Kotabumi, Lampung Utara, (Gnotif.com) – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lampung Utara ke-80 Tahun 2026 terus berlangsung dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Salah satu agenda yang menjadi perhatian publik adalah Festival Lomba Ringget se-Kabupaten Lampung Utara yang digelar di Taman Olah Seni Kotabumi, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan budaya yang sarat dengan nilai tradisi tersebut dihadiri oleh Camat Abung Tengah Kasim, S.E., M.M., beserta jajaran pemerintah kecamatan. Kehadiran Camat Abung Tengah bersama rombongan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya daerah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Lampung Utara yang memasuki usia ke-80 tahun.
Festival Ringget secara resmi dibuka oleh Bupati Lampung Utara Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan budaya yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kabupaten Lampung Utara Tahun 2026.
Suasana Taman Olah Seni Kotabumi tampak semarak sejak pagi hari. Ratusan peserta, pendamping, guru, tokoh masyarakat, serta tamu undangan memadati lokasi acara. Berbagai penampilan seni budaya daerah tersaji dengan menarik, memperlihatkan kekayaan tradisi yang dimiliki Kabupaten Lampung Utara.
Lomba Festival Ringget tahun ini diikuti oleh perwakilan dari 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Utara. Selain itu, kompetisi juga diikuti oleh perwakilan dari tingkat pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Keterlibatan pelajar dalam festival tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap warisan budaya daerah.
Camat Abung Tengah Kasim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa partisipasi Kecamatan Abung Tengah dalam festival budaya tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung program pelestarian budaya daerah. Menurutnya, budaya merupakan identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Festival Ringget bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pelestarian budaya. Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda dapat mengenal, memahami, dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan seni tradisional memiliki nilai historis dan filosofis yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan budaya harus terus mendapat dukungan dari seluruh pihak agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan pengaruh budaya luar.
Festival Ringget yang digelar dalam rangka HUT Kabupaten Lampung Utara ke-80 tersebut menjadi wadah bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam membawakan seni tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Lampung. Setiap peserta tampil dengan penuh semangat dan kreativitas, menampilkan koreografi, kostum, serta kekompakan yang memukau para penonton.
Penampilan dari masing-masing kecamatan menunjukkan karakteristik dan kekayaan budaya yang beragam. Para peserta tidak hanya berlomba untuk meraih prestasi, tetapi juga berupaya menampilkan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Bupati Lampung Utara Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelestarian budaya daerah merupakan salah satu tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mempertahankan identitas budaya.
“Budaya adalah jati diri daerah. Di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi yang semakin pesat, kita harus tetap menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi warisan leluhur. Festival Ringget ini merupakan salah satu upaya untuk memastikan budaya daerah tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” kata Bupati.
Ia juga mengapresiasi seluruh kecamatan yang telah mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti perlombaan. Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa semangat melestarikan budaya masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Lampung Utara.
Peringatan HUT Kabupaten Lampung Utara ke-80 tahun 2026 mengusung semangat kebersamaan, persatuan, dan pembangunan berkelanjutan. Berbagai kegiatan telah disiapkan pemerintah daerah untuk melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari kegiatan olahraga, sosial, pendidikan, hingga seni budaya.
Festival Ringget menjadi salah satu agenda unggulan karena memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya daerah kepada generasi muda. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar-kecamatan yang dapat mempererat hubungan serta memperkuat rasa persaudaraan di antara masyarakat Lampung Utara.
Selama berlangsungnya perlombaan, para peserta mendapatkan perhatian besar dari masyarakat yang hadir. Tepuk tangan dan sorak sorai penonton terus mengiringi setiap penampilan yang disajikan di atas panggung. Semangat para peserta yang tampil maksimal menciptakan suasana kompetisi yang sehat dan penuh kekeluargaan.
Kehadiran pelajar SMP dan SMA dalam festival ini juga menjadi nilai tambah yang penting. Melalui keterlibatan dunia pendidikan, pelestarian budaya dapat dilakukan secara berkesinambungan. Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada para siswa sejak dini.
Para guru pendamping yang hadir mengaku bangga melihat antusiasme para siswa dalam mempersiapkan diri mengikuti lomba. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar generasi muda memiliki ruang untuk mengekspresikan bakat sekaligus memperdalam pengetahuan mengenai budaya daerah.
Di sisi lain, masyarakat yang menyaksikan festival juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara yang secara konsisten menghadirkan kegiatan budaya dalam setiap momentum peringatan hari jadi daerah. Mereka menilai bahwa festival budaya mampu menjadi sarana hiburan yang edukatif sekaligus memperkuat identitas masyarakat.
Camat Abung Tengah Kasim, S.E., M.M., juga menyampaikan harapannya agar seluruh peserta dapat menjadikan kompetisi tersebut sebagai pengalaman berharga. Menurutnya, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan utama, melainkan bagaimana seluruh peserta mampu menunjukkan dedikasi dan kecintaan terhadap budaya daerah.
“Yang terpenting adalah semangat untuk melestarikan budaya. Semua peserta adalah duta budaya yang membawa nama baik kecamatan maupun sekolah masing-masing. Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan motivasi kepada generasi muda untuk terus mencintai budaya daerah,” katanya.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Festival Ringget juga memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi masyarakat. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang memanfaatkan momentum kegiatan tersebut untuk menjajakan berbagai produk makanan, minuman, dan kerajinan lokal di sekitar lokasi acara.
Keramaian yang tercipta selama kegiatan berlangsung memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan budaya tidak hanya memiliki nilai sosial dan edukatif, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara sendiri terus berupaya menjadikan sektor budaya sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Berbagai program pembinaan terhadap kelompok seni dan budaya terus dilakukan agar keberadaan seni tradisional tetap lestari dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Festival Ringget yang digelar tahun ini menjadi bukti nyata bahwa budaya daerah masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas seni, dan masyarakat, upaya pelestarian budaya dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Momentum peringatan HUT Kabupaten Lampung Utara ke-80 juga menjadi refleksi perjalanan panjang pembangunan daerah. Selama delapan dekade, Kabupaten Lampung Utara telah mengalami berbagai perkembangan di berbagai sektor. Namun demikian, budaya tetap menjadi fondasi penting yang harus dijaga sebagai identitas daerah.
Para peserta festival tampil penuh percaya diri dengan mengenakan busana tradisional yang memperkaya nilai estetika pertunjukan. Keindahan kostum yang dipadukan dengan gerakan yang harmonis memberikan daya tarik tersendiri bagi para penonton yang hadir.
Dewan juri yang bertugas melakukan penilaian tampak serius memperhatikan setiap penampilan peserta. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, antara lain teknik penampilan, kekompakan, penghayatan, kreativitas, serta kesesuaian dengan nilai-nilai budaya yang ditampilkan.
Kompetisi berlangsung dalam suasana yang sportif dan penuh semangat. Seluruh peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka, sementara para pendukung memberikan dukungan dengan tertib dan penuh antusiasme.
Festival Ringget se-Kabupaten Lampung Utara Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi agenda budaya tahunan yang semakin berkembang dan mampu menarik perhatian masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian, budaya daerah tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal, tetapi juga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Lampung Utara.
Peringatan HUT Kabupaten Lampung Utara ke-80 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya. Keberhasilan penyelenggaraan Festival Ringget menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para pendahulu dapat terus hidup dan berkembang. Generasi muda diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga serta mempromosikan budaya daerah sehingga tetap eksis di tengah arus globalisasi.
Dengan semangat Hari Ulang Tahun Kabupaten Lampung Utara ke-80, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus bersatu, berkarya, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Festival Ringget menjadi salah satu bukti bahwa budaya dapat menjadi perekat persatuan sekaligus sumber inspirasi dalam mewujudkan Lampung Utara yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya luhur. (Pariyo Saputra)
Redaksi Gnotif







0 Komentar