TULANG BAWANG BARAT, (GNOTIF.COM) – Dalam upaya menjaga dan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, nyaman, dan kondusif, jajaran Polsek Tumijajar Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus meningkatkan berbagai langkah preventif dan penegakan hukum di wilayah hukumnya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa razia di sejumlah tempat hiburan malam yang berada di Kecamatan Tumijajar, Jumat malam (13/06/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tumijajar Iptu Sobrun, S.H., M.H., didampingi para Kepala Unit (Kanit) beserta personel Polsek Tumijajar. Razia yang dilaksanakan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang kerap menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang digelar di halaman Mapolsek Tumijajar. Dalam apel tersebut, Kapolsek memberikan arahan kepada seluruh personel terkait sasaran kegiatan, mekanisme pemeriksaan, serta pentingnya mengedepankan sikap humanis selama pelaksanaan razia.
Setelah apel selesai, seluruh personel bergerak menuju sejumlah lokasi yang telah menjadi target operasi. Tempat-tempat hiburan malam yang berada di wilayah hukum Polsek Tumijajar menjadi sasaran utama dalam kegiatan tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap aktivitas yang berlangsung di tempat hiburan malam sekaligus memastikan tidak adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pengunjung maupun pengelola tempat hiburan. Selain melakukan pengecekan identitas, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada para pengunjung agar senantiasa menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Kepolisian juga mengingatkan pengelola tempat hiburan malam untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan usahanya. Pengelola diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan maupun berkaitan dengan tindak pidana.
Situasi pemeriksaan berlangsung tertib dan kondusif. Para pengunjung maupun pengelola tempat hiburan tampak kooperatif saat petugas melakukan pemeriksaan. Langkah preventif tersebut mendapat respons positif karena dinilai sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Namun dalam pelaksanaan razia tersebut, petugas menemukan dua orang pengunjung yang menunjukkan gerak-gerik mencurigakan saat berada di salah satu ruang karaoke. Kecurigaan petugas kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap kedua orang tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sebuah bungkus plastik klip yang diduga berisi serbuk berwarna cokelat muda. Barang tersebut ditemukan tersimpan di dalam saku celana bagian depan sebelah kiri milik salah satu pengunjung yang diperiksa.
Barang yang diduga sebagai narkotika tersebut diketahui dibungkus menggunakan uang kertas senilai Rp57.000. Temuan tersebut kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Petugas yang berada di lokasi segera melakukan tindakan sesuai prosedur. Kedua pengunjung tersebut selanjutnya diamankan dan dibawa ke Mapolsek Tumijajar guna menjalani pemeriksaan awal sebelum diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang Barat untuk proses penyelidikan dan pemeriksaan lanjutan.
Penemuan barang yang diduga narkotika tersebut menjadi bukti bahwa tempat hiburan malam masih berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu sebagai lokasi penyalahgunaan maupun peredaran barang terlarang. Oleh sebab itu, kegiatan pengawasan dan razia rutin dinilai sangat penting untuk terus dilakukan.
Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Tumijajar Iptu Sobrun, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan razia merupakan bagian dari langkah preventif yang dilakukan kepolisian guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Menurutnya, keberadaan aparat di lapangan tidak hanya bertujuan melakukan penindakan, tetapi juga memberikan edukasi dan pencegahan kepada masyarakat agar terhindar dari berbagai bentuk pelanggaran hukum, khususnya penyalahgunaan narkotika.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat hiburan,” ujar Kapolsek Tumijajar.
Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus meningkatkan kegiatan patroli, razia, dan operasi kepolisian di wilayah hukum Polsek Tumijajar sebagai langkah nyata dalam menjaga keamanan lingkungan.
Menurutnya, peredaran narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak generasi muda serta berdampak negatif terhadap stabilitas sosial di masyarakat. Oleh karena itu, upaya pemberantasan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Kapolsek juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Ia menilai bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan dukungan dan peran aktif masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. Pencegahan tidak dapat dilakukan aparat penegak hukum saja, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar tidak mencoba, menggunakan, maupun terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan narkotika. Menurutnya, dampak buruk narkoba tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.
Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan berbagai persoalan sosial mulai dari meningkatnya angka kriminalitas, gangguan kesehatan, hingga rusaknya masa depan generasi muda. Oleh sebab itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi dan pengawasan bersama.
Kegiatan razia yang dilaksanakan Polsek Tumijajar juga menjadi bentuk komitmen Polri dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba. Berbagai langkah preventif dan represif terus dilakukan guna mempersempit ruang gerak para pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Dalam beberapa tahun terakhir, aparat kepolisian terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba.
Pendidikan dan sosialisasi mengenai bahaya narkoba dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat. Dengan pemahaman yang baik mengenai dampak buruk narkotika, masyarakat diharapkan memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan.
Selain itu, pengawasan terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi penyalahgunaan narkoba juga terus diperketat. Tempat hiburan malam menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus karena sering menjadi titik berkumpulnya banyak orang sehingga memiliki potensi kerawanan tertentu.
Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa kegiatan razia bukan bertujuan menghambat aktivitas usaha masyarakat, melainkan memastikan seluruh aktivitas yang berlangsung tetap sesuai dengan ketentuan hukum dan tidak mengganggu keamanan lingkungan.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran hukum. Dengan adanya pengawasan yang konsisten, masyarakat akan lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Masyarakat Tumijajar sendiri menyambut baik kegiatan yang dilakukan Polsek Tumijajar. Mereka menilai langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian aparat terhadap keamanan wilayah serta perlindungan terhadap generasi muda dari ancaman narkoba.
Sejumlah warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala agar potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini. Menurut mereka, kehadiran aparat di lapangan memberikan efek positif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Keberhasilan pengungkapan dugaan kepemilikan narkotika dalam razia tersebut juga menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba masih nyata dan memerlukan perhatian bersama. Upaya pemberantasan tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus melibatkan seluruh unsur masyarakat.
Melalui kegiatan KRYD yang rutin dilaksanakan, Polsek Tumijajar berharap dapat terus menjaga stabilitas keamanan wilayah serta menekan angka kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba. Langkah preventif yang dilakukan secara berkelanjutan diyakini akan memberikan dampak positif terhadap terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan produktif.
Pada akhirnya, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan kerja sama yang baik antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, wilayah Kecamatan Tumijajar diharapkan dapat terus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman narkoba maupun berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya.
Kegiatan razia yang berlangsung pada Jumat malam tersebut pun berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan berhasil dilaksanakan sesuai rencana, sementara dua orang yang diamankan bersama barang bukti kini telah diserahkan kepada Satresnarkoba Polres Tulang Bawang Barat untuk menjalani proses pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)
Redaksi Gnotif




0 Komentar