Berita

Breaking News

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Lampung Timur, Target Rampung Sebelum Tahun Ajaran Baru 2026

LAMPUNG TIMUR, (Gnotif.com) – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis nasional dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Komitmen tersebut terlihat dari kunjungan kerja Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono, yang secara langsung meninjau progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kawasan Islamic Center Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (11/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai target sehingga sekolah dapat mulai beroperasi pada tahun ajaran baru yang dijadwalkan dimulai pada 14 Juli 2026. Pemerintah pusat menaruh perhatian besar terhadap program Sekolah Rakyat karena menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono didampingi langsung oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur Rustam Effendi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.

Kehadiran para pejabat pusat dan daerah tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan sektor pendidikan yang inklusif dan merata. Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi.

Saat meninjau lokasi pembangunan, Agus Jabo melihat secara langsung perkembangan berbagai fasilitas yang tengah dikerjakan. Mulai dari ruang kelas, asrama siswa, sarana pendukung pembelajaran, hingga infrastruktur penunjang lainnya yang nantinya akan digunakan oleh para peserta didik.

Menurut Agus Jabo, pembangunan Sekolah Rakyat permanen merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang diarahkan untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan di berbagai daerah. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.

“Kami datang untuk mengecek secara langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini. Pada 14 Juli nanti tahun ajaran baru akan dimulai dan siswa sudah mulai masuk. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik dan sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Agus Jabo saat memberikan keterangan di lokasi pembangunan.

Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat kurang mampu. Melalui program ini, anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan berkualitas dengan fasilitas yang memadai.

Lebih lanjut, Agus Jabo mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah calon peserta didik yang telah mengikuti proses asesmen dan seleksi. Bahkan, jumlah pendaftar disebut telah melampaui kuota yang tersedia pada tahap awal pelaksanaan program.

Tingginya antusiasme masyarakat tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan. Banyak keluarga yang berharap anak-anak mereka dapat memperoleh pendidikan yang lebih baik melalui program tersebut.

“Animo masyarakat sangat tinggi. Jumlah calon siswa yang mengikuti asesmen bahkan melebihi kuota yang tersedia. Ini menunjukkan bahwa masyarakat menyambut baik program Sekolah Rakyat dan berharap anak-anak mereka mendapatkan kesempatan belajar yang lebih baik,” katanya.

Melihat tingginya minat masyarakat, pemerintah pusat tengah menyiapkan berbagai skema dan strategi agar semakin banyak anak yang dapat memperoleh manfaat dari program tersebut. Salah satunya adalah dengan memperluas kapasitas penerimaan peserta didik dan mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Pada tahap awal operasionalnya, Sekolah Rakyat permanen di Lampung Timur akan menampung sebanyak 270 siswa yang terbagi dalam tiga jenjang pendidikan, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Masing-masing jenjang pendidikan akan terdiri dari tiga rombongan belajar atau kelas dengan kapasitas 30 siswa per kelas. Dengan demikian, setiap jenjang akan menampung 90 peserta didik sehingga total keseluruhan siswa yang belajar di sekolah tersebut mencapai 270 orang.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menjelaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat permanen merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan yang lebih baik.

Menurut Ela, pemerintah daerah sangat mendukung penuh program tersebut karena memiliki dampak positif yang besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lampung Timur.

“Untuk jenjang SD, SMP, dan SMA masing-masing akan menerima 90 siswa. Jadi total terdapat 270 siswa yang akan belajar di Sekolah Rakyat permanen ini. Selain itu, saat ini sudah ada 64 siswa yang mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat rintisan,” ujar Ela.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan seluruh proses pembangunan dan persiapan operasional sekolah dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Selain pembangunan fisik, berbagai persiapan lainnya juga terus dilakukan, termasuk proses rekrutmen peserta didik, penyusunan sistem pembelajaran, penyediaan tenaga pendidik, hingga pemenuhan berbagai kebutuhan operasional sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Jabo menyampaikan optimisme bahwa target penyelesaian pembangunan pada 20 Juni 2026 dapat tercapai. Meskipun saat ini masih terdapat sekitar 20 persen pekerjaan yang belum selesai, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah percepatan agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu.

“Kalau tenaga kerjanya kurang akan ditambah. Jika material kurang maka akan segera dimobilisasi. Menteri Pekerjaan Umum juga sudah memberikan arahan agar seluruh kebutuhan yang diperlukan segera dipenuhi sehingga pembangunan dapat selesai sesuai target,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan tidak ada hambatan yang mengganggu proses pembangunan. Pemerintah pusat bahkan siap melakukan intervensi langsung apabila ditemukan kendala yang berpotensi menghambat penyelesaian proyek.

Agus Jabo juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program tersebut.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang telah memberikan dukungan luar biasa, termasuk dalam penyediaan lahan dan berbagai kebutuhan lainnya. Kolaborasi seperti inilah yang dibutuhkan agar program pemerintah dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah yang cukup progresif dalam merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Saat ini terdapat dua lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Lampung, yaitu di Kabupaten Lampung Timur dan kawasan Kota Baru.

Kedua sekolah tersebut merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan mewujudkan arahan Presiden Republik Indonesia agar setiap daerah memiliki minimal satu Sekolah Rakyat yang dapat melayani masyarakat kurang mampu.

Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat pengembangan karakter, keterampilan, dan kemampuan peserta didik. Dengan sistem pendidikan yang terintegrasi, siswa diharapkan dapat berkembang secara akademik maupun non-akademik.

Fasilitas yang dibangun dalam kompleks Sekolah Rakyat juga dirancang untuk mendukung proses pendidikan secara optimal. Selain ruang kelas yang representatif, sekolah tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti asrama, sarana olahraga, ruang keterampilan, perpustakaan, serta fasilitas penunjang lainnya.

Keberadaan fasilitas yang lengkap diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagi para siswa. Dengan demikian, peserta didik dapat lebih fokus dalam mengikuti proses pembelajaran dan mengembangkan potensi diri.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 78 persen. Pekerjaan yang tersisa terus dipercepat dengan melibatkan berbagai pihak agar target penyelesaian dapat tercapai sebelum tahun ajaran baru dimulai.

“Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 78 persen dan terus dikebut. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pada 14 Juli nanti sekolah sudah siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Ela.

Ia juga menjelaskan bahwa proses rekrutmen peserta didik masih terus berlangsung. Pemerintah daerah bersama tim terkait sedang melakukan tahapan finalisasi agar seluruh siswa yang memenuhi persyaratan dapat segera ditetapkan sebagai peserta didik Sekolah Rakyat.

Menurut Ela, tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut menjadi bukti bahwa kebutuhan akan akses pendidikan yang berkualitas masih sangat besar. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh agar program dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga yang membutuhkan tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengurangi kesenjangan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan memberikan akses pendidikan yang lebih luas, pemerintah berharap dapat menciptakan generasi muda yang lebih cerdas, mandiri, dan mampu bersaing di masa depan.

Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi instrumen penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Pendidikan yang berkualitas diyakini mampu membuka peluang yang lebih besar bagi peserta didik untuk meningkatkan taraf hidup mereka di kemudian hari.

Kunjungan Wakil Menteri Sosial ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Lampung Timur menjadi bukti bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap keberhasilan program tersebut. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, pembangunan sekolah terus dipercepat agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka pada 14 Juli 2026 mendatang sebanyak 270 siswa akan mulai menempati dan mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat permanen Lampung Timur. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas akses pendidikan dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.

Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, Sekolah Rakyat Lampung Timur diharapkan mampu menjadi model pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan yang layak. (*)

Redaksi Gnotif 

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif