Bandung, (Gnotif.com) – Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa menghadiri Seminar Nasional TNI Angkatan Darat yang digelar di Aula Prof. Dr. Satrio Seskoad, Jalan Gatot Subroto No. 96, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/5/2026). Seminar nasional tersebut menjadi salah satu forum strategis TNI Angkatan Darat dalam membahas transformasi organisasi menuju kekuatan pertahanan yang lebih modern, profesional, adaptif, serta siap menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.
Kegiatan seminar berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri oleh para pejabat utama TNI AD, para Pangkotama, para Kabalakpus TNI AD, akademisi, tokoh nasional, serta sejumlah peserta dari berbagai kalangan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sistem pertahanan negara.
Sejak pagi hari, para peserta mulai memadati Aula Prof. Dr. Satrio Seskoad untuk mengikuti registrasi sebelum acara dimulai. Suasana seminar terlihat tertib dan penuh semangat, mencerminkan tingginya perhatian terhadap tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut.
Setelah proses registrasi selesai, seluruh peserta memasuki ruangan utama seminar. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh pembawa acara atau MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta dengan penuh khidmat.
Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan laporan Kasenat kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) sebagai bagian dari rangkaian pembukaan seminar nasional. Setelah itu, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., memberikan sambutan sekaligus membuka seminar secara resmi.
Dalam sambutannya, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa seminar nasional tersebut bertujuan untuk menghimpun berbagai masukan, pemikiran, serta gagasan strategis guna mendukung pelaksanaan program-program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Kasad menjelaskan bahwa TNI Angkatan Darat memiliki tanggung jawab besar tidak hanya dalam menjaga pertahanan negara, tetapi juga dalam mendukung pembangunan nasional dan membantu masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Kasad, seminar dan kegiatan pengkajian seperti ini merupakan agenda rutin pendidikan di lingkungan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) yang terus dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan di lapangan.
“Seminar ini menjadi wadah untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan program ke depan. Prajurit yang bertugas di daerah memiliki pengalaman dan gambaran nyata mengenai kondisi wilayah masing-masing,” ujar Kasad dalam sambutannya.
Kasad juga menegaskan bahwa pengalaman personel TNI di lapangan menjadi sumber informasi penting dalam merumuskan strategi dan kebijakan organisasi. Dengan memahami kondisi riil masyarakat dan wilayah, TNI AD dapat menyusun program yang lebih tepat sasaran dan efektif.
Selain itu, seminar nasional tersebut juga menjadi sarana untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai program pemerintah yang didukung TNI Angkatan Darat. Menurut Kasad, keterlibatan TNI dalam mendukung pembangunan nasional merupakan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara.
Salah satu pembahasan penting dalam seminar adalah mengenai penguatan peran Yonif Teritorial Pembangunan. Konsep tersebut menjadi bagian dari transformasi TNI Angkatan Darat agar semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mampu membantu percepatan pembangunan di berbagai daerah.
Yonif Teritorial Pembangunan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang kuat, tetapi juga memiliki kemampuan membantu masyarakat dalam bidang pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur.
Melalui konsep tersebut, prajurit TNI diharapkan mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah dari berbagai ancaman.
Selain membahas penguatan peran satuan teritorial, seminar nasional tersebut juga secara khusus menyoroti pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung sistem pertahanan modern.
Pembahasan mengenai AI menjadi perhatian utama karena perkembangan teknologi global saat ini berlangsung sangat cepat dan memengaruhi berbagai sektor, termasuk bidang pertahanan dan keamanan negara.
Dalam seminar dijelaskan bahwa teknologi AI memiliki potensi besar dalam mendukung proses pengambilan keputusan di lapangan, pengolahan data intelijen, analisis ancaman, hingga mendukung sistem pertahanan berbasis teknologi digital.
Di era modern saat ini, tantangan pertahanan tidak lagi hanya berupa ancaman konvensional, tetapi juga mencakup perang siber, perang informasi, ancaman digital, hingga penggunaan teknologi canggih yang membutuhkan kesiapan sistem pertahanan yang adaptif dan modern.
Karena itu, TNI Angkatan Darat terus berupaya mengikuti perkembangan teknologi global agar mampu menjaga stabilitas pertahanan nasional secara optimal.
Pemanfaatan AI juga dinilai dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional di lapangan. Dengan dukungan teknologi modern, proses analisis data dapat dilakukan lebih cepat dan akurat sehingga mendukung pengambilan keputusan strategis.
Selain itu, penerapan AI dalam sistem pertahanan juga diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme prajurit dan memperkuat kesiapan menghadapi ancaman yang semakin dinamis.
Pembahasan mengenai teknologi AI mendapat perhatian besar dari para peserta seminar. Banyak peserta menilai bahwa penguasaan teknologi menjadi kebutuhan utama dalam membangun kekuatan pertahanan modern.
Seminar nasional tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan akademisi yang memberikan pandangan strategis terkait pembangunan nasional dan tantangan global yang dihadapi Indonesia.
Salah satu narasumber utama adalah Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan yang membawakan materi bertajuk “Transformasi Ekonomi Menghadapi Tantangan Global”.
Dalam paparannya, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa Indonesia harus mampu melakukan transformasi ekonomi secara menyeluruh untuk menghadapi dinamika global yang terus berubah.
Menurutnya, perkembangan teknologi, perubahan geopolitik dunia, serta tantangan ekonomi global memerlukan kesiapan bangsa Indonesia agar tetap mampu bersaing dan menjaga stabilitas nasional.
Luhut juga menekankan pentingnya stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi. Dalam hal ini, TNI memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional sehingga iklim investasi dan pembangunan dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Prof. Sri Fatmawati, Ph.D., menyampaikan materi bertema “Biodiversitas Sebagai Aset Strategis”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat besar dan harus dijaga sebagai aset nasional.
Menurut Prof. Sri Fatmawati, kekayaan alam Indonesia tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga potensi ekonomi yang besar apabila dikelola secara berkelanjutan.
Ia menilai bahwa stabilitas keamanan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional dan pengelolaan sumber daya alam Indonesia.
Materi seminar berikutnya disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat yang membahas pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mendukung pembangunan wilayah serta memperkuat ketahanan nasional.
Dalam paparannya, Gubernur Jawa Barat menilai bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan TNI menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan stabilitas sosial dan mempercepat pembangunan di daerah.
Selain itu, Prof. Dr. Yohanes Surya turut memberikan materi terkait pentingnya pengembangan sumber daya manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi era modern.
Menurut Prof. Yohanes Surya, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan kemampuan dalam menguasai teknologi.
Ia juga menekankan bahwa generasi muda Indonesia harus dipersiapkan untuk menghadapi era digital dan perkembangan teknologi global yang semakin kompetitif.
Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung dinamis. Para peserta tampak antusias menyampaikan pertanyaan, pandangan, serta berbagai masukan terkait transformasi TNI AD dan tantangan pertahanan masa depan.
Diskusi tersebut membahas berbagai isu strategis mulai dari penguatan pertahanan nasional, pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi AI, hingga sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan nasional.
Melalui diskusi tersebut, seminar nasional menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi antara dunia militer, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan global.
Pada sesi akhir seminar, panitia menyampaikan berbagai kesimpulan hasil pembahasan selama kegiatan berlangsung. Salah satu poin utama yang mengemuka adalah pentingnya transformasi TNI Angkatan Darat agar semakin profesional, modern, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence juga dinilai harus terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional di masa depan.
TNI Angkatan Darat diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat menguasai teknologi modern sekaligus mengoperasikan sistem pertahanan berbasis digital secara optimal.
Di sisi lain, penguatan peran satuan teritorial juga tetap menjadi prioritas agar TNI AD tetap dekat dengan masyarakat dan mampu membantu mendukung pembangunan nasional di berbagai daerah.
Seminar nasional kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada para narasumber sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi pemikiran yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama dan menyanyikan Lagu Bagimu Negeri yang diikuti seluruh peserta dengan penuh semangat nasionalisme.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan makan siang bersama antara peserta dan para undangan dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan.
Kehadiran Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa dalam seminar tersebut menunjukkan dukungan penuh jajaran Kodam I/BB terhadap berbagai upaya transformasi dan modernisasi TNI Angkatan Darat.
Seminar nasional ini menjadi momentum penting bagi TNI AD dalam memperkuat komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi institusi pertahanan yang profesional, modern, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat serta dinamika ancaman yang terus berubah, TNI Angkatan Darat dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas organisasi.
Melalui transformasi organisasi, penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi AI, serta sinergi dengan berbagai pihak, TNI AD diharapkan mampu menjadi kekuatan pertahanan yang tangguh sekaligus tetap dekat dengan rakyat.
Seminar nasional tersebut juga menjadi bukti bahwa TNI Angkatan Darat terus membuka ruang diskusi dan kolaborasi dalam membangun sistem pertahanan negara yang lebih maju, adaptif, dan berkelanjutan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sumber: Pendam I/BB
Redaksi Gnotif










0 Komentar