Berita

Breaking News

Satgas Pangan Polres Tubaba Hadiri Gerakan Pangan Murah, Pastikan Harga dan Pasokan Pangan Tetap Stabil Jelang Hari Besar Keagamaan 2026

TULANG BAWANG BARAT, (Gnotif.com) – Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Tahun 2026, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Tulang Bawang Barat Polda Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah di Pasar Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Senin (25/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sinergitas antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, TNI, Bulog, dan berbagai stakeholder terkait dalam upaya menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan sebagai langkah antisipatif menghadapi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah bersama Satgas Pangan menilai bahwa stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok merupakan faktor penting dalam menjaga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat tetap kondusif.

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Antoni, S.IK., M.IK., melalui Kasat Reskrim Iptu Juherdi Sumandi, S.H., M.H., yang diwakili Kanit Tipidkor Ipda Sigit Juli Adi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang stabil.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tubaba, Kodim 0412/LU yang diwakili Pabung Tubaba, Kejaksaan Negeri Tubaba yang diwakili Kasintel, Bulog Menggala, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah stakeholder lainnya.

Menurut Ipda Sigit Juli Adi, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok menjelang hari besar keagamaan harus diantisipasi dengan langkah-langkah strategis agar tidak terjadi lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat.

“Kegiatan Gerakan Pasar Murah ini dilaksanakan karena meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok. Oleh karena itu, langkah antisipatif dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan pasokan tetap aman, harga terkendali, serta distribusi berjalan lancar hingga ke tingkat konsumen,” ujar Ipda Sigit Juli Adi.

Ia menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kestabilan harga pangan. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, Bulog, distributor, hingga pelaku usaha, diharapkan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok maupun praktik penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga di pasaran.

Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga pasar. Beberapa komoditas yang dijual antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, serta kebutuhan pokok lainnya.

Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi sejak pagi hari. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi pasar murah untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Banyak masyarakat mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, terutama di tengah kondisi harga sejumlah bahan pangan yang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Salah seorang warga Kecamatan Tulang Bawang Tengah mengatakan bahwa kegiatan pasar murah sangat membantu masyarakat kecil dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar umum cukup tinggi sehingga keberadaan Gerakan Pangan Murah sangat dirasakan manfaatnya.

“Alhamdulillah sangat membantu. Harga di sini lebih murah dibanding di pasar. Semoga kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan, terutama menjelang hari besar keagamaan,” ujar seorang warga yang ikut berbelanja di lokasi kegiatan.

Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pokok murah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memastikan distribusi pangan berjalan dengan baik hingga ke tingkat konsumen. Pemerintah daerah bersama Satgas Pangan terus memantau jalur distribusi agar tidak terjadi hambatan yang dapat memengaruhi ketersediaan barang di pasaran.

Kanit Tipidkor Ipda Sigit Juli Adi menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, khususnya Bulog, guna memastikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Tujuan kegiatan ini adalah memastikan stok bahan pangan pokok dalam kondisi cukup dan tersedia merata, menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat, mengoptimalkan distribusi pangan dari produsen hingga pasar tradisional dan modern, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menyambut hari besar keagamaan,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat, khususnya dalam menjaga daya beli di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Pemerintah tidak ingin masyarakat mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan pokok akibat lonjakan harga maupun keterbatasan pasokan.

Satgas Pangan Polres Tubaba juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala di lapangan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan harga tetap stabil dan tidak ada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan melakukan penimbunan atau permainan harga.

“Kami akan terus melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok di pasaran. Jika ditemukan adanya praktik penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Ipda Sigit Juli Adi.

Ia menyebutkan bahwa pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus memastikan distribusi pangan berjalan lancar. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

Gerakan Pangan Murah juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah. Kenaikan harga bahan pokok sering kali menjadi penyumbang utama inflasi, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan masyarakat meningkat tajam.

Karena itu, pemerintah daerah bersama Satgas Pangan dan Bulog terus berupaya melakukan intervensi pasar melalui kegiatan operasi pasar murah dan distribusi bahan pokok bersubsidi agar harga tetap terkendali.

Bulog Menggala sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut memastikan ketersediaan stok pangan, khususnya beras, dalam kondisi aman. Distribusi beras dan bahan pangan lainnya terus dioptimalkan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Gerakan Pangan Murah. Sinergitas yang terjalin antara pemerintah, aparat keamanan, dan stakeholder terkait dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Menurut pemerintah daerah, kegiatan tersebut tidak hanya bersifat sementara menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengelolaan pangan yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, program penguatan cadangan pangan daerah dan pemantauan harga akan terus dilakukan secara konsisten.

Selain menjaga stabilitas harga, kegiatan Gerakan Pangan Murah juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

Di sisi lain, Polri melalui Satgas Pangan turut menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif mendukung program-program sosial dan ekonomi yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

“Bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, Polri turut berperan aktif dalam mendukung tersedianya bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat terjamin,” pungkasnya.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga stabilitas pangan. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan barang di pasaran.

Dengan stok pangan yang dipastikan aman dan distribusi yang terus dipantau, masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh isu-isu yang dapat menimbulkan kepanikan. Pemerintah menjamin bahwa kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam kondisi cukup.

Pemerintah daerah juga terus mendorong kerja sama dengan para pelaku usaha dan distributor agar rantai distribusi pangan berjalan lancar. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil hingga sampai ke tangan konsumen.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala di berbagai wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, Bulog, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Tulang Bawang Barat tetap terjaga dengan baik. Gerakan Pangan Murah menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadapi dinamika harga pangan menjelang hari besar keagamaan.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa upaya menjaga stabilitas pangan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi semua elemen. Dengan koordinasi yang baik dan langkah strategis yang tepat, pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang tetap terjangkau.

Masyarakat pun menyambut positif pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini. Banyak warga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin karena sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Dengan adanya program tersebut, diharapkan masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat menyambut Hari Besar Keagamaan Tahun 2026 dengan rasa aman, nyaman, dan tenang tanpa khawatir terhadap lonjakan harga bahan pokok.

(humas_tubaba)

Redaksi Gnotif 

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif