Berita

Breaking News

Pangkopassus Bekali Taruna Akmil Menjelang Prasetya Perwira 2026, Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Pengabdian kepada Bangsa

GNOTIF.COM – Magelang,- Menjelang pelaksanaan Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tahun 2026, Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi memberikan pembekalan kepada ratusan Taruna dan Taruni Akademi Militer (Akmil) Tingkat III/Sermatar Tahun Pendidikan 2025/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Moch. Lily Rochli, Akademi Militer Magelang, dan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para calon Perwira Remaja TNI Angkatan Darat sebelum resmi dilantik.

Pembekalan tersebut diawali dengan penyambutan Pangkopassus oleh Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar. Kehadiran Pangkopassus disambut hangat oleh jajaran pimpinan Akmil, para dosen, pelatih, serta seluruh Taruna dan Taruni yang akan segera menyelesaikan pendidikan militernya.

Dalam sambutannya, Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar menyampaikan apresiasi atas kesediaan Letjen TNI Djon Afriandi meluangkan waktu untuk hadir secara langsung memberikan motivasi dan pengalaman kepada para calon perwira. Menurutnya, pengalaman lapangan yang dimiliki Pangkopassus menjadi bekal berharga bagi para Taruna dalam menghadapi dinamika tugas setelah dilantik nanti.

Mayjen TNI Rano Tilaar menjelaskan bahwa sebanyak 514 Taruna dan Taruni Akademi Militer Tingkat III/Sermatar dipersiapkan menjadi Perwira Remaja TNI Angkatan Darat Tahun 2026. Sebelum resmi mengemban tugas sebagai perwira, mereka akan menyelesaikan rangkaian pendidikan melalui Penutupan Pendidikan pada 16 Juli 2026 di Markas Besar TNI Cilangkap, kemudian mengikuti Upacara Prasetya Perwira pada 21 Juli 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, yang direncanakan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Dalam sesi pembekalan, Letjen TNI Djon Afriandi membagikan perjalanan panjang pengabdiannya sejak menjadi taruna hingga dipercaya menjabat sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus. Ia menceritakan berbagai pengalaman memimpin satuan tempur, menjalankan operasi militer, hingga menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Menurut Pangkopassus, seorang perwira bukan hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dan akademik, tetapi juga harus mempunyai karakter kepemimpinan yang kuat, disiplin tinggi, loyalitas kepada negara, integritas dalam bertugas, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat dalam berbagai situasi.

Ia menegaskan bahwa tantangan yang akan dihadapi para perwira muda ke depan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, ancaman keamanan nonmiliter, hingga perkembangan dunia digital menuntut setiap prajurit memiliki kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keprajuritan.

"Seorang perwira harus mampu menjadi teladan bagi anggotanya. Kepemimpinan bukan hanya soal memberi perintah, tetapi juga memberikan contoh nyata dalam kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap anak buah," pesan Pangkopassus kepada para Taruna.

Pada kesempatan tersebut, Letjen TNI Djon Afriandi juga memperkenalkan lebih jauh sejarah berdirinya Komando Pasukan Khusus (Kopassus), perjalanan panjang pengabdiannya, hingga berbagai keberhasilan satuan elite TNI Angkatan Darat tersebut dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menjelaskan bahwa Kopassus dibentuk dengan berbagai kemampuan khusus yang menuntut profesionalisme tinggi. Namun demikian, kemampuan tersebut harus selalu diimbangi dengan moralitas, etika, serta loyalitas kepada bangsa dan negara. Menurutnya, setiap prajurit harus mampu menjaga kehormatan institusi di mana pun bertugas.

Pembekalan tersebut mendapat perhatian serius dari para Taruna dan Taruni. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, termasuk sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Banyak calon perwira memanfaatkan kesempatan itu untuk menggali pengalaman langsung dari seorang pemimpin satuan elite TNI AD.

Kegiatan pembekalan seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter calon perwira. Selain memperoleh ilmu akademik dan keterampilan militer selama menempuh pendidikan di Akademi Militer, para Taruna juga dibekali wawasan kepemimpinan dari para pejabat tinggi TNI yang memiliki pengalaman nyata di lapangan.

Diharapkan, melalui pembekalan tersebut para calon Perwira Remaja TNI Angkatan Darat Tahun 2026 mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan profesional, berintegritas, serta selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Dengan bekal pengetahuan, pengalaman, dan motivasi yang diberikan Pangkopassus, para Taruna Akademi Militer kini semakin siap menghadapi momentum bersejarah dalam hidup mereka, yakni dilantik menjadi Perwira Remaja TNI Angkatan Darat yang akan mengabdikan diri sepenuhnya untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

(Redaksi GNOTIF)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif