KOTABUMI, (Gnotif.com) – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara kembali menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan seni, budaya, dan pembinaan generasi muda melalui partisipasi dalam ajang keagamaan tingkat nasional. Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Nasional Ke XIV yang akan berlaga di Manokwari, Papua Barat.
Pelepasan kontingen Vocal Grup Remaja sebagai wakil Provinsi Lampung tersebut dilaksanakan di Ruang Tapis, Rabu 3 Juni 2026, dalam suasana penuh semangat dan rasa bangga. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua dan Pengurus Lembaga Pesparawi Daerah Kabupaten Lampung Utara, para pembina, serta para pelatih yang selama ini mendampingi dan membina para peserta hingga siap tampil di ajang nasional.
Momen pelepasan ini menjadi penanda bahwa Lampung Utara tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pelayanan publik, tetapi juga memberi ruang besar bagi pembinaan mental, spiritual, dan prestasi masyarakat, khususnya generasi muda. Ajang Pesparawi sendiri memiliki nilai yang sangat penting karena bukan hanya kompetisi paduan suara, melainkan juga sarana mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman bangsa.
Dalam kesempatan itu, Bupati Lampung Utara memberikan pesan yang kuat dan penuh makna kepada seluruh anggota kontingen. Ia menekankan bahwa setiap peserta yang berangkat bukan sekadar membawa nama pribadi atau kelompok, tetapi juga mengemban amanah besar sebagai duta daerah yang mewakili Kabupaten Lampung Utara dan Provinsi Lampung di tingkat nasional.
"Saudara dan saudari tidak hanya membawa nama pribadi maupun kelompok, tetapi juga membawa nama kabupaten Lampung Utara dan Provinsi Lampung," ucap Bupati.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk dorongan moral sekaligus pengingat agar para peserta mampu menjaga sikap, etika, dan kehormatan daerah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat. Menurut Bupati, keikutsertaan dalam ajang seperti ini merupakan sebuah kebanggaan yang harus dijaga dengan tanggung jawab, kedisiplinan, dan perilaku yang baik.
Bupati juga meminta agar seluruh anggota kontingen menunjukkan sikap yang santun, disiplin, rendah hati, saling menghormati sesama peserta, serta menjunjung tinggi sportivitas. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat penting karena kemenangan atau prestasi yang diraih akan lebih bermakna apabila diikuti dengan karakter yang baik dan sikap yang terpuji.
“Tunjukanlah sikap yang santun, disiplin, rendah hati, menghormati sesama peserta, serta menjunjung tinggi sportivitas,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa prestasi memang menjadi tujuan yang wajar dan penting dalam sebuah kompetisi, namun terdapat hal lain yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana peserta mampu menunjukkan karakter yang baik dan menjadi teladan bagi orang lain. Bagi pemerintah daerah, prestasi tanpa etika tidak akan memberi nilai yang utuh, sementara karakter yang baik akan selalu menjadi bekal yang bermanfaat di mana pun seseorang berada.
Menurut Hamartoni Ahadis, partisipasi dalam Pesparawi Nasional bukan hanya soal tampil di panggung lomba, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan jati diri generasi muda. Melalui kegiatan ini, para peserta belajar tentang kerja sama tim, disiplin latihan, tanggung jawab, serta kemampuan untuk mengendalikan diri dalam suasana kompetitif. Hal-hal tersebut merupakan bekal berharga yang akan berguna dalam kehidupan mereka ke depan.
Pesparawi Nasional XIV sendiri menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia. Dalam suasana persaingan yang sehat, para peserta dituntut menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam seni paduan suara gerejawi, sekaligus memperlihatkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan cinta kasih yang menjadi ruh utama dari kegiatan tersebut.
Bagi Provinsi Lampung, keikutsertaan kontingen Vocal Grup Remaja dalam ajang ini menjadi kebanggaan tersendiri. Anak-anak muda yang terpilih tentu telah melewati proses seleksi dan pembinaan yang cukup panjang. Mereka tidak hanya mewakili daerah dari sisi kemampuan vokal, tetapi juga mewakili semangat juang, kerja keras, dan dedikasi yang telah ditanamkan selama masa persiapan.
Ketua dan Pengurus Lembaga Pesparawi Daerah Kabupaten Lampung Utara yang hadir dalam acara pelepasan tersebut juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah daerah. Menurut mereka, dukungan Bupati menjadi motivasi besar bagi para peserta untuk tampil percaya diri dan memberikan hasil terbaik di ajang nasional.
Pembina dan pelatih kontingen pun memiliki peran penting dalam keberangkatan ini. Selama masa pembinaan, mereka telah mendampingi para peserta dengan penuh kesabaran, ketekunan, dan semangat. Latihan yang dijalankan bukan hanya untuk mematangkan teknik vokal, tetapi juga untuk membangun kekompakan, penghayatan, dan kedisiplinan dalam setiap penampilan.
Keberangkatan kontingen ke Manokwari, Papua Barat, menjadi perjalanan penting yang penuh makna. Selain membawa nama Provinsi Lampung, kehadiran mereka juga menjadi representasi Kabupaten Lampung Utara dalam ruang kebersamaan umat, seni, dan budaya gerejawi tingkat nasional. Hal ini menunjukkan bahwa daerah memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi muda yang berprestasi dan mampu bersaing secara sehat di tingkat yang lebih luas.
Ajang Pesparawi merupakan salah satu wadah pembinaan yang tidak hanya menekankan pada kualitas seni, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual dan sosial. Melalui paduan suara gerejawi, para peserta diajak untuk menyampaikan pesan damai, kasih, dan persaudaraan. Dengan demikian, setiap penampilan di atas panggung tidak hanya dinilai dari aspek teknik, tetapi juga dari kedalaman penghayatan dan kesatuan suara yang mencerminkan keharmonisan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara memandang ajang seperti ini sebagai sarana penting untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Dukungan kepada kontingen Pesparawi menjadi bagian dari komitmen daerah dalam memberi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mengukir prestasi di luar bidang akademik maupun olahraga.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kegiatan seni dan keagamaan seperti Pesparawi memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Mereka tidak hanya diajak untuk berkompetisi, tetapi juga untuk belajar menghargai perbedaan, menjalin persahabatan, serta membawa semangat positif dari daerah asal masing-masing.
Bupati Hamartoni Ahadis juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong berbagai kegiatan positif yang melibatkan generasi muda, termasuk dalam bidang seni suara dan pembinaan rohani. Menurutnya, pembangunan daerah yang berkelanjutan harus disertai dengan pembangunan karakter masyarakat, terutama anak-anak muda sebagai penerus masa depan.
“Prestasi memang penting, namun tidak kalah pentingnya bagaimana menunjukan karakter yang baik dan menjadi teladan bagi orang lain,” ujar Bupati.
Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari piala atau penghargaan, melainkan juga dari dampak positif yang diberikan seseorang kepada lingkungan sekitarnya. Dalam konteks peserta Pesparawi, mereka diharapkan mampu membawa pulang pengalaman, jaringan persahabatan, dan semangat baru untuk terus berkarya di daerah masing-masing.
Suasana pelepasan kontingen berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta tampak antusias menerima arahan dan motivasi dari Bupati. Mereka menyimak dengan serius setiap pesan yang disampaikan, seolah menyadari bahwa keberangkatan ini adalah kehormatan yang harus dijaga dengan baik.
Para orang tua dan pendamping yang hadir juga turut merasakan kebanggaan tersendiri. Melihat anak-anak muda mereka mendapat kesempatan tampil di ajang nasional tentu menjadi kebahagiaan yang tidak ternilai. Kepercayaan yang diberikan kepada mereka menjadi bukti bahwa kerja keras selama ini telah membuahkan hasil.
Selain itu, pelepasan kontingen ini juga memperlihatkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, lembaga pembinaan Pesparawi, para pelatih, pembina, dan keluarga peserta. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi yang unggul, percaya diri, dan siap berkompetisi secara sehat di level nasional.
Di level yang lebih luas, keikutsertaan Lampung dalam Pesparawi Nasional XIV juga menjadi sarana memperkenalkan keragaman budaya, semangat kebersamaan, dan potensi daerah kepada masyarakat dari provinsi lain. Setiap kontingen membawa ciri khas masing-masing, namun tetap dipersatukan dalam semangat pujian, persaudaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Bagi Kabupaten Lampung Utara, dukungan terhadap kontingen ini merupakan wujud nyata perhatian terhadap dunia pendidikan karakter dan pembinaan keagamaan. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa generasi muda memiliki ruang untuk tumbuh tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara moral, spiritual, dan sosial.
Melalui ajang seperti Pesparawi, peserta dilatih untuk bekerja dalam tim, menghargai perbedaan suara dan peran, serta mengedepankan harmoni. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat, di mana kerja sama, saling menghormati, dan saling mendukung merupakan kunci terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis.
Pelepasan kontingen di Ruang Tapis menjadi simbol doa dan harapan besar dari pemerintah daerah serta masyarakat Lampung Utara agar para peserta dapat tampil maksimal, menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, dan membawa nama baik daerah di panggung nasional. Harapan itu bukan semata-mata tentang kemenangan, tetapi juga tentang bagaimana mereka menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan.
Dalam konteks pembangunan daerah, kehadiran generasi muda yang berprestasi dan berkarakter baik menjadi aset yang sangat berharga. Mereka adalah cerminan masa depan daerah, sekaligus bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan membanggakan.
Bupati berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, berproses, dan menunjukkan kemampuan terbaik. Apapun hasil yang diraih nantinya, pengalaman mengikuti Pesparawi Nasional XIV akan menjadi kenangan berharga sekaligus bekal untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi di masa mendatang.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Lampung Utara menaruh harapan besar kepada kontingen Vocal Grup Remaja untuk dapat tampil percaya diri, menjaga nama baik daerah, dan menjadi kebanggaan masyarakat. Kehadiran mereka di Manokwari bukan hanya membawa suara dalam harmoni lagu, tetapi juga membawa semangat, doa, dan harapan dari seluruh warga Lampung Utara.
Melalui pelepasan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang membangun karakter, meningkatkan prestasi, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Pesparawi menjadi salah satu bukti bahwa seni dan iman dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang cerdas, santun, dan berdaya saing.
Ke depan, diharapkan semakin banyak putra-putri daerah yang berani tampil, berkarya, dan mengharumkan nama Lampung Utara di berbagai ajang, baik tingkat regional maupun nasional. Dengan dukungan pemerintah, lembaga pembinaan, para pelatih, dan keluarga, potensi generasi muda Lampung Utara diyakini akan terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. (*)
Redaksi Gnotif





0 Komentar