KOTABUMI, Gnotif.com – Jajaran Polres Lampung Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan menggagalkan dugaan aksi tawuran antar pelajar di wilayah Kotabumi, Senin (27/7/2026). Berkat respons cepat aparat kepolisian setelah menerima laporan dari masyarakat, potensi terjadinya aksi kekerasan yang melibatkan puluhan pelajar berhasil dicegah sebelum sempat terjadi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan sebanyak 44 pelajar yang diduga berkumpul untuk melakukan aksi tawuran. Seluruh pelajar kemudian diberikan pembinaan, pendataan, serta diserahkan kembali kepada pihak sekolah masing-masing agar mendapatkan pembinaan lanjutan bersama guru dan orang tua.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara masyarakat dan kepolisian memiliki peran penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, khususnya dalam mencegah kenakalan remaja yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
Berdasarkan informasi yang diterima petugas, laporan pertama berasal dari masyarakat yang menyebutkan adanya dugaan rencana tawuran di kawasan belakang Islamic Center, Jalan K.S. Tubun, Kotabumi, sekitar pukul 15.15 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Piket Walet, Piket Pamapta II, bersama piket fungsi lainnya segera menuju lokasi dan melakukan patroli serta penyisiran di area yang dimaksud. Namun, saat petugas tiba di lokasi, tidak ditemukan adanya aksi tawuran maupun kelompok pelajar yang sedang berkumpul.
Meski demikian, aparat kepolisian tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dianggap rawan. Tidak lama kemudian, petugas kembali menerima informasi adanya sekelompok pelajar yang berkumpul di Jalan Etshiko Siomi, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan.
Setelah mendatangi lokasi kedua tersebut, personel Polres Lampung Utara menemukan sebanyak 44 pelajar yang terdiri dari 22 siswa SMA Negeri 3 Kotabumi, 20 siswa SMK Negeri 1 Kotabumi, dan dua siswa dari Ibnurus.
Seluruh pelajar kemudian diamankan secara humanis untuk dilakukan pendataan. Selain itu, petugas juga memeriksa kendaraan maupun barang bawaan yang digunakan para pelajar guna memastikan tidak terdapat senjata tajam ataupun benda berbahaya yang berpotensi digunakan dalam aksi tawuran.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa petugas tidak menemukan senjata tajam, senjata api, maupun benda berbahaya lainnya. Dengan demikian, kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif melalui pembinaan dan edukasi daripada tindakan hukum.
Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., melalui Kasi Humas IPTU Herawati mengatakan bahwa langkah cepat personel merupakan bentuk komitmen Polres Lampung Utara dalam merespons setiap laporan masyarakat guna mencegah gangguan keamanan.
"Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan adanya dugaan aksi tawuran. Berkat respons cepat personel di lapangan, potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sehingga situasi tetap aman dan kondusif," ujar IPTU Herawati.
Menurutnya, seluruh pelajar yang diamankan telah diberikan pembinaan mengenai pentingnya menjaga ketertiban, menghindari aksi tawuran, serta memahami dampak hukum maupun sosial apabila terlibat dalam tindakan kekerasan.
Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan sekolah masing-masing untuk memastikan para siswa mendapatkan pendampingan dan pengawasan lanjutan. Langkah ini dilakukan agar para pelajar dapat kembali fokus mengikuti kegiatan belajar mengajar dan tidak mengulangi perbuatan serupa.
IPTU Herawati menegaskan bahwa pembinaan terhadap pelajar merupakan langkah preventif yang lebih mengedepankan edukasi dibandingkan penindakan. Menurutnya, para pelajar masih memiliki masa depan panjang yang harus dijaga melalui pembinaan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
"Kami mengimbau kepada para pelajar agar tidak mudah terprovokasi untuk melakukan aksi tawuran maupun bentuk kenakalan remaja lainnya. Peran orang tua, sekolah, dan masyarakat sangat penting dalam melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain," tambah IPTU Herawati.
Polres Lampung Utara juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga situasi kamtibmas dengan segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Di sisi lain, kepolisian akan terus meningkatkan patroli preventif, terutama pada jam-jam rawan dan di lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya para pelajar di luar jam sekolah. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah munculnya aksi tawuran maupun bentuk kenakalan remaja lainnya.
Selain patroli, Polres Lampung Utara juga berkomitmen untuk terus menggelar program edukasi melalui kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah. Program tersebut bertujuan membangun kesadaran hukum, meningkatkan disiplin, serta menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda agar menjadi pelopor keselamatan, ketertiban, dan kedamaian di lingkungan masing-masing.
Dengan keberhasilan menggagalkan dugaan aksi tawuran tersebut, situasi keamanan di wilayah Kotabumi tetap terjaga dengan baik. Polres Lampung Utara berharap seluruh pelajar dapat memanfaatkan masa mudanya untuk belajar, berprestasi, serta mengembangkan potensi diri sehingga mampu menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat maupun daerah. (*)
Pewarta: Pariyo Saputra
Redaksi GNotif




0 Komentar