswa Unhan RI yang menitikberatkan pada pengabdian nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi positif melalui kegiatan sosial, edukasi, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan ini bukan hanya bagian dari program akademik KKDN, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa dan civitas akademika Unhan RI terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujar Mayjen TNI Dr. Oktaheroe Ramsi di sela kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui berbagai kegiatan yang bersifat edukatif dan solutif. Salah satunya adalah melalui kegiatan pelestarian lingkungan seperti penanaman mangrove.
Menurutnya, kawasan pesisir memiliki peranan penting dalam mendukung ketahanan wilayah, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Oleh sebab itu, menjaga kelestarian kawasan pantai menjadi tanggung jawab bersama.
“Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKDN Unhan RI tampak aktif mengikuti proses penanaman mangrove bersama masyarakat. Mereka menyusuri bibir pantai sambil membawa bibit mangrove yang kemudian ditanam di sejumlah titik pesisir.
Meski harus berjalan di area berlumpur dan tergenang air laut, semangat para peserta tidak surut. Kebersamaan antara mahasiswa, prajurit TNI AL, dan masyarakat menjadi pemandangan yang menggambarkan kuatnya semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan.
Mayjen TNI Dr. Oktaheroe Ramsi menilai bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir yang memiliki fungsi strategis bagi kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kerusakan lingkungan pesisir dapat berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari ancaman abrasi, berkurangnya hasil tangkapan nelayan, hingga meningkatnya risiko bencana alam di kawasan pantai.
Mangrove sendiri dikenal sebagai tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi ekosistem laut dan wilayah pesisir. Selain mampu mencegah abrasi, mangrove juga berfungsi sebagai penahan gelombang laut, habitat berbagai jenis biota laut, serta penyerap karbon alami yang membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
“Mangrove memiliki manfaat yang sangat besar bagi lingkungan dan masyarakat pesisir. Karena itu, penanaman dan pelestarian mangrove harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional. Menurutnya, lingkungan yang terjaga akan memberikan dampak positif terhadap stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut turut mendapat dukungan penuh dari Lanal Lampung yang selama ini aktif membina Kampung Bahari Nusantara sebagai wilayah pesisir binaan.
Sinergi antara TNI AL, Unhan RI, dan masyarakat dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan maritim di Provinsi Lampung.
Prajurit TNI AL yang terlibat dalam kegiatan tampak aktif membantu mahasiswa dan warga selama proses penanaman berlangsung. Mereka juga memberikan arahan terkait teknik penanaman mangrove agar bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.
Pihak Lanal Lampung menyampaikan bahwa kegiatan pelestarian lingkungan pesisir menjadi salah satu fokus pembinaan wilayah maritim yang selama ini dilakukan TNI AL. Selain menjaga keamanan laut, TNI AL juga memiliki komitmen untuk mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.
“Pelestarian lingkungan pesisir membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dengan kerja sama yang baik antara aparat, akademisi, dan masyarakat, kawasan pantai dapat terus terjaga,” ujar salah satu personel Lanal Lampung.
Kampung Bahari Nusantara sendiri merupakan program pembinaan masyarakat pesisir yang dikembangkan TNI AL guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah maritim.
Program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, lingkungan, hingga pengembangan potensi lokal masyarakat pesisir. Kehadiran mahasiswa Unhan RI melalui kegiatan KKDN dinilai semakin memperkuat program pembinaan tersebut.
Selain melakukan penanaman mangrove, mahasiswa KKDN Unhan RI juga berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Mereka berdiskusi mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir dan dampak kerusakan lingkungan terhadap kehidupan nelayan.
Edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa dan aparat memberikan pemahaman mengenai manfaat mangrove, pentingnya menjaga kebersihan pantai, serta bahaya membuang sampah ke laut.
Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan yang dilakukan mahasiswa dan TNI AL tersebut. Warga mengaku senang karena kegiatan penanaman mangrove dinilai sangat membantu menjaga kawasan pesisir yang selama ini mulai mengalami abrasi di beberapa titik.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena mangrove memang sangat penting untuk menjaga pantai dan kehidupan nelayan,” ujar salah seorang warga Desa Sidodadi.
Menurut warga, keberadaan mangrove selama ini memberikan banyak manfaat, terutama dalam menjaga pantai dari gelombang besar dan menjadi tempat berkembang biaknya ikan serta kepiting.
Selain manfaat ekologis, kawasan mangrove juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan mangrove dapat dikembangkan menjadi objek wisata edukasi berbasis lingkungan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pesawaran sendiri dikenal memiliki potensi wisata bahari yang cukup besar di Provinsi Lampung. Oleh sebab itu, pelestarian kawasan pesisir menjadi hal penting agar potensi tersebut dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Mayjen TNI Dr. Oktaheroe Ramsi menegaskan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup.
“Mahasiswa harus mampu menjadi contoh dalam menjaga lingkungan dan membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Ia berharap kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, dan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, aparat, dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai kondisi masyarakat pesisir dan tantangan yang mereka hadapi. Pengalaman tersebut dinilai penting untuk membangun kepedulian sosial dan wawasan kebangsaan mahasiswa.
Salah satu mahasiswa peserta KKDN mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan penanaman mangrove bersama masyarakat.
“Kami belajar banyak dari kegiatan ini. Selain bisa membantu masyarakat, kami juga semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan pesisir,” ujarnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa Unhan RI di Pesawaran juga menjadi implementasi nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga lingkungan dan membantu masyarakat dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional.
Mayjen TNI Dr. Oktaheroe Ramsi menambahkan bahwa konsep pertahanan negara saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek militer, tetapi juga mencakup ketahanan sosial, ekonomi, pangan, dan lingkungan.
“Ketahanan lingkungan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Jika lingkungan rusak, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan penanaman mangrove tersebut. Pemerintah daerah menilai kegiatan tersebut sangat membantu upaya pelestarian kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Selain penanaman mangrove, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai pengelolaan sampah, pentingnya menjaga kebersihan pantai, serta upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut demi kesejahteraan masyarakat pesisir.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat terus meningkat sehingga kawasan pesisir di Kabupaten Pesawaran tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Kegiatan penanaman mangrove di Kampung Bahari Nusantara Desa Sidodadi itu berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Ratusan bibit mangrove berhasil ditanam di sepanjang kawasan pesisir sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan maritim di Provinsi Lampung.
Sinergi antara Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Lanal Lampung, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi contoh positif dalam membangun kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir Indonesia. (*)
Redaksi Gnotif






0 Komentar