Berita

Breaking News

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Kenalkan Pupuk Organik Cair dan Teknologi Drone, Produktivitas Petani Meningkat

LAMPUNG TIMUR, (GNOTIF.COM) – Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong modernisasi sektor pertanian kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan sosialisasi Program Pupuk Organik Cair (POC) di lahan pertanian Desa Tebing, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang turun ke sawah bersama para petani untuk memperkenalkan inovasi pertanian berbasis teknologi modern.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal tidak hanya memberikan sosialisasi mengenai manfaat penggunaan Pupuk Organik Cair (POC), tetapi juga mempraktikkan secara langsung penggunaan drone pertanian sebagai alat mesin pertanian modern untuk melakukan penyemprotan pupuk di area persawahan.

Demonstrasi penggunaan drone tersebut menarik perhatian para petani yang hadir. Teknologi ini dinilai mampu memberikan efisiensi yang sangat besar dibandingkan metode penyemprotan konvensional. Jika sebelumnya penyemprotan pupuk pada lahan seluas satu hektare membutuhkan waktu hingga satu hari penuh, kini pekerjaan yang sama dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit dengan bantuan drone.

Menurut Gubernur, modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi biaya produksi yang selama ini menjadi beban para petani. Pemanfaatan teknologi di sektor pertanian diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan.

Program Pupuk Organik Cair yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Lampung juga menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian masyarakat. Pupuk tersebut diproduksi melalui proses fermentasi selama kurang lebih 25 hari sebelum siap digunakan di lahan pertanian.

Dalam satu kali proses produksi, POC mampu memenuhi kebutuhan pemupukan hingga sekitar 400 hektare lahan pertanian. Bahkan di beberapa wilayah desa, kapasitas pemanfaatannya telah berkembang hingga mampu melayani sekitar 800 hektare lahan, menunjukkan besarnya potensi program tersebut dalam mendukung peningkatan hasil produksi pertanian.

Menariknya, seluruh program ini diberikan secara gratis kepada petani. Pemerintah Provinsi Lampung menanggung kebutuhan pupuk organik hingga masa panen, sehingga petani tidak lagi terbebani biaya pembelian pupuk yang selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam biaya usaha tani.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa tujuan utama program ini bukan hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan petani melalui efisiensi biaya produksi dan penerapan teknologi modern.

Hasil penerapan Program Pupuk Organik Cair menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Berdasarkan hasil evaluasi di sejumlah lokasi, produktivitas pertanian mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya rata-rata produksi padi hanya mencapai sekitar 4,5 ton per hektare, setelah menggunakan POC produktivitas meningkat menjadi sekitar 7 ton per hektare.

Peningkatan hasil tersebut tidak hanya terjadi pada tanaman padi, tetapi juga dirasakan pada berbagai komoditas unggulan lainnya seperti jagung dan singkong. Dengan produktivitas yang meningkat, pendapatan petani pun ikut mengalami kenaikan sehingga memberikan dampak positif terhadap kondisi ekonomi keluarga.

Selain meningkatkan hasil panen, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Proses produksi Pupuk Organik Cair melibatkan partisipasi warga setempat, termasuk kelompok ibu-ibu desa yang ikut berperan dalam proses pembuatan dan pengelolaan pupuk.

Keterlibatan masyarakat tersebut memberikan tambahan pendapatan yang cukup berarti. Bahkan, beberapa keluarga mampu memperoleh penghasilan tambahan hingga jutaan rupiah dari aktivitas pendukung program tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat Program POC tidak hanya dirasakan oleh petani sebagai pengguna, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru di tingkat desa.

Program ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju, modern, dan berdaya saing. Pemanfaatan teknologi drone, penggunaan pupuk organik, serta pemberdayaan masyarakat desa merupakan langkah nyata dalam mewujudkan transformasi pertanian menuju sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal berharap keberhasilan program ini dapat terus diperluas ke berbagai daerah di Provinsi Lampung sehingga semakin banyak petani yang memperoleh manfaat. Dengan biaya produksi yang lebih rendah, hasil panen yang meningkat, dan harga komoditas yang semakin baik, kesejahteraan petani diharapkan terus mengalami peningkatan.

Lebih jauh lagi, pemerintah berharap kemajuan sektor pertanian akan memberikan dampak sosial yang luas. Ketika pendapatan keluarga petani meningkat, kesempatan anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi juga semakin terbuka. Dengan demikian, pembangunan pertanian tidak hanya berbicara mengenai produksi pangan, tetapi juga menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Melalui Program Pupuk Organik Cair dan penerapan teknologi pertanian modern, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya menjadikan petani sebagai pusat pembangunan. Digitalisasi pertanian, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu menciptakan desa yang lebih produktif, mandiri, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah menuju Lampung yang semakin maju dan sejahtera.

(*)

Pewarta: Pariyo Saputra 

Redaksi GNotif 

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif