Lampung Selatan, GNOTIF.COM – Menghadapi potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño, Polda Lampung memperkuat kesiapsiagaan seluruh personel dan unsur lintas sektoral melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Lapangan Apel Mapolda Lampung, Senin (3/8/2026), dipimpin langsung oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto mewakili Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf.
Apel kesiapsiagaan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam mengedepankan langkah-langkah pencegahan sebagai strategi utama menghadapi ancaman Karhutla. Selain melindungi masyarakat dari dampak bencana, upaya tersebut juga bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, mendukung ketahanan pangan, serta memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait lainnya. Seluruh peserta menunjukkan kesiapan dalam membangun sistem penanggulangan Karhutla yang terpadu, cepat, efektif, dan responsif menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
Dalam amanat Kapolda Lampung yang dibacakan Wakapolda Brigjen Pol. Sumarto, ditegaskan bahwa fenomena El Niño harus diantisipasi dengan kesiapan maksimal melalui penguatan deteksi dini, patroli terpadu, peningkatan respons cepat terhadap setiap titik panas (hotspot), serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar kebakaran dapat dicegah sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
"Kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan komitmen nyata untuk melindungi masyarakat dan lingkungan. Seluruh personel harus mampu bergerak cepat, memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder, serta mengedepankan pencegahan sebagai langkah utama agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini," tegas Brigjen Pol. Sumarto.
Berdasarkan data Dashboard Lancang Kuning Polda Lampung, sejak 1 Januari hingga 30 Juli 2026 terpantau sebanyak 1.070 titik panas (hotspot). Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.005 titik masuk kategori medium confidence, sedangkan 43 titik lainnya masuk kategori high confidence. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas pengamanan di sejumlah daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap Karhutla.
Beberapa wilayah yang menjadi fokus pengawasan di antaranya Kabupaten Way Kanan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Lampung Utara. Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran lahan saat musim kemarau sehingga memerlukan pengawasan yang lebih intensif.
Selain menyiapkan personel, Polda Lampung juga memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla berada dalam kondisi siap digunakan. Berbagai peralatan seperti kendaraan water cannon, mobil tangki air, mesin pompa, embung sebagai sumber air, hingga perlengkapan pendukung lainnya telah disiagakan guna mempercepat proses pemadaman apabila terjadi kebakaran.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu kekuatan utama dalam upaya mitigasi bencana. Polda Lampung terus mengoptimalkan penggunaan Dashboard Lancang Kuning Polri yang terintegrasi dengan sistem SIPONGI milik Kementerian Kehutanan serta data hotspot dari BMKG. Melalui sistem tersebut, keberadaan titik panas dapat dideteksi lebih cepat sehingga penanganan awal dapat dilakukan secara efektif sebelum api meluas.
Wakapolda Lampung menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Sinergi seluruh elemen bangsa, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, relawan, dunia usaha hingga masyarakat menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Selain langkah preventif melalui patroli dan edukasi, Polda Lampung juga menegaskan akan melakukan penegakan hukum secara profesional, tegas, dan berkeadilan terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari Y. mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah Karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar. Menurutnya, kesadaran masyarakat merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain berpotensi memicu kebakaran yang meluas, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dengan mengedepankan cara-cara yang aman dan ramah lingkungan demi melindungi hutan, lahan, serta keselamatan masyarakat," ujar Kombes Pol. Yuni Iswandari.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan iklim akibat fenomena El Niño. Cuaca panas berkepanjangan berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat sehingga warga diimbau memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu sedang tinggi, menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat kabut asap, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran.
"Perubahan iklim merupakan tantangan bersama. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan menjaga kesehatan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi Karhutla. Sinergi antara masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjaga Lampung tetap aman, sehat, dan bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan," tutupnya.
Melalui Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026, Polda Lampung kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, BMKG, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem mitigasi bencana yang terintegrasi. Langkah tersebut merupakan implementasi nyata Polri Presisi dalam mendukung agenda nasional pengendalian Karhutla, menjaga stabilitas keamanan, melindungi kelestarian lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, serta memastikan masyarakat tetap aman di tengah ancaman perubahan iklim dan musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. (*)
Pewarta: Pariyo Saputra
Redaksi GNotif
```



0 Komentar