Bandar Lampung, (Gnotif.com) – Polda Lampung bergerak cepat menanggapi beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang ibu rumah tangga (IRT) mengaku menjadi korban dugaan pemerasan oleh oknum polisi di wilayah Way Kanan.
Video yang tersebar luas di berbagai platform media sosial tersebut menjadi perhatian publik karena memuat pengakuan seorang perempuan terkait proses hukum yang menimpa suaminya.
Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, perempuan yang mengenakan pakaian bermotif batik tersebut mengaku bahwa suaminya diamankan terkait dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite.
Ia menjelaskan bahwa dirinya dan suaminya hanyalah pedagang eceran kecil yang menjual Pertalite untuk membantu masyarakat sekitar yang lokasinya cukup jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Selain itu, perempuan tersebut juga mengaku dimintai uang sebesar Rp50 juta oleh oknum tertentu di Polsek Pakuan Ratu agar suaminya dapat dibebaskan dari proses hukum.
Namun karena tidak mampu memenuhi permintaan tersebut, suaminya disebut masih menjalani penahanan di Polres Way Kanan.
Dalam video yang beredar luas di media sosial itu, perempuan tersebut bahkan menyampaikan harapannya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kapolri agar dapat memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapinya.
Video tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan menjadi bahan perbincangan luas di media sosial. Banyak warganet meminta agar kasus tersebut ditindaklanjuti secara serius dan transparan.
Menanggapi viralnya video tersebut, Polda Lampung memastikan telah mengambil langkah cepat dengan menerjunkan tim dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pengecekan dan pendalaman langsung di lapangan.
Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, menyampaikan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen institusi kepolisian dalam merespons setiap pengaduan masyarakat secara profesional dan objektif.
“Atas perintah Kapolda, laporan sudah diterima dan Propam sudah turun ke lapangan. Setiap pengaduan dan laporan akan ditangani secara profesional,” ujar Yuni dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Ia menegaskan bahwa Polda Lampung berkomitmen menjaga integritas institusi dan tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian.
Menurutnya, seluruh proses pemeriksaan akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku untuk memastikan seluruh fakta di lapangan dapat diketahui secara utuh dan objektif.
“Sesuai arahan pimpinan, kami menegaskan setiap temuan pelanggaran anggota akan ditindak tegas,” tambahnya.
Langkah cepat yang dilakukan Polda Lampung mendapat perhatian publik karena menunjukkan respons institusi terhadap berbagai keluhan masyarakat yang berkembang di media sosial.
Di era digital saat ini, penyebaran informasi berlangsung sangat cepat dan dapat memengaruhi opini publik dalam waktu singkat. Karena itu, respons cepat dan transparan dari aparat penegak hukum dinilai sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Polda Lampung memastikan bahwa proses penanganan terhadap laporan tersebut dilakukan secara objektif dan transparan tanpa menutupi fakta yang ada.
Tim Propam yang diterjunkan ke lapangan akan melakukan serangkaian pemeriksaan dan pengumpulan informasi terkait dugaan pemerasan yang disebutkan dalam video viral tersebut.
Selain mendalami dugaan pelanggaran oleh oknum anggota, pihak kepolisian juga akan menelusuri kronologi penanganan kasus dugaan penimbunan BBM subsidi yang melibatkan suami perempuan tersebut.
Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran prosedur maupun tindakan yang bertentangan dengan aturan, maka oknum yang terlibat dipastikan akan diproses sesuai ketentuan hukum dan kode etik kepolisian.
Yuni menegaskan bahwa institusi Polri terus berupaya memperkuat pengawasan internal guna menjaga profesionalisme dan integritas seluruh personel di lapangan.
Menurutnya, pengawasan terhadap perilaku anggota menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh anggota bekerja sesuai aturan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yuni juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh berbagai narasi yang belum terverifikasi kebenarannya di media sosial.
Ia meminta masyarakat untuk tetap mengedepankan sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan proses hukum.
“Kami juga meminta masyarakat tetap tenang serta tidak mudah terpancing narasi yang belum terverifikasi di media sosial,” katanya.
Fenomena penyebaran informasi di media sosial memang sering kali memunculkan berbagai spekulasi dan opini yang belum tentu sesuai dengan fakta sebenarnya.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak langsung mengambil kesimpulan sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
Polda Lampung juga mengingatkan bahwa setiap laporan masyarakat akan diproses sesuai prosedur yang berlaku dan dilakukan secara profesional.
Institusi kepolisian, kata Yuni, memiliki komitmen untuk menjaga kepercayaan publik melalui penanganan laporan yang transparan dan akuntabel.
Selain itu, Yuni turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan berbagai informasi maupun dugaan pelanggaran yang melibatkan anggota Polri melalui layanan pengaduan resmi yang telah disediakan.
Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting dalam mendukung pengawasan terhadap pelayanan publik dan kinerja aparat penegak hukum.
“Masyarakat bisa menyampaikan setiap informasi tentang anggota Polri lewat barcode pelayanan pengaduan yang telah disediakan Bidpropam,” tandasnya.
Bidang Profesi dan Pengamanan atau Propam sendiri merupakan unsur pengawas internal di tubuh Polri yang memiliki tugas melakukan pembinaan disiplin, penegakan kode etik, serta pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran anggota.
Dalam berbagai kasus, Propam memiliki peran penting untuk memastikan seluruh anggota Polri menjalankan tugas sesuai aturan dan standar profesional yang berlaku.
Kasus viral di Way Kanan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga profesionalisme aparat dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum menjadi faktor penting dalam menciptakan stabilitas dan keamanan di lingkungan sosial.
Karena itu, berbagai langkah pembenahan internal dan pengawasan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
Polda Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas institusi dengan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran yang terbukti dilakukan anggota.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Polri yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat berharap proses pemeriksaan terhadap kasus tersebut dapat berjalan secara transparan sehingga mampu memberikan kejelasan terhadap berbagai informasi yang beredar.
Pemeriksaan yang dilakukan Propam diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan publik sekaligus memastikan apakah benar terjadi dugaan pelanggaran seperti yang disebutkan dalam video viral tersebut.
Polda Lampung memastikan bahwa seluruh proses pemeriksaan dilakukan berdasarkan fakta dan data yang ditemukan di lapangan.
Selain itu, pengawasan internal yang dilakukan juga menjadi bentuk evaluasi terhadap pelayanan dan kinerja anggota kepolisian di lapangan.
Kasus ini menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap isu-isu yang berkaitan dengan pelayanan publik dan penegakan hukum.
Karena itu, keterbukaan informasi dan penanganan yang cepat menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Polda Lampung juga terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban dengan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Kepolisian berharap masyarakat tetap memberikan ruang bagi aparat untuk bekerja melakukan pemeriksaan secara profesional dan objektif.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, institusi kepolisian dituntut untuk mampu merespons berbagai persoalan masyarakat secara transparan dan akuntabel.
Langkah cepat yang diambil Polda Lampung dalam merespons video viral tersebut dinilai sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga profesionalisme dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Polda Lampung memastikan bahwa seluruh pengaduan masyarakat akan ditindaklanjuti secara serius tanpa pandang bulu.
Dengan adanya proses pendalaman yang dilakukan Propam, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kepastian dan kejelasan terkait kasus yang sedang menjadi perhatian publik tersebut.
Ke depan, penguatan profesionalisme dan pengawasan internal akan terus menjadi fokus penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Melalui langkah-langkah tersebut, Polda Lampung berharap dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan setiap anggota Polri menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme.
(*)
Redaksi

0 Komentar