Kotabumi, (GNotif.com) – Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., secara resmi membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kabupaten Lampung Utara Tahun 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Walisongo, Desa Bandar Kagungan Raya, Kecamatan Abung Selatan, Senin (20/7/2026).
Pembukaan MTQ tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lampung Utara. Kegiatan yang akan berlangsung hingga 24 Juli 2026 itu diikuti oleh peserta dari 23 kecamatan yang akan berkompetisi dalam sembilan cabang perlombaan.
Dalam sambutannya, Bupati Hamartoni Ahadis menegaskan bahwa penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, melainkan bagian dari syiar Islam yang memiliki nilai strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius serta meningkatkan kecintaan umat terhadap kitab suci Al-Qur'an.
“Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur'an semata, melainkan merupakan syiar Islam yang memiliki makna strategis dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an,” kata Bupati Hamartoni.
Menurutnya, MTQ merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk semakin memahami bahwa Al-Qur'an bukan hanya indah untuk dilantunkan, tetapi juga harus menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas kehidupan beragama di Kabupaten Lampung Utara.
“Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk semakin memahami bahwa Al-Qur'an bukan hanya indah untuk dilantunkan tetapi juga harus menjadi pedoman dalam setiap langkah kehidupan. Saya berharap, MTQ ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Kabupaten Lampung Utara,” ujarnya.
Bupati Hamartoni juga memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta agar menjadikan ajang MTQ sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur'an, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperdalam kecintaan terhadap ajaran Islam.
Ia menegaskan bahwa prestasi memang menjadi salah satu tujuan dalam perlombaan, namun yang lebih penting adalah bagaimana para peserta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Raihan prestasi tentu menjadi harapan, namun yang terpenting adalah bagaimana setiap peserta termotivasi untuk mengamalkan kandungan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Selain memberikan motivasi kepada peserta, Bupati juga menyoroti peran penting dewan hakim dalam menentukan kualitas pelaksanaan MTQ. Menurutnya, profesionalisme dan integritas dewan hakim sangat dibutuhkan untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan menghasilkan peserta terbaik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Lampung Utara di tingkat yang lebih tinggi.
“Keberhasilan MTQ tentu juga sangat bergantung pada profesionalisme dewan hakim. Harapannya seluruh dewan hakim dapat menjalankan amanah dengan baik sehingga menghasilkan peserta terbaik untuk mengharumkan nama daerah di level provinsi atau bahkan tingkat nasional,” tandasnya.
Penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten Lampung Utara tahun ini akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 20 hingga 24 Juli 2026. Sebanyak 23 kecamatan mengirimkan kafilah terbaik mereka untuk berpartisipasi dalam sembilan cabang perlombaan yang dipertandingkan.
Adapun sembilan cabang yang dilombakan meliputi Cabang Seni Baca Al-Qur'an, Qira'at Al-Qur'an, Hafalan Al-Qur'an, Tafsir Al-Qur'an, Musabaqah Hadis Nabi, Fahm Al-Qur'an, Syahr Al-Qur'an, Khath Al-Qur'an, serta cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an.
Beragam cabang perlombaan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga memahami, menghafal, menafsirkan, serta mengimplementasikan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan pembukaan MTQ turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara Dra. Intji Indriati beserta para kepala perangkat daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Utara drg. Meri Farida Hamartoni beserta jajaran pengurus, serta pimpinan dan keluarga besar Pondok Pesantren Walisongo.
Kehadiran para pejabat daerah, tokoh agama, dan masyarakat menunjukkan besarnya dukungan terhadap pelaksanaan MTQ sebagai sarana pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan masyarakat Lampung Utara.
Dengan terselenggaranya MTQ tingkat kabupaten ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap dapat melahirkan qari dan qariah terbaik yang nantinya mampu mewakili daerah pada ajang MTQ tingkat Provinsi Lampung maupun tingkat nasional, sekaligus memperkuat semangat religius di tengah masyarakat.
MTQ bukan hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat persaudaraan, memperkokoh nilai-nilai keislaman, serta membangun generasi muda yang cinta Al-Qur'an dan berakhlak mulia. (*)
Pewarta: Pariyo Saputra
Redaksi GNotif





0 Komentar