Berita

Breaking News

Pangkormar Pimpin Sertijab Dandenjaka, Kolonel Marinir Rino Rianto Resmi Emban Pangkat Brigadir Jenderal dan Jabatan Wakil Komandan Pasmar 1

Jakarta, (GNOTIF.COM) – Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., memimpin langsung upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Detasemen Jalamangkara (Dandenjaka) TNI Angkatan Laut yang berlangsung di Gedung Aminullah Ibrahim, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026). Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam estafet kepemimpinan salah satu satuan elite kebanggaan TNI Angkatan Laut yang memiliki tugas khusus dalam operasi antiteror aspek laut.

Upacara yang berlangsung dengan khidmat tersebut menandai berakhirnya masa jabatan Kolonel Marinir Rino Rianto, M.Tr.Hanla., M.M., M.Han., sebagai Komandan Detasemen Jalamangkara. Perwira menengah Korps Marinir tersebut selanjutnya mendapatkan kepercayaan dan amanah baru untuk mengemban jabatan strategis sebagai Wakil Komandan Pasukan Marinir (Pasmar) 1 dengan pangkat Brigadir Jenderal TNI Marinir.

Pergantian komandan pasukan elite Indonesia ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/486/III/2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Keputusan tersebut merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi yang secara rutin dilakukan untuk menjaga efektivitas pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI.

Dalam keputusan tersebut, Kolonel Marinir Rino Rianto secara resmi menyerahkan tugas, tanggung jawab, serta kewenangan jabatan Komandan Detasemen Jalamangkara kepada Panglima Korps Marinir. Selanjutnya, perwira yang dikenal memiliki pengalaman panjang di lingkungan pasukan khusus itu dipercaya mengemban jabatan baru yang lebih strategis dalam struktur organisasi Korps Marinir.

Upacara serah terima jabatan berlangsung sesuai tradisi militer yang sarat nilai kehormatan dan kedisiplinan. Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan pasukan kepada inspektur upacara, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan Panglima TNI, pelaksanaan serah terima jabatan, penanggalan dan penyematan tanda jabatan, penyerahan tongkat komando, penandatanganan berita acara, hingga sesi foto bersama sebagai simbol resmi estafet kepemimpinan.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Korps Marinir, perwira tinggi dan menengah TNI Angkatan Laut, para komandan satuan, serta prajurit Korps Marinir yang turut menyaksikan prosesi pergantian pimpinan salah satu satuan paling bergengsi di lingkungan TNI AL.

Dalam amanatnya, Pangkormar Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi menegaskan bahwa Detasemen Jalamangkara atau Denjaka merupakan satuan khusus antiteror aspek laut yang memiliki kemampuan operasi khusus untuk menghadapi berbagai ancaman terhadap keamanan dan kedaulatan negara di wilayah maritim Indonesia.

Menurut Pangkormar, posisi Denjaka memiliki arti yang sangat strategis dalam sistem pertahanan nasional. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki wilayah laut yang sangat luas serta jalur pelayaran internasional yang menjadi urat nadi perekonomian dan keamanan kawasan. Kondisi tersebut menuntut adanya pasukan khusus yang memiliki kemampuan tinggi dalam menghadapi ancaman di sektor maritim.

“Sebagai salah satu pasukan elite TNI Angkatan Laut, Denjaka dituntut selalu siap digerakkan dalam waktu singkat untuk melaksanakan operasi antiteror, antisabotase, operasi klandestin maupun tugas-tugas khusus lainnya sesuai kebijakan Panglima TNI,” tegas Pangkormar dalam amanatnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Denjaka bukan sekadar satuan tempur biasa. Pasukan ini memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan berbagai objek vital nasional di wilayah laut, melaksanakan operasi pembebasan sandera, menghadapi aksi terorisme, serta menangani berbagai ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional.

Lebih lanjut, Pangkormar menjelaskan bahwa ancaman terorisme dan gangguan keamanan saat ini terus mengalami perkembangan. Pola ancaman yang muncul tidak lagi bersifat konvensional, melainkan semakin kompleks dan memanfaatkan kemajuan teknologi serta jaringan global yang sulit dideteksi.

Karena itu, keberadaan Denjaka harus mampu menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Setiap prajurit yang tergabung dalam satuan elite ini dituntut memiliki kemampuan yang jauh di atas rata-rata, baik dari sisi fisik, mental, intelektual, maupun penguasaan teknologi modern yang mendukung pelaksanaan operasi khusus.

Pangkormar menekankan bahwa setiap prajurit Denjaka harus terus meningkatkan kemampuan, keterampilan, profesionalisme, serta kesiapan operasional. Proses pembinaan harus dilakukan secara berkesinambungan agar satuan tetap mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks.

Selain kemampuan tempur, penguasaan teknologi juga menjadi faktor yang sangat penting. Dalam berbagai operasi modern, teknologi berperan besar dalam mendukung keberhasilan misi, mulai dari sistem komunikasi, pengawasan, intelijen, navigasi, hingga pemanfaatan perangkat digital untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

Menurutnya, prajurit Denjaka harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut sebagai bagian dari kekuatan operasi. Adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi syarat mutlak agar pasukan elite tetap relevan dan mampu menjalankan tugas secara optimal.

Denjaka sendiri merupakan salah satu satuan elite paling disegani di Indonesia. Nama Denjaka merupakan singkatan dari Detasemen Jalamangkara, pasukan khusus antiteror TNI Angkatan Laut yang dibentuk untuk menghadapi ancaman keamanan di wilayah maritim. Personel Denjaka direkrut dari prajurit-prajurit terbaik yang berasal dari satuan khusus Korps Marinir maupun unsur TNI Angkatan Laut lainnya.

Seleksi untuk menjadi anggota Denjaka dikenal sangat ketat dan memiliki standar tinggi. Para calon anggota harus melalui berbagai tahapan pengujian fisik, mental, kemampuan tempur, kecakapan intelijen, serta keterampilan operasi khusus yang membutuhkan daya tahan dan profesionalisme luar biasa.

Karena kualitas personelnya yang sangat terpilih, Denjaka sering disebut sebagai salah satu pasukan khusus paling elit yang dimiliki Indonesia. Keberadaannya menjadi elemen penting dalam sistem pertahanan negara, terutama dalam menghadapi ancaman yang berkaitan dengan terorisme dan keamanan laut.

Dalam beberapa dekade terakhir, ancaman terhadap keamanan maritim mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Selain aksi terorisme, Indonesia juga menghadapi berbagai bentuk kejahatan lintas negara seperti penyelundupan, pembajakan kapal, perdagangan manusia, peredaran narkotika internasional, hingga infiltrasi kelompok bersenjata yang memanfaatkan wilayah perairan sebagai jalur operasi.

Kondisi tersebut membuat keberadaan pasukan seperti Denjaka semakin relevan dan strategis. Kemampuan untuk bergerak cepat, melaksanakan operasi rahasia, serta menghadapi ancaman berisiko tinggi menjadi keunggulan yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Pada kesempatan itu, Pangkormar juga menyampaikan apresiasi kepada Kolonel Marinir Rino Rianto atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya selama memimpin Denjaka. Berbagai capaian yang telah diraih selama masa kepemimpinannya dinilai memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan profesionalisme dan kesiapan operasional satuan.

Di bawah kepemimpinan Rino Rianto, Denjaka terus melakukan pembenahan dan penguatan kemampuan personel. Berbagai program latihan, peningkatan kesiapsiagaan, pengembangan taktik operasi, serta pembinaan sumber daya manusia dilaksanakan guna memastikan satuan tetap berada pada tingkat kesiapan terbaik.

Kepercayaan yang diberikan kepada Rino Rianto untuk menduduki jabatan Wakil Komandan Pasmar 1 sekaligus kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI Marinir menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkannya selama bertugas.

Pasmar 1 sendiri merupakan salah satu kekuatan utama Korps Marinir yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung berbagai operasi pertahanan dan keamanan negara. Sebagai Wakil Komandan Pasmar 1, Brigjen TNI Marinir Rino Rianto akan berperan dalam membantu pelaksanaan pembinaan organisasi, kesiapan operasional pasukan, serta pengembangan kemampuan tempur Korps Marinir.

Pengangkatan tersebut juga menunjukkan komitmen pimpinan TNI dalam menempatkan personel yang memiliki kompetensi dan pengalaman pada posisi-posisi strategis. Regenerasi kepemimpinan yang sehat menjadi bagian penting dalam menjaga dinamika organisasi agar tetap profesional dan adaptif terhadap berbagai tantangan.

Pergantian jabatan di lingkungan militer bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian dari strategi pembinaan organisasi yang memiliki tujuan jangka panjang. Melalui rotasi dan promosi jabatan, setiap perwira diberikan kesempatan untuk memperluas pengalaman, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi institusi.

Hal tersebut juga berlaku di lingkungan Korps Marinir yang terus melakukan berbagai upaya penguatan organisasi. Dengan tantangan tugas yang semakin kompleks, diperlukan pemimpin-pemimpin yang mampu membawa satuan berkembang sesuai tuntutan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keprajuritan.

Dalam amanatnya, Pangkormar mengingatkan seluruh prajurit Denjaka agar terus menjaga kehormatan satuan, memegang teguh disiplin, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Profesionalisme dan loyalitas harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan suatu satuan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan peralatan atau kemampuan individu, tetapi juga oleh soliditas, kebersamaan, dan semangat pengabdian seluruh personel yang ada di dalamnya.

“Pertahankan prestasi yang telah diraih, tingkatkan kemampuan sesuai perkembangan ancaman, serta jaga nama baik satuan di mana pun bertugas,” pesan Pangkormar kepada seluruh prajurit yang hadir.

Momentum serah terima jabatan ini juga menjadi refleksi atas pentingnya kesinambungan kepemimpinan dalam organisasi militer. Setiap pergantian pemimpin membawa harapan baru untuk melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi guna meningkatkan efektivitas organisasi.

Di tengah dinamika lingkungan strategis global yang terus berubah, TNI Angkatan Laut dituntut untuk selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan ancaman. Oleh karena itu, pembinaan kekuatan, peningkatan profesionalisme personel, serta penguatan satuan-satuan elite seperti Denjaka menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.

Dengan terlaksananya serah terima jabatan tersebut, diharapkan Denjaka semakin solid, profesional, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas pada masa mendatang. Satuan elite ini diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan maritim Indonesia sekaligus menjadi simbol kekuatan dan kesiapsiagaan TNI Angkatan Laut.

Sementara itu, penugasan baru Brigjen TNI Marinir Rino Rianto sebagai Wakil Komandan Pasmar 1 diharapkan mampu membawa pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya untuk memperkuat organisasi Korps Marinir secara keseluruhan. Dengan pengalaman panjang di satuan khusus, ia diyakini dapat memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan kesiapan tempur pasukan.

Serah terima jabatan Dandenjaka yang dipimpin langsung oleh Pangkormar ini menjadi bukti bahwa regenerasi kepemimpinan di lingkungan TNI terus berjalan secara profesional, terencana, dan berkesinambungan. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Korps Marinir dalam menjaga kesiapan organisasi untuk menghadapi berbagai tantangan pertahanan dan keamanan nasional di masa depan. (*)

Redaksi Gnotif 

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif