Lampung, (Gnotif.com) – Peristiwa penembakan yang menewaskan seorang pria berinisial DCA (40), warga Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, menggemparkan masyarakat Lampung pada Sabtu malam (23/5/2026). Korban yang diketahui berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian kepala usai terlibat cekcok dengan seorang pria yang diduga terkait persoalan utang piutang.
Kasus tersebut kini tengah ditangani serius oleh aparat kepolisian. Polda Lampung bersama jajaran Polres Metro bergerak cepat melakukan penyelidikan sekaligus pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya telah diketahui oleh penyidik.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan bahwa pihak kepolisian saat ini masih terus memburu pelaku penembakan yang melarikan diri usai kejadian.
“Peristiwa ini sedang kami tangani secara serius. Tim di lapangan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku untuk segera diamankan,” kata Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun dalam keterangannya pada Minggu (24/5/2026).
Menurut Yuni, penyidik juga masih mendalami berbagai keterangan saksi serta hasil autopsi terhadap korban guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa secara utuh dan jelas.
Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai spekulasi yang beredar di media sosial maupun lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Penyidik bekerja berdasarkan alat bukti dan fakta-fakta di lapangan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Khair Bras, Metro Barat, tepatnya di depan sebuah tempat cucian mobil.
Pada saat kejadian, korban diketahui sedang duduk bersama sejumlah rekannya di lokasi tersebut. Suasana awal disebut berlangsung biasa seperti aktivitas masyarakat pada malam akhir pekan.
Namun kondisi berubah tegang ketika pelaku datang menemui korban. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga datang dengan maksud menagih utang kepada korban.
Dalam proses pembicaraan, diduga terjadi ketegangan antara keduanya hingga berujung cekcok mulut di depan lokasi kejadian.
Beberapa saksi menyebut perdebatan antara korban dan pelaku berlangsung cukup panas. Nada bicara yang tinggi dan emosi yang memuncak membuat situasi semakin tidak terkendali.
Keributan kemudian berlanjut hingga ke pinggir jalan. Dalam kondisi emosi tersebut, korban disebut sempat memukul bagian kepala pelaku sambil menantangnya untuk menembak.
Situasi yang semakin memanas membuat pelaku kemudian mengambil sebuah benda yang diduga senjata api dari tas kecil yang dibawanya.
Tanpa banyak bicara, pelaku langsung mengarahkan senjata tersebut ke arah korban dan melepaskan satu tembakan.
Tembakan itu mengenai pelipis kanan korban. Korban langsung terjatuh di badan jalan dengan kondisi bersimbah darah.
Suasana di lokasi mendadak panik. Rekan-rekan korban dan warga sekitar yang mendengar suara letusan langsung berhamburan menuju lokasi kejadian.
Istri korban yang berada di lokasi sempat berusaha merebut senjata dari tangan pelaku. Namun upaya tersebut gagal setelah pelaku mengancam akan menembak siapa pun yang mencoba mendekat.
Pelaku bahkan sempat melepaskan dua kali tembakan ke udara untuk menakuti warga sebelum akhirnya melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Warga sekitar mengaku syok mendengar suara tembakan yang pecah di tengah malam. Beberapa orang sempat ketakutan dan memilih masuk ke dalam rumah sebelum mengetahui ada korban yang tergeletak di jalan.
“Kami kaget sekali karena tiba-tiba terdengar suara tembakan. Setelah keluar rumah ternyata ada orang jatuh di jalan,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian.
Korban yang mengalami luka serius langsung dievakuasi oleh warga dan rekan-rekannya menuju Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun karena kondisi korban sangat kritis, tim medis kemudian merujuk korban ke RSUD Ahmad Yani guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dokter langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap kondisi korban. Berdasarkan hasil CT scan, proyektil peluru diketahui masuk melalui pelipis kanan dan bersarang di bagian belakang tengkorak korban.
Luka yang dialami korban tergolong sangat serius karena mengenai bagian vital kepala. Tim medis sempat berupaya maksimal untuk menyelamatkan nyawa korban.
Sayangnya, sekitar pukul 23.00 WIB korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis setelah kondisinya terus menurun.
Kabar meninggalnya korban langsung membuat suasana duka menyelimuti keluarga dan kerabat yang berada di rumah sakit.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut.
Sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi kejadian, termasuk selongsong peluru yang ditemukan di sekitar area penembakan.
Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi untuk membantu mengungkap kronologi dan mengidentifikasi arah pelarian pelaku.
Selain itu, sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian turut dimintai keterangan oleh penyidik.
Kabid Humas Polda Lampung menegaskan bahwa kepolisian akan menindak tegas pelaku penembakan, termasuk mendalami asal-usul senjata api yang digunakan.
“Penggunaan senjata api secara melawan hukum merupakan tindak pidana serius. Semua akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.
Pihak kepolisian memastikan tidak akan memberikan toleransi terhadap penggunaan senjata api ilegal yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.
Selain fokus memburu pelaku, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya unsur pidana lain, termasuk kepemilikan senjata api tanpa izin.
Saat ini aparat gabungan masih melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyiannya.
Koordinasi lintas wilayah juga dilakukan guna mempersempit ruang gerak pelaku agar dapat segera diamankan.
Polda Lampung meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera melapor kepada aparat kepolisian terdekat.
“Kami berharap dukungan masyarakat agar proses pengungkapan kasus ini berjalan cepat dan pelaku segera tertangkap,” kata Yuni.
Kasus penembakan tersebut menjadi perhatian publik karena melibatkan penggunaan senjata api dalam konflik pribadi yang berujung hilangnya nyawa seseorang.
Peristiwa itu juga memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait peredaran senjata api ilegal di lingkungan sipil.
Penggunaan senjata api tanpa izin dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memicu tindak kriminal serius dan mengancam keselamatan banyak orang.
Karena itu, aparat kepolisian terus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran senjata api ilegal serta menindak tegas setiap pelanggaran yang ditemukan.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya penyelesaian persoalan secara damai tanpa melibatkan kekerasan.
Perselisihan akibat persoalan utang piutang seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik maupun jalur hukum yang tersedia.
Tindakan emosional yang melibatkan kekerasan hanya akan menimbulkan kerugian besar dan bahkan berujung pada hilangnya nyawa seseorang.
Warga sekitar berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku agar situasi keamanan kembali kondusif dan masyarakat tidak lagi merasa cemas.
“Kami berharap pelaku cepat tertangkap supaya masyarakat merasa tenang. Kejadian seperti ini sangat menakutkan,” ujar salah seorang warga.
Pihak keluarga korban juga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukuman setimpal kepada pelaku.
Kasus ini kini masih dalam penanganan intensif aparat kepolisian. Penyidik terus mengumpulkan berbagai alat bukti untuk memperkuat proses hukum terhadap pelaku.
Polda Lampung memastikan akan mengusut tuntas kasus penembakan tersebut hingga seluruh fakta terungkap dan pelaku berhasil ditangkap.
Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban sekaligus menjadi efek jera bagi pelaku tindak kriminal bersenjata.
Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan lingkungan dan mengedepankan penyelesaian masalah secara damai.
Dengan dukungan masyarakat, aparat berharap proses pengungkapan kasus dapat berjalan lebih cepat sehingga pelaku segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang PNS di Kota Metro tersebut menjadi duka mendalam sekaligus pengingat bahwa emosi yang tidak terkendali dapat berujung pada tindakan fatal.
Polda Lampung memastikan akan terus bekerja maksimal dalam mengungkap seluruh fakta di balik kasus tersebut dan menangkap pelaku secepat mungkin demi menjaga rasa aman masyarakat. (*)
Redaksi Gnotif

0 Komentar