Tulang Bawang Barat, (Gnotif.com) – Dalam upaya meningkatkan kesadaran hukum serta disiplin berlalu lintas sejak usia dini, Subditkamsel Ditlantas Polda Lampung bersama Satlantas Polres Tulang Bawang Barat melaksanakan kegiatan Penilaian dan Pembinaan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) Tahun 2026 di SMAN 1 Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Jumat (29/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAN 1 Tumijajar tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen kepolisian dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar. Program pembinaan ini juga menjadi langkah preventif untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia remaja.
Pelaksanaan kegiatan dipandu langsung oleh personel Satlantas melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel). Para siswa dan siswi yang tergabung dalam Patroli Keamanan Sekolah (PKS) tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembinaan maupun penilaian yang diberikan oleh jajaran kepolisian.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan materi secara teori di dalam kelas sekaligus pelatihan praktik di lapangan. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting terkait keselamatan berlalu lintas, mulai dari pemahaman rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, tata tertib berkendara, hingga praktik pengaturan lalu lintas.
Penilaian yang dilakukan tim Subditkamsel Ditlantas Polda Lampung meliputi ketepatan dan kerapian dalam memperagakan 12 gerakan pengaturan lalu lintas, ketegasan dalam pelaksanaan baris-berbaris (PBB), kerapian atribut dan seragam PKS, serta pemahaman siswa mengenai undang-undang lalu lintas.
Para peserta terlihat serius dan penuh semangat saat memperagakan gerakan pengaturan lalu lintas di hadapan tim penilai. Setiap gerakan dilakukan dengan penuh ketelitian dan disiplin sebagai bentuk kesiapan mereka menjadi anggota PKS yang mampu membantu menciptakan ketertiban di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan atau penilaian biasa, melainkan menjadi sarana pembinaan karakter bagi para pelajar agar memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan di jalan raya.
Tim Subditkamsel Ditlantas Polda Lampung yang dipimpin AKP Helni Yalni menyampaikan bahwa pembinaan PKS merupakan program preventif kepolisian untuk membentuk generasi muda yang sadar hukum dan tertib berlalu lintas.
Menurutnya, pembinaan sejak dini sangat penting karena pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus dibekali dengan pemahaman tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
“Tujuan pembinaan ini adalah melatih jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan keberanian pelajar. Ini merupakan bentuk pembinaan kepada generasi muda agar memiliki kesadaran hukum serta disiplin berlalu lintas sejak dini,” ujar AKP Helni Yalni.
Ia menambahkan bahwa angka pelanggaran lalu lintas yang melibatkan usia pelajar masih menjadi perhatian serius. Oleh sebab itu, edukasi dan pembinaan secara berkelanjutan dinilai menjadi langkah tepat dalam membangun budaya tertib lalu lintas di kalangan remaja.
AKP Helni Yalni juga menjelaskan bahwa anggota PKS memiliki peran penting sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas di sekolah. Selain membantu menjaga ketertiban saat jam masuk dan pulang sekolah, anggota PKS juga diharapkan mampu menjadi contoh bagi siswa lainnya.
“Kami berharap para pelajar yang tergabung dalam PKS mampu menjadi teladan dalam mematuhi aturan lalu lintas serta mengajak teman-temannya untuk bersama-sama menciptakan budaya disiplin di jalan raya,” katanya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tubaba IPTU Ucida, S.KM., S.H., M.H. melalui Kanit Regident IPDA Arief Teguh S, S.K.M., S.Psi., menyampaikan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah siswa SMA yang tergabung dalam OSIS atau organisasi intra sekolah melalui wadah PKS.
Menurutnya, keberadaan PKS sangat penting dalam membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tertib. PKS juga menjadi wadah pembinaan karakter yang efektif bagi para pelajar.
“Melalui penilaian dan pembinaan PKS ini, kami ingin menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta pemahaman tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada para pelajar. Diharapkan mereka dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” ujar IPDA Arief Teguh.
Ia menambahkan bahwa pembinaan PKS tidak hanya fokus pada aspek teknis pengaturan lalu lintas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan kerja sama.
Menurutnya, anggota PKS harus memiliki mental yang kuat, kemampuan komunikasi yang baik, serta keberanian dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Dalam kegiatan penilaian dan pembinaan ini diharapkan dapat terus berkelanjutan serta mampu menanggulangi masalah kenakalan remaja dan menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas di Kabupaten Tulang Bawang Barat,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah. Para guru dan pembina PKS mengaku sangat mengapresiasi perhatian dari Ditlantas Polda Lampung dan Satlantas Polres Tubaba yang terus aktif memberikan pembinaan kepada para siswa.
Pihak sekolah menilai bahwa pembinaan seperti ini sangat penting dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan sekolah, terutama dalam membentuk siswa yang disiplin dan bertanggung jawab.
Selain itu, edukasi keselamatan berlalu lintas juga dianggap relevan dengan kondisi saat ini, di mana masih banyak pelajar yang kurang memahami aturan berkendara secara benar.
Kepala sekolah berharap para siswa yang mengikuti kegiatan PKS dapat menjadi contoh yang baik bagi teman-temannya, baik dalam hal kedisiplinan maupun kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat penuh semangat. Para siswa mengikuti setiap arahan yang diberikan personel Satlantas dengan serius dan antusias.
Dalam sesi praktik lapangan, para peserta dilatih memperagakan gerakan pengaturan lalu lintas secara benar dan sesuai standar. Mereka juga diajarkan bagaimana bersikap tegas namun tetap humanis saat menjalankan tugas.
Selain praktik pengaturan lalu lintas, peserta juga mendapatkan pelatihan baris-berbaris yang bertujuan untuk melatih kekompakan, kedisiplinan, dan ketegasan.
Kerapian seragam dan atribut PKS juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Hal tersebut dilakukan untuk membentuk karakter disiplin dan rasa tanggung jawab para anggota PKS.
Personel Satlantas juga memberikan edukasi mengenai bahaya pelanggaran lalu lintas yang sering dilakukan pelajar, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, berkendara ugal-ugalan, menggunakan knalpot tidak sesuai standar, hingga mengendarai kendaraan tanpa surat izin mengemudi.
Edukasi tersebut diberikan agar para pelajar memahami risiko dan dampak buruk dari pelanggaran lalu lintas, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian juga mengajak para siswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan mengedukasi teman dan keluarga mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Menurut pihak kepolisian, budaya disiplin berlalu lintas harus dimulai dari lingkungan sekolah agar dapat terbentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan.
PKS sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu organisasi pelajar yang memiliki peran strategis dalam membantu menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
Selain membantu pengaturan lalu lintas di sekitar sekolah, anggota PKS juga dibina untuk memiliki jiwa sosial, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Keberadaan PKS juga dinilai mampu menjadi sarana positif bagi pelajar untuk mengembangkan potensi diri dan menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja.
Melalui kegiatan seperti ini, kepolisian berharap para pelajar tidak hanya memahami aturan lalu lintas secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Budaya tertib berlalu lintas yang ditanamkan sejak dini diyakini dapat memberikan dampak positif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di masa mendatang.
Di sisi lain, pembinaan PKS juga menjadi bentuk sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter, sadar hukum, dan peduli terhadap keselamatan.
Kolaborasi antara sekolah dan kepolisian dinilai sangat penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.
Para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman baru dan pembelajaran langsung dari personel kepolisian.
Beberapa siswa mengaku termotivasi untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas dan ingin menjadi contoh yang baik bagi teman-temannya.
“Kami jadi lebih memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas dan bagaimana cara mengatur lalu lintas dengan benar. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujar salah satu peserta.
Antusiasme para peserta menjadi bukti bahwa pembinaan seperti ini sangat dibutuhkan dan mampu memberikan dampak positif bagi kalangan pelajar.
Ditlantas Polda Lampung berharap kegiatan penilaian dan pembinaan PKS dapat terus dilaksanakan secara rutin di berbagai sekolah di wilayah Lampung.
Dengan semakin banyak pelajar yang mendapatkan edukasi keselamatan berlalu lintas, diharapkan budaya disiplin dan sadar hukum dapat tumbuh di tengah masyarakat.
Kegiatan di SMAN 1 Tumijajar ini juga menjadi bukti nyata komitmen kepolisian dalam mendukung terciptanya generasi muda yang berkualitas dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan di jalan raya.
Melalui pendekatan edukatif dan pembinaan yang berkelanjutan, para pelajar diharapkan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas yang dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar.
Selain membangun kesadaran hukum, pembinaan PKS juga diharapkan mampu membentuk mental generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki semangat kepemimpinan.
Kepolisian percaya bahwa pembinaan sejak dini merupakan investasi penting dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang lebih baik di masa depan.
Dengan adanya kegiatan penilaian dan pembinaan PKS ini, diharapkan para pelajar mampu memahami bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya kewajiban aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Kesadaran tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan keamanan dan keselamatan di jalan raya, khususnya di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Program pembinaan PKS yang dilaksanakan oleh Subditkamsel Ditlantas Polda Lampung bersama Satlantas Polres Tubaba ini pun diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya.
Melalui pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, sadar hukum, dan siap menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di masa mendatang.
(humas_tubaba)
Redaksi Gnotif




0 Komentar