Lampung Utara, (GNOTIF.COM) – Komitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting terus ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat, Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendukung program pembangunan di bidang kesehatan.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Cempaka Barat, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta aparat kepolisian dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Camat Sungkai Jaya Hamami Farizal Mega, S.Sos., M.M., Kepala Desa Cempaka Barat Iwan Heriyanto, perwakilan Puskesmas Cempaka Dita Swintan R., S.Tr.Gz., Pendamping Desa Tabrani, S.H., serta masyarakat Desa Cempaka Barat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dari unsur Kepolisian, kegiatan mendapat pengamanan sekaligus pendampingan dari Bhabinkamtibmas Desa Cempaka Barat Aipda Pepen Marliansyah, S.H., bersama Kanit Provos Polsek Sungkai Jaya Aiptu Andika Guna. Kehadiran personel Polri menjadi wujud dukungan nyata terhadap upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah binaan.
Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., melalui Kasi Humas IPTU Herawati, menyampaikan bahwa Polri berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah, termasuk percepatan penanganan stunting yang saat ini menjadi salah satu program prioritas nasional.
Menurut IPTU Herawati, peran Bhabinkamtibmas tidak hanya terbatas pada pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.
"Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui pencegahan dan penanganan stunting. Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan mampu memberikan dukungan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan," ujar IPTU Herawati.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai penyebab stunting, faktor risiko, langkah-langkah pencegahan, hingga penanganan yang tepat bagi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan. Materi disampaikan oleh perwakilan Puskesmas Cempaka, Dita Swintan R., S.Tr.Gz., dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.
Selain menjelaskan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita, narasumber juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah stunting.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab dengan narasumber. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari pola makan anak, kebutuhan gizi balita, hingga cara mengenali tanda-tanda awal gangguan pertumbuhan pada anak.
IPTU Herawati mengatakan bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan langkah penting dalam menekan angka stunting. Dengan meningkatnya pengetahuan para orang tua, khususnya ibu hamil dan ibu yang memiliki balita, diharapkan mereka dapat memberikan asupan gizi yang cukup serta menerapkan pola asuh yang tepat bagi tumbuh kembang anak.
"Melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, serta menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai langkah mencegah stunting sejak awal. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas," tambah IPTU Herawati.
Lebih lanjut, Polres Lampung Utara menilai bahwa keberhasilan program penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, aparat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat agar target penurunan angka stunting dapat tercapai.
Peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di desa juga dinilai sangat strategis karena memiliki kedekatan dengan masyarakat. Melalui pendekatan humanis dan komunikasi yang baik, Bhabinkamtibmas diharapkan mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dalam menyampaikan berbagai program pembangunan, termasuk di bidang kesehatan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh perhatian hingga kegiatan selesai.
Polres Lampung Utara menegaskan akan terus mendukung berbagai program kemasyarakatan melalui peran aktif personel Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah hukum Polres Lampung Utara. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, serta memiliki generasi penerus yang berkualitas demi mendukung pembangunan daerah maupun nasional.
(*)
Pewarta: Pariyo Saputra
Redaksi GNotif


0 Komentar