BANDAR LAMPUNG, (Gnotif.com) – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) dan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK) Polda Lampung Tahun Anggaran 2026. Kegiatan strategis tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara fungsi kehumasan dan teknologi informasi guna mendukung pelaksanaan tugas Polri yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
Rakernis yang berlangsung di Ballroom Emersia Hotel & Resort, Bandar Lampung, Selasa (2/6/2026), mengusung tema “Optimalisasi Media Policing dan Manajemen Media, Humas Polri Presisi Siap Menyukseskan Rencana Kerja Polri dan Pemerintah dalam Rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026.” Tema tersebut mencerminkan komitmen kuat Polri dalam menghadapi tantangan komunikasi publik di era digital yang terus berkembang pesat.
Kegiatan ini dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung, para Kasi Humas, Kasi TIK, operator Sistem Informasi Humas (Sihumas), serta perwakilan Bhabinkamtibmas dari seluruh Polres dan Polresta jajaran Polda Lampung. Kehadiran para peserta dari berbagai satuan kerja tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas fungsi dalam membangun sistem komunikasi publik yang efektif dan modern.
Dalam sambutannya, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam pola komunikasi masyarakat. Oleh karena itu, Polri dituntut untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Menurut Kapolda, fungsi Humas dan TIK memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas kepolisian. Humas berfungsi sebagai ujung tombak dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sedangkan TIK menjadi fondasi yang menyediakan infrastruktur teknologi untuk mendukung kelancaran arus informasi tersebut.
“Tema Rakernis tahun ini sangat jelas. Kita harus mengoptimalkan media policing dan manajemen media. Seluruh jajaran Humas dan TIK harus bersinergi untuk mendukung penuh rencana kerja Polri serta menyukseskan program Asta Cita Presiden RI. Kita harus mampu menyajikan informasi yang cepat, akurat, transparan, dan mengedukasi masyarakat,” ujar Irjen Pol Helfi Assegaf di hadapan seluruh peserta Rakernis.
Kapolda menjelaskan bahwa kecepatan penyampaian informasi saat ini menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui media sosial dan platform digital lainnya, Polri harus hadir sebagai sumber informasi yang kredibel dan terpercaya.
Ia menilai bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya bagaimana memperoleh informasi, tetapi bagaimana memastikan informasi yang diterima masyarakat merupakan informasi yang benar, terverifikasi, dan tidak menimbulkan keresahan. Oleh sebab itu, peran Humas Polri menjadi semakin penting dalam mengelola komunikasi publik secara profesional.
Selain itu, Kapolda juga menyoroti pentingnya kemampuan personel dalam menghadapi fenomena penyebaran berita bohong atau hoaks yang masih menjadi ancaman serius di ruang digital. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu konflik sosial, mengganggu stabilitas keamanan, serta menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap berbagai institusi, termasuk kepolisian.
“Di era digital seperti sekarang, setiap personel harus memahami bagaimana mengelola informasi dengan baik. Kita harus mampu melakukan kontra narasi terhadap informasi yang menyesatkan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” tegasnya.
Kapolda Lampung juga mengingatkan bahwa keberhasilan Polri dalam membangun citra positif tidak hanya bergantung pada keberhasilan operasional di lapangan, tetapi juga pada kemampuan menyampaikan informasi secara efektif kepada masyarakat. Berbagai keberhasilan pengungkapan kasus, pelayanan publik, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan perlu dipublikasikan secara tepat agar masyarakat mengetahui dan merasakan kehadiran Polri.
Dalam konteks tersebut, sinergitas antara Bid Humas dan Bid TIK menjadi faktor yang sangat menentukan. Dukungan teknologi yang memadai akan membantu mempercepat proses pengumpulan data, pengolahan informasi, hingga penyebarluasan berita kepada masyarakat melalui berbagai platform komunikasi yang tersedia.
Rakernis Gabungan Bid Humas dan Bid TIK Tahun Anggaran 2026 ini juga menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja tahun sebelumnya. Melalui forum tersebut, berbagai capaian, kendala, dan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan tugas dapat dibahas secara komprehensif untuk menghasilkan solusi dan strategi yang lebih efektif ke depan.
Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan media, pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan kualitas konten publikasi, serta strategi menghadapi dinamika komunikasi publik yang terus berubah. Hal ini penting agar seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.
Selain membahas aspek teknis kehumasan dan teknologi informasi, Rakernis juga menjadi sarana untuk memperkuat soliditas dan profesionalisme personel. Dengan adanya kesamaan persepsi dan visi yang kuat, diharapkan seluruh jajaran mampu bergerak secara terintegrasi dalam mendukung kebijakan pimpinan Polri.
Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menjadi salah satu fokus dalam Rakernis tersebut juga mendapat perhatian khusus. Sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional, Polri dituntut untuk mampu mendukung berbagai program pembangunan pemerintah melalui pelaksanaan tugas yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Dalam mendukung program tersebut, Humas Polri memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan berbagai informasi pembangunan kepada masyarakat secara objektif dan edukatif. Sementara itu, Bid TIK bertugas memastikan seluruh sistem teknologi yang digunakan mampu mendukung proses komunikasi dan pelayanan publik secara optimal.
Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Rakernis. Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh jajaran kepolisian sebagai sarana meningkatkan efektivitas kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menekankan bahwa transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diwujudkan oleh setiap satuan kerja. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, berbagai proses administrasi, koordinasi, dan pelayanan publik dapat dilakukan secara lebih cepat, efisien, dan transparan.
Di sisi lain, perkembangan media sosial juga membuka peluang besar bagi Polri untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui berbagai platform digital, Polri dapat menyampaikan informasi secara langsung, menerima masukan dari masyarakat, serta membangun hubungan yang lebih interaktif dan humanis.
Para peserta Rakernis tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok, evaluasi program kerja, serta penyusunan rencana strategis yang akan menjadi pedoman pelaksanaan tugas selama tahun 2026.
Kehadiran para Kasi Humas, Kasi TIK, operator Sihumas, dan perwakilan Bhabinkamtibmas dari seluruh wilayah hukum Polda Lampung menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas kinerja. Mereka merupakan ujung tombak dalam menyampaikan informasi dan menjalin komunikasi dengan masyarakat di tingkat daerah.
Bhabinkamtibmas, misalnya, memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung kepada masyarakat. Dengan dukungan teknologi informasi yang semakin modern, berbagai kegiatan pembinaan dan penyuluhan dapat dilakukan secara lebih efektif dan menjangkau lebih banyak kalangan.
Rakernis ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai inovasi teknologi yang dapat diterapkan dalam mendukung tugas kepolisian. Inovasi tersebut meliputi pemanfaatan aplikasi digital, sistem monitoring informasi, pengelolaan media sosial yang lebih terintegrasi, hingga penguatan sistem keamanan siber.
Kapolda Lampung berharap seluruh hasil pembahasan dalam Rakernis dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari perencanaan yang baik, tetapi juga dari konsistensi pelaksanaan dan evaluasi yang berkelanjutan.
“Saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi dan memperkuat koordinasi. Jadikan Rakernis ini sebagai momentum untuk menghasilkan berbagai inovasi yang dapat mendukung terwujudnya Polri yang Presisi, profesional, modern, dan terpercaya,” kata Kapolda.
Lebih lanjut, Irjen Pol Helfi Assegaf mengajak seluruh personel untuk terus meningkatkan kemampuan diri, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan investasi penting bagi keberhasilan organisasi di masa depan.
Dengan terselenggaranya Rakernis Gabungan Bid Humas dan Bid TIK Polda Lampung Tahun Anggaran 2026, diharapkan seluruh jajaran memiliki kesamaan visi, misi, dan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan komunikasi publik yang semakin kompleks. Sinergi yang kuat antara Humas dan TIK diyakini akan menjadi modal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Lampung dalam mendukung transformasi Polri menuju institusi yang semakin modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui optimalisasi media policing dan manajemen media yang didukung teknologi informasi yang andal, Polri diharapkan mampu terus menjaga kepercayaan publik serta berkontribusi nyata dalam menyukseskan program pembangunan nasional dan mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera.
(*)
Redaksi Gnotif


0 Komentar