Tulang Bawang Barat, Gnotif.com – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Polsek Tumijajar, Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, memberikan materi pendidikan berkarakter kepada siswa dan siswi baru SMK Muhammadiyah yang berada di Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rabu (15/07/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolsek Tumijajar Iptu Sobrun, S.H., M.H., bersama personel Polsek Tumijajar. Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan MPLS tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam membangun karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran hukum.
Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Tumijajar Iptu Sobrun mengatakan bahwa pendidikan karakter menjadi salah satu aspek penting dalam pembentukan kepribadian peserta didik. Oleh sebab itu, keterlibatan aparat kepolisian dalam kegiatan MPLS diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan kepada para siswa mengenai pentingnya mematuhi aturan dan menjauhi berbagai perilaku negatif.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi sosialisasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, edukasi tentang keselamatan berlalu lintas, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta pembahasan mengenai fenomena sosial perilaku remaja yang saat ini berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Iptu Sobrun, para pelajar saat ini menghadapi berbagai tantangan di era modern, mulai dari pengaruh lingkungan pergaulan, perkembangan teknologi informasi, hingga maraknya penyalahgunaan media sosial yang dapat berdampak negatif apabila tidak disikapi dengan bijak.
“Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengisian materi tersebut di SMK Muhammadiyah adalah untuk membangun generasi muda yang disiplin, sadar hukum, dan memiliki ketahanan moral yang kuat,” ujar Kapolsek Tumijajar.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sebagai bagian dari upaya menciptakan keselamatan di jalan raya. Polisi mengingatkan bahwa pelajar merupakan salah satu kelompok pengguna jalan yang rentan mengalami kecelakaan apabila tidak memahami tata tertib berlalu lintas.
Selain itu, personel Polsek Tumijajar juga memberikan edukasi tentang bahaya narkoba. Para siswa diajak untuk memahami dampak buruk penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan mereka. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan keluarga dan lingkungan sekitar.
Materi lain yang turut disampaikan adalah fenomena sosial perilaku remaja. Dalam sesi tersebut, para siswa diajak untuk lebih bijak dalam memilih pergaulan, menghindari tindakan kenakalan remaja, serta menjaga etika dalam menggunakan media sosial.
Iptu Sobrun menjelaskan bahwa pendidikan karakter tidak dapat dilakukan hanya oleh pihak sekolah semata. Dibutuhkan kerja sama antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum agar para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan berintegritas.
“Ini merupakan langkah nyata aparat penegak hukum untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendekatan persuasif. Tujuannya adalah memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif, serta mencetak lulusan SMK yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga taat hukum dan berkarakter mulia,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti materi yang diberikan. Mereka aktif menyimak penjelasan dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait isu-isu yang sering dihadapi remaja saat ini, termasuk penggunaan media sosial, pergaulan bebas, serta ancaman penyalahgunaan narkoba.
Suasana interaktif tersebut menunjukkan tingginya minat para peserta didik untuk memahami berbagai persoalan sosial yang berkembang di lingkungan mereka. Dengan pembekalan sejak dini, diharapkan para siswa mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Kegiatan MPLS yang melibatkan kepolisian ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Kehadiran polisi di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.
Kapolsek Tumijajar berharap seluruh ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan MPLS dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi para siswa dalam menempuh pendidikan di SMK Muhammadiyah Tumijajar.
“Semoga ilmu yang telah diperoleh dan diterima dapat menjadi bekal yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas bagi siswa dan siswi SMK Muhammadiyah Tumijajar,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Iptu Sobrun juga menyampaikan apresiasi kepada pihak SMK Muhammadiyah Tumijajar yang telah memberikan kepercayaan kepada Polsek Tumijajar untuk mengisi materi dalam kegiatan MPLS tahun ini.
Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai hukum.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa baru SMK Muhammadiyah Tumijajar mampu menjadi generasi muda yang produktif, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal pengetahuan, moral, serta kesadaran hukum yang kuat.
(humas_tubaba)
Pewarta: Pariyo Saputra
Redaksi GNotif




0 Komentar