SRAGEN, GNOTIF.COM – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pimpinan Media Sumateranewstv.com dan Gnotif.com. Ibunda tercinta dari Pariyo Saputra, Giyem Binti Saeran, telah berpulang ke rahmatullah di Jatibatur, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar, sanak saudara, sahabat, serta seluruh rekan kerja yang mengenal beliau. Almarhumah dikenal sebagai sosok ibu yang penuh kasih sayang, sederhana, penyabar, serta selalu memberikan doa dan dukungan kepada anak-anaknya dalam setiap perjalanan hidup. Selasa 28 Juli 2026.
Pimpinan Media Sumateranewstv.com dan Gnotif.com, Pariyo Saputra, menyampaikan rasa kehilangan yang begitu mendalam atas wafatnya sang ibunda. Meski berat menerima kenyataan tersebut, ia meyakini bahwa setiap makhluk hidup akan kembali kepada Sang Pencipta sesuai dengan ketentuan Allah SWT.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga, sahabat, rekan media, dan masyarakat yang telah memberikan doa, perhatian, serta dukungan kepada keluarga kami. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala dosa-dosanya, melapangkan alam kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," ungkap Pariyo Saputra.
Menurutnya, sosok almarhumah merupakan teladan bagi keluarga. Semasa hidup, beliau selalu mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, kerja keras, serta pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang terus dipegang oleh anak-anaknya dalam menjalani kehidupan.
Kepergian seorang ibu tentu menjadi kehilangan yang sangat besar. Namun keluarga berusaha menerima takdir tersebut dengan penuh keikhlasan seraya terus memanjatkan doa agar almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Ucapan belasungkawa terus berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga besar, sahabat, tokoh masyarakat, insan pers, hingga mitra kerja yang mengenal Pariyo Saputra maupun keluarga almarhumah. Mereka menyampaikan doa serta harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan tersebut.
Bagi insan pers, duka yang dialami Pariyo Saputra juga menjadi duka bersama. Selama ini ia dikenal aktif membangun dan mengembangkan media lokal sebagai sarana penyebaran informasi kepada masyarakat. Dukungan moral dari berbagai pihak menjadi bukti eratnya rasa persaudaraan di kalangan insan media maupun masyarakat.
Dalam ajaran Islam, wafatnya seseorang bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal perjalanan menuju kehidupan yang kekal. Oleh karena itu, doa dari keluarga, sahabat, dan masyarakat menjadi hadiah terbaik bagi almarhumah agar mendapatkan rahmat, ampunan, serta kemuliaan di sisi Allah SWT.
Momentum duka ini juga menjadi pengingat bagi setiap anak akan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua selama mereka masih hidup. Kasih sayang seorang ibu tidak dapat tergantikan oleh apa pun. Oleh sebab itu, mendoakan orang tua, menjaga nama baik keluarga, serta meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan menjadi bentuk bakti yang tidak akan pernah terputus.
Keluarga besar almarhumah menyampaikan permohonan maaf apabila semasa hidup beliau pernah memiliki kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Mereka juga memohon doa dari seluruh masyarakat agar almarhumah diberikan ampunan, dilapangkan kuburnya, serta ditempatkan di surga terbaik oleh Allah SWT.
Atas nama keluarga besar, Pariyo Saputra kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu untuk hadir, mengirimkan doa, maupun memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang berduka.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Keluarga Besar Gnotif.com dan Sumateranewstv.com turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Almarhumah Giyem Binti Saeran. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, menempatkannya di surga terbaik, serta memberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Pewarta: Pariyo Saputra
Redaksi GNotif



0 Komentar