Berita

Breaking News

Polisi Evakuasi Warga Lampung Utara Tenggelam di Bendungan Way Rarem, Korban Ditemukan Setelah Tiga Hari Pencarian

Lampung Utara, (Gnotif.com) – Peristiwa duka kembali terjadi di wilayah Kabupaten Lampung Utara. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Bendungan Way Rarem, tepatnya di kawasan Pulau Gadung, Desa Pekurun Selatan, Kecamatan Abung Tengah. Kejadian ini menjadi perhatian masyarakat luas sekaligus pengingat akan pentingnya keselamatan dalam beraktivitas di perairan.

Korban diketahui bernama Aminudin (47), seorang petani asal Desa Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat. Ia dilaporkan hilang sejak Senin (4/5/2026) saat melakukan aktivitas mencari ikan dengan cara menyelam dan memanah secara tradisional.

Peristiwa ini bermula ketika korban berangkat sejak pagi hari menuju Bendungan Way Rarem. Aktivitas mencari ikan dengan cara menyelam memang sudah menjadi kebiasaan sebagian warga setempat sebagai tambahan penghasilan. Namun, metode tersebut memiliki risiko tinggi, terutama jika dilakukan tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai.

Kronologi Kejadian

Menurut informasi yang dihimpun, korban terlihat terakhir kali menyelam di area bendungan pada pagi hari. Ia menggunakan alat sederhana berupa panah ikan untuk menangkap ikan di dasar perairan.

Namun hingga sore hari, korban tidak kunjung muncul ke permukaan. Warga yang berada di sekitar lokasi mulai merasa curiga dan khawatir telah terjadi sesuatu terhadap korban.

Upaya pencarian awal dilakukan oleh warga secara mandiri, namun tidak membuahkan hasil. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.

Menanggapi laporan tersebut, personel Polsek Abung Tengah segera menuju lokasi untuk melakukan pencarian bersama masyarakat.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami langsung menuju lokasi dan melakukan pencarian bersama warga,” ujar IPTU Herawati, Kasi Humas Polres Lampung Utara.

Pencarian Hari Pertama

Pada hari pertama kejadian, Senin (4/5/2026), pencarian dilakukan secara intensif oleh petugas kepolisian dan masyarakat. Mereka menyisir area bendungan dengan metode manual, termasuk penyelaman sederhana.

Namun, kondisi perairan yang cukup dalam serta terbatasnya jarak pandang di dalam air menjadi kendala utama. Hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian akhirnya dihentikan sementara dan direncanakan untuk dilanjutkan keesokan harinya dengan melibatkan tim tambahan.

Pencarian Hari Kedua Libatkan BPBD

Pada Selasa (5/5/2026), pencarian kembali dilanjutkan dengan melibatkan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Utara. Kehadiran BPBD diharapkan dapat memperkuat upaya pencarian dengan dukungan peralatan yang lebih lengkap.

Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, BPBD, dan masyarakat kembali menyisir lokasi kejadian. Mereka melakukan pencarian di berbagai titik yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya korban.

Meskipun telah dilakukan berbagai upaya, pencarian pada hari kedua masih belum membuahkan hasil. Kondisi ini membuat keluarga korban semakin cemas dan berharap korban segera ditemukan.

Korban Ditemukan pada Hari Ketiga

Setelah dua hari pencarian tanpa hasil, korban akhirnya ditemukan pada Rabu pagi (6/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian.

Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazah korban.

“Setelah menerima informasi penemuan korban, petugas bersama warga segera melakukan evakuasi dan membawa jenazah untuk dilakukan visum luar di Puskesmas Abung Tengah,” jelas IPTU Herawati.

Proses Evakuasi dan Pemeriksaan Medis

Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Abung Tengah untuk dilakukan pemeriksaan medis berupa visum luar.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan penyebab kematian serta memastikan tidak adanya unsur kekerasan dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam.

“Berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi,” terang IPTU Herawati.

Penyerahan Jenazah kepada Keluarga

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Suasana haru menyelimuti proses penyerahan jenazah tersebut.

Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan memilih untuk tidak melakukan autopsi lebih lanjut. Mereka berharap korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Imbauan Kepolisian

Menanggapi kejadian tersebut, Polres Lampung Utara mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di perairan, terutama yang berisiko tinggi seperti menyelam tanpa pengamanan.

IPTU Herawati menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan guna menghindari kejadian serupa,” tegasnya.

Pentingnya Keselamatan di Perairan

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya yang mengintai di perairan. Aktivitas seperti menyelam, memancing, atau mencari ikan sebaiknya dilakukan dengan peralatan keselamatan yang memadai.

Penggunaan alat pelindung, pengetahuan tentang kondisi perairan, serta tidak melakukan aktivitas sendirian merupakan langkah-langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat saling mengingatkan dan menjaga keselamatan satu sama lain.

Peran Masyarakat dan Sinergi dengan Aparat

Dalam proses pencarian korban, peran masyarakat sangat penting. Kerja sama antara warga, kepolisian, dan BPBD menunjukkan kuatnya solidaritas dalam menghadapi musibah.

Sinergi ini menjadi contoh bahwa penanganan kejadian darurat dapat berjalan dengan baik apabila semua pihak bekerja sama.

Kesimpulan

Peristiwa tenggelamnya Aminudin di Bendungan Way Rarem menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam beraktivitas di perairan. Upaya pencarian selama tiga hari menunjukkan kerja keras dan kebersamaan antara berbagai pihak.

Meskipun korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, proses penanganan yang dilakukan berjalan dengan baik berkat kerja sama antara kepolisian, BPBD, dan masyarakat.

Diharapkan kejadian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

(*)

Redaksi 

0 Comments

© Copyright 2022 - Gnotif