Berita

Breaking News

Camat Air Hitam Hadiri Haflah At-Tasyakur Lil Ikhtitam ke-31 Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin Gunung Terang, Momentum Syiar Islam dan Pembinaan Generasi Berakhlakul Karimah

LAMPUNG BARAT, (Gnotif.com) – Suasana penuh khidmat, religius, dan kebersamaan menyelimuti lingkungan Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin Gunung Terang, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, pada Kamis (11/6/2026). Ratusan santri, wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah berkumpul dalam rangka mengikuti kegiatan Haflah At-Tasyakur Lil Ikhtitam ke-31 yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin.

Kegiatan tahunan yang menjadi salah satu agenda penting dalam kalender pendidikan pondok pesantren tersebut berlangsung dengan penuh makna. Selain menjadi momentum syukur atas selesainya proses pendidikan para santri pada tahun ajaran ini, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara keluarga besar pondok pesantren dengan masyarakat serta pemerintah daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Air Hitam, Gustian Afriza, S.T., M.M., yang mewakili unsur pemerintah kecamatan. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap eksistensi lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang selama ini telah berkontribusi besar dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki wawasan keislaman yang kuat.

Selain Camat Air Hitam, kegiatan juga dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat Prayitno, S.H., Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Lampung Barat, para tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, alumni, wali santri, serta berbagai elemen masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Air Hitam dan sekitarnya.

Sejak pagi hari, kawasan Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin tampak dipenuhi para tamu undangan dan masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian acara. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh panitia dan para santri demi menyukseskan kegiatan Haflah At-Tasyakur Lil Ikhtitam yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-31.

Angka tersebut menjadi bukti perjalanan panjang Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin dalam menjalankan misi pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat. Selama lebih dari tiga dekade, pondok pesantren ini telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di berbagai daerah dan berkiprah dalam berbagai bidang kehidupan.

Acara diawali dengan penampilan kreasi santri yang menampilkan berbagai kemampuan dan bakat yang telah diasah selama menjalani pendidikan di lingkungan pesantren. Beragam penampilan seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Inggris, seni hadroh, shalawat, hingga berbagai pertunjukan islami lainnya berhasil memukau para tamu undangan yang hadir.

Penampilan para santri tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menunjukkan hasil pembinaan yang dilakukan oleh para ustaz dan ustazah selama ini. Setiap penampilan yang disajikan mencerminkan semangat belajar, kedisiplinan, dan penguasaan ilmu yang dimiliki para santri.

Tepuk tangan meriah berkali-kali terdengar dari para hadirin sebagai bentuk apresiasi terhadap penampilan para santri yang tampil penuh percaya diri. Kebanggaan juga tampak terpancar dari wajah para wali santri yang menyaksikan langsung perkembangan putra-putri mereka selama menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Salah satu rangkaian penting dalam kegiatan tersebut adalah pemberian penghargaan kepada para santri berprestasi. Penghargaan diberikan kepada santri yang berhasil menunjukkan prestasi terbaik dalam bidang akademik, hafalan Al-Qur’an, kedisiplinan, serta berbagai bidang lainnya.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar para santri terus meningkatkan semangat belajar dan mengembangkan potensi diri. Pondok pesantren berharap penghargaan yang diberikan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh santri untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Prosesi pemberian penghargaan berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Para santri yang menerima penghargaan tampak bahagia saat dipanggil ke atas panggung untuk menerima piagam dan penghormatan dari pihak pondok pesantren.

Momentum tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren tidak hanya menitikberatkan pada aspek spiritual, tetapi juga mendorong lahirnya budaya prestasi dan semangat kompetitif yang sehat di kalangan santri.

Memasuki acara inti, para hadirin mengikuti Pengajian Akbar yang menghadirkan penceramah nasional K.H. Zuhrul Anam Hisyam atau yang akrab dikenal sebagai Gus Anam. Kehadiran ulama muda yang dikenal luas di berbagai daerah tersebut menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang hadir.

Dalam tausiyahnya, Gus Anam menyampaikan berbagai pesan keagamaan yang menyejukkan dan sarat makna. Ia mengajak seluruh hadirin untuk terus memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pendidikan agama memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks. Oleh karena itu, keberadaan pondok pesantren harus terus dijaga dan diperkuat sebagai benteng moral masyarakat.

“Pesantren adalah tempat lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan kuat dalam memegang nilai-nilai agama. Dari pesantren lahir para ulama, pemimpin, dan tokoh masyarakat yang membawa manfaat bagi umat,” ujar Gus Anam dalam ceramahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman yang ada di masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan dan saling menghormati harus terus dipupuk agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis dan damai.

Ceramah yang disampaikan Gus Anam mendapat sambutan hangat dari para jamaah. Banyak pesan yang dianggap relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama terkait pentingnya pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Camat Air Hitam Gustian Afriza, S.T., M.M. menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin atas dedikasi dan kontribusinya dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam mencetak generasi muda yang berakhlakul karimah, berilmu pengetahuan, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Air Hitam, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin. Selama ini pondok pesantren telah menjadi salah satu lembaga pendidikan yang berperan besar dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang baik,” ujar Gustian Afriza.

Ia menambahkan bahwa keberadaan pondok pesantren tidak hanya penting bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi pembangunan sosial kemasyarakatan. Banyak lulusan pesantren yang mampu menjadi penggerak pembangunan, tokoh agama, pendidik, hingga pelaku usaha yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah sangat mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pondok pesantren karena sejalan dengan upaya menciptakan masyarakat yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Gustian juga berharap momentum Haflah At-Tasyakur Lil Ikhtitam dapat menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang syukur atas capaian pendidikan para santri, tetapi juga menjadi wadah memperkuat kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan semangat dalam menuntut ilmu agama,” katanya.

Ia mengajak para santri untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar kelak mampu menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Menurutnya, tantangan masa depan akan semakin besar sehingga diperlukan generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, serta akhlak yang baik.

“Santri hari ini adalah pemimpin masa depan. Teruslah belajar, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, dan jadilah pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” pesannya.

Anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat Prayitno, S.H., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga memberikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin. Ia menilai pesantren memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan moral di tengah masyarakat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan memiliki landasan moral yang kuat. Oleh karena itu, peran pesantren sangat penting dalam mencetak generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.

Kegiatan Haflah At-Tasyakur Lil Ikhtitam ke-31 Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin berlangsung hingga malam hari dengan diikuti antusiasme tinggi dari masyarakat. Ribuan jamaah yang hadir tampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib dan penuh kekhusyukan.

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya hubungan antara pondok pesantren, masyarakat, dan pemerintah daerah. Kolaborasi yang baik tersebut diharapkan terus terjalin dalam upaya membangun generasi muda yang berkualitas dan berakhlakul karimah.

Selama lebih dari tiga puluh tahun berdiri, Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin telah menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang berpengaruh di wilayah Kecamatan Air Hitam dan sekitarnya. Berbagai prestasi dan kontribusi yang telah diberikan menjadikan pondok pesantren ini sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mendapat kepercayaan besar dari masyarakat.

Melalui momentum Haflah At-Tasyakur Lil Ikhtitam ke-31 ini, keluarga besar Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang beriman, bertakwa, berilmu, dan berakhlakul karimah.

Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan seluruh elemen yang terlibat, Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin diharapkan terus berkembang dan menjadi pusat pendidikan Islam yang mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, berintegritas, serta bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

Semangat kebersamaan, nilai-nilai keislaman, serta komitmen dalam menuntut ilmu yang tercermin dalam kegiatan Haflah At-Tasyakur Lil Ikhtitam ke-31 tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga tradisi pendidikan dan dakwah sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan yang lebih baik.

(*)

Redaksi Gnotif 

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif