Lampung Utara, (GNotif.com) – Seorang petani karet bernama Suhadi mengaku mengalami peristiwa yang mengejutkan saat sedang menyadap getah karet di kawasan perkebunan Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Ia mengaku melihat seekor ular berukuran sangat besar melintas di hadapannya di area perkebunan yang berbatasan langsung dengan aliran Sungai Codet.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada awal pekan ini dan kembali menjadi perhatian warga setelah kisahnya menyebar di tengah masyarakat. Banyak warga mengaitkan penampakan itu dengan ular jenis anakonda. Namun hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi maupun hasil identifikasi resmi dari instansi terkait mengenai jenis ular yang sebenarnya.
Menurut penuturan Suhadi, saat kejadian dirinya sedang menjalankan aktivitas rutin mengumpulkan getah karet di sekitar tepian sungai. Suasana perkebunan yang masih sepi dengan pepohonan rindang membuat pandangannya terbatas sehingga ia tidak menyadari keberadaan hewan tersebut hingga jaraknya sudah sangat dekat.
"Tiba-tiba saya melihat sosok besar bergerak perlahan melintas di depan saya. Yang terlihat jelas hanya bagian tubuh dan buntutnya yang sangat besar. Saya tidak sempat melihat bagian kepala karena tubuh ular itu sangat panjang," ujar Suhadi saat menceritakan kembali pengalaman yang dialaminya.
Ia mengatakan ukuran bagian ekor ular tersebut diperkirakan hampir sebesar paha orang dewasa. Sementara bagian tengah tubuhnya terlihat jauh lebih besar dibandingkan ular yang biasa ditemui di kawasan perkebunan.
Pengalaman tersebut membuat Suhadi mengaku sangat ketakutan. Ia mengatakan tubuhnya langsung gemetar dan sulit bergerak karena merasa panik saat melihat hewan melata berukuran besar itu berada tidak jauh dari posisinya.
"Saya benar-benar kaget. Badan langsung dingin, kaki terasa lemas, bahkan ingin berteriak tetapi suara hampir tidak keluar karena terlalu takut," katanya.
Dalam kondisi panik, Suhadi kemudian berusaha memanggil saudaranya yang saat itu sedang bekerja di lokasi lain dengan jarak sekitar puluhan meter dari tempat kejadian. Setelah beberapa kali memanggil, saudaranya akhirnya mendengar suara tersebut dan segera datang menghampiri.
Namun ketika saudaranya tiba di lokasi, ular yang diduga berukuran sangat besar tersebut sudah bergerak menuju semak-semak lebat di sepanjang bantaran Sungai Codet. Demi alasan keselamatan, keduanya memutuskan tidak mengejar ataupun mencari keberadaan ular tersebut dan segera meninggalkan lokasi.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perbincangan di kalangan masyarakat sekitar. Sejumlah warga mengaku mulai meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan perkebunan maupun di sekitar bantaran sungai yang berada tidak jauh dari permukiman penduduk.
Meski demikian, hingga kini belum terdapat bukti berupa foto maupun video yang dapat memastikan jenis ular yang dilihat Suhadi. Secara ilmiah, ular anakonda merupakan spesies yang berasal dari Amerika Selatan dan bukan satwa liar asli Indonesia. Oleh karena itu, identitas ular yang dilihat masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak yang berwenang atau ahli satwa liar.
Terlepas dari jenisnya, kawasan yang memiliki aliran sungai, semak lebat, dan perkebunan memang merupakan habitat bagi berbagai jenis ular besar yang hidup di Indonesia, termasuk ular sanca batik maupun sanca kembang yang dapat mencapai ukuran beberapa meter.
Masyarakat yang beraktivitas di kawasan perkebunan, hutan, maupun bantaran sungai diimbau untuk selalu berhati-hati. Warga disarankan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti sepatu bot, tidak berjalan sendirian di lokasi yang sepi, serta segera menjauh apabila menemukan satwa liar agar tidak memicu tindakan agresif.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada aparat desa, petugas pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), atau instansi terkait apabila kembali menemukan ular berukuran besar di sekitar permukiman. Langkah tersebut diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara aman tanpa membahayakan warga maupun satwa liar.
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat melakukan penelusuran di kawasan sekitar Sungai Codet untuk memastikan informasi yang berkembang sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila berhadapan dengan satwa liar. Dengan adanya pemeriksaan resmi, masyarakat diharapkan memperoleh kepastian informasi sekaligus rasa aman saat kembali beraktivitas di kawasan perkebunan dan bantaran sungai.

0 Komentar