Berita

Breaking News

SMSI Lampung Bidik Taman Purbakala Pugung Raharjo dan Taman Nasional Way Kambas untuk Ekspedisi Budaya HPN 2027

LAMPUNG TIMUR, (GNOTIF.COM) – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Lampung mulai mematangkan persiapan untuk menghadirkan kegiatan Ekspedisi Budaya SMSI dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2027. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah melakukan audiensi sekaligus peninjauan terhadap sejumlah destinasi yang dinilai memiliki nilai sejarah, budaya, konservasi, dan potensi wisata tinggi di Kabupaten Lampung Timur.

Pada Kamis (6/8/2026), Pengurus SMSI Provinsi Lampung melakukan kunjungan ke dua lokasi yang menjadi kandidat utama dalam rencana ekspedisi tersebut, yakni Taman Purbakala Pugung Raharjo di Kecamatan Sekampung Udik dan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur.

Kedua lokasi tersebut dinilai memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi sama-sama merepresentasikan kekayaan Lampung. Taman Purbakala Pugung Raharjo menyimpan jejak sejarah dan kebudayaan masa lampau melalui berbagai peninggalan arkeologis, sedangkan Taman Nasional Way Kambas dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi penting yang menjadi rumah bagi satwa gajah Sumatera serta berbagai keanekaragaman hayati lainnya.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua SMSI Provinsi Lampung Donny Irawan, S.E., M.H. Rombongan turut diikuti Sekretaris SMSI Lampung H. Senen, Wakil Ketua I Ahmad Syarif, Wakil Ketua II Hersoli Rizwan, Bendahara Eci, serta Ketua SMSI Lampung Timur Eko Wahyuntoro bersama jajaran.

Kehadiran jajaran SMSI Lampung di Lampung Timur tidak hanya menjadi agenda kunjungan biasa, melainkan bagian dari upaya penjajakan dan pemetaan awal terhadap lokasi yang nantinya dapat menjadi bagian dari agenda nasional SMSI pada momentum HPN 2027.

Menjajaki Destinasi untuk Ekspedisi Budaya

Ekspedisi budaya menjadi salah satu agenda yang terus dikembangkan SMSI sebagai bagian dari kontribusi organisasi media siber dalam memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas. Melalui kegiatan tersebut, insan pers tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga dapat mengambil peran dalam mempromosikan kekayaan sejarah, budaya, wisata, lingkungan, serta potensi ekonomi masyarakat daerah.

Ketua SMSI Lampung Donny Irawan mengatakan, pemilihan Taman Purbakala Pugung Raharjo dan Taman Nasional Way Kambas sebagai lokasi yang dijajaki bukan tanpa alasan. Kedua tempat tersebut memiliki daya tarik yang kuat dan dinilai mampu memberikan pengalaman sekaligus informasi kepada peserta ekspedisi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Donny, Taman Purbakala Pugung Raharjo mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi. Situs tersebut merupakan salah satu warisan budaya penting di Lampung yang menyimpan berbagai tinggalan masa lampau dan menjadi bagian dari sejarah perkembangan kebudayaan di wilayah Lampung.

“Taman Purbakala Pugung Raharjo memiliki nilai sejarah tinggi dan sangat layak menjadi destinasi budaya HPN 2027,” ujar Donny.

Selain aspek sejarah, keberadaan situs tersebut juga memiliki nilai edukasi. Para peserta ekspedisi nantinya dapat melihat secara langsung bagaimana peninggalan masa lalu menjadi bagian penting dalam memahami perjalanan kebudayaan masyarakat Lampung.

Menurutnya, pengenalan situs sejarah kepada masyarakat luas sangat penting karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengetahui secara langsung berbagai peninggalan budaya yang ada di daerah. Karena itu, peran media menjadi strategis dalam menyampaikan informasi tersebut melalui berbagai platform pemberitaan dan konten digital.

Way Kambas Jadi Representasi Kekayaan Alam Lampung

Selain Taman Purbakala Pugung Raharjo, SMSI Lampung juga menjajaki Taman Nasional Way Kambas sebagai lokasi ekspedisi budaya dan wisata dalam rangkaian HPN 2027.

Taman Nasional Way Kambas merupakan salah satu kawasan konservasi yang sangat dikenal, tidak hanya di Lampung tetapi juga secara nasional. Keberadaan kawasan konservasi tersebut memiliki arti penting bagi upaya perlindungan satwa dan lingkungan sekaligus menjadi bagian dari identitas pariwisata Lampung.

Donny Irawan menilai TNWK mempunyai potensi besar untuk menjadi salah satu titik kegiatan ekspedisi. Kawasan tersebut memiliki daya tarik berupa kehidupan satwa liar, terutama gajah Sumatera, serta lingkungan alam yang menjadi bagian penting dari kekayaan biodiversitas Indonesia.

“Tidak terkecuali juga TNWK yang bukan hanya menjadi ikon Lampung, tetapi juga sudah terkenal secara nasional,” katanya.

Menurut Donny, apabila kedua lokasi tersebut dapat menjadi bagian dari rangkaian Ekspedisi Budaya SMSI HPN 2027, maka kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap promosi daerah.

“Dengan adanya ekspedisi budaya ini nantinya dapat mempromosikan ikon Lampung tersebut ke masyarakat luas. Tentunya akan ada dampak positif bagi promosi wisata dan perkembangan kebudayaan serta nilai ekonomi bagi masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.

Media Memiliki Peran dalam Promosi Potensi Daerah

Perkembangan media digital memberikan peluang besar bagi daerah untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki. Informasi mengenai destinasi wisata, situs budaya, produk ekonomi kreatif, kuliner, kesenian, hingga tradisi masyarakat dapat disebarluaskan dengan cepat melalui media siber.

Dalam konteks tersebut, SMSI sebagai organisasi perusahaan media siber memiliki jaringan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk memperkenalkan destinasi Lampung kepada masyarakat di luar daerah.

Donny menjelaskan bahwa Ekspedisi Budaya SMSI merupakan agenda yang memiliki semangat untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan wisata daerah kepada jaringan SMSI secara nasional.

“Ekspedisi budaya ini agenda rutin SMSI saat HPN. Tujuannya memperkenalkan sejarah, budaya, dan wisata Lampung ke seluruh anggota SMSI se-Indonesia,” tambah Donny.

Dengan jaringan media yang luas, informasi dari kegiatan ekspedisi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Setiap peserta dapat membawa informasi mengenai destinasi yang dikunjungi untuk kemudian dikembangkan menjadi pemberitaan, tulisan feature, dokumentasi foto, video, maupun konten digital lainnya.

Hal tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan dunia pers terhadap pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan daerah. Semakin banyak informasi positif yang dipublikasikan, semakin besar pula peluang destinasi tersebut dikenal oleh masyarakat dari luar Lampung.

Pengelola Pugung Raharjo Sambut Baik Rencana SMSI

Rencana SMSI Lampung tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Lampung, Kuswanto, S.S., M.Hum., yang menerima rombongan saat berada di Taman Purbakala Pugung Raharjo.

Kuswanto menyambut antusias rencana pelaksanaan ekspedisi tersebut. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan jaringan media dari berbagai daerah dapat menjadi peluang untuk memperluas pengenalan situs Pugung Raharjo kepada masyarakat.

“Kami siap mendukung dan berkolaborasi dalam kegiatan nasional ini. Pugung Raharjo terbuka untuk menjadi bagian dari promosi budaya Lampung,” jelas Kuswanto.

Dukungan tersebut menjadi langkah awal yang penting untuk membangun koordinasi lebih lanjut. Apabila Pugung Raharjo ditetapkan sebagai salah satu lokasi kegiatan, berbagai aspek teknis tentu perlu disiapkan, termasuk konsep kegiatan, agenda kunjungan, materi edukasi, dokumentasi, hingga koordinasi dengan pihak terkait.

Keberadaan situs purbakala tersebut sendiri merupakan aset kebudayaan yang memiliki nilai edukasi tinggi. Melalui ekspedisi, peserta dapat memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga peninggalan sejarah agar tetap dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi mendatang.

TNWK Dukung Promosi Ikon Lampung ke Tingkat Nasional

Dukungan serupa disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur, MHD. Zaidi, S.Hut., M.A.P., beserta jajaran. Pihak TNWK menyambut baik rencana SMSI untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai bagian dari agenda Ekspedisi Budaya HPN 2027.

“Pada prinsipnya kita sangat mendukung acara yang akan digelar di TNWK ini. Apalagi nanti bisa mempromosikan ikon Lampung ke kancah nasional,” tegasnya.

Dukungan dari pengelola kawasan konservasi tersebut menunjukkan adanya peluang kolaborasi yang positif antara dunia pers dan pengelola destinasi konservasi. Publikasi yang dilakukan secara bertanggung jawab dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam dan satwa.

Di sisi lain, promosi wisata konservasi juga harus tetap memperhatikan prinsip-prinsip perlindungan lingkungan. Karena itu, apabila ekspedisi nantinya dilaksanakan di kawasan TNWK, aspek keselamatan, konservasi, serta ketentuan yang berlaku di kawasan taman nasional akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan.

Dua Ikon Lampung dalam Satu Ekspedisi

Rencana menjadikan dua lokasi tersebut sebagai destinasi ekspedisi memberikan warna tersendiri bagi agenda HPN 2027. Pugung Raharjo dan Way Kambas menawarkan dua sisi kekayaan Lampung yang saling melengkapi.

Pugung Raharjo merepresentasikan kekayaan sejarah dan budaya. Situs punden berundak tersebut telah puluhan tahun dikenal sebagai salah satu cagar budaya penting di Lampung. Sementara Way Kambas menjadi representasi kekayaan alam dan konservasi, khususnya melalui keberadaan habitat gajah Sumatera dan ekosistemnya.

Kombinasi keduanya dapat memberikan gambaran bahwa Lampung memiliki potensi yang sangat beragam. Tidak hanya memiliki destinasi wisata alam, Lampung juga mempunyai peninggalan sejarah, kebudayaan, tradisi, serta kekayaan masyarakat yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Karena itu, Ekspedisi Budaya SMSI HPN 2027 diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan Lampung secara lebih utuh. Peserta tidak hanya diajak melihat destinasi, tetapi juga memahami nilai sejarah, kebudayaan, konservasi, dan kehidupan masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Berpotensi Berdampak terhadap Ekonomi Masyarakat

Promosi destinasi wisata secara luas juga memiliki potensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Ketika sebuah destinasi semakin dikenal, peluang kunjungan wisatawan dapat meningkat dan pada akhirnya membuka ruang bagi berkembangnya berbagai usaha masyarakat.

Pelaku UMKM, pengusaha kuliner, pengrajin, penyedia jasa transportasi, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang terlibat dalam sektor pariwisata dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas kunjungan.

Karena itu, kegiatan ekspedisi budaya tidak hanya dapat dipandang sebagai agenda organisasi, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan kontribusi terhadap promosi ekonomi lokal. Publikasi yang dihasilkan dari kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan produk dan potensi masyarakat di sekitar destinasi.

Meski demikian, pengembangan wisata harus dilakukan secara berkelanjutan. Pelestarian budaya dan lingkungan harus tetap menjadi prioritas agar promosi wisata tidak justru mengurangi nilai dan kelestarian destinasi.

Akan Ditindaklanjuti dengan Koordinasi Teknis

Audiensi dan peninjauan yang dilakukan SMSI Lampung di dua lokasi tersebut menjadi tahap awal dalam proses persiapan Ekspedisi Budaya HPN 2027. Selanjutnya, rencana tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis dengan pihak pengelola masing-masing lokasi serta pihak-pihak terkait lainnya.

Koordinasi diperlukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik, aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, konsep ekspedisi juga perlu disusun agar mampu memberikan nilai edukasi sekaligus menghasilkan publikasi yang berkualitas.

SMSI Lampung berharap kegiatan tersebut nantinya dapat diikuti oleh jaringan SMSI dari berbagai daerah di Indonesia sehingga promosi mengenai potensi Lampung dapat semakin luas.

Momentum HPN 2027 yang rencananya dipusatkan di Provinsi Lampung menjadi peluang strategis untuk menunjukkan kepada insan pers nasional bahwa Lampung memiliki kekayaan sejarah, budaya, alam, dan potensi ekonomi yang layak diperkenalkan ke tingkat nasional.

HPN 2027 Jadi Momentum Promosi Lampung

Rangkaian persiapan yang dilakukan sejak jauh hari menunjukkan keseriusan SMSI Lampung dalam menyukseskan agenda HPN 2027. Ekspedisi budaya diharapkan menjadi salah satu kegiatan yang meninggalkan kesan positif bagi para peserta sekaligus memberikan manfaat bagi daerah.

Melalui kekuatan jaringan media siber, berbagai cerita mengenai Pugung Raharjo dan Way Kambas dapat disampaikan kepada masyarakat secara lebih luas. Sejarah situs, nilai budaya, kekayaan alam, konservasi, hingga potensi ekonomi masyarakat dapat menjadi materi pemberitaan yang menarik dan informatif.

Pada akhirnya, Ekspedisi Budaya SMSI tidak hanya berbicara mengenai perjalanan menuju sebuah destinasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut membawa misi untuk mengenalkan identitas daerah, membangun kesadaran mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya dan lingkungan, serta mendorong masyarakat agar semakin bangga terhadap kekayaan daerahnya.

Dengan dukungan pengelola Taman Purbakala Pugung Raharjo dan Taman Nasional Way Kambas, serta koordinasi dengan berbagai pihak, rencana tersebut diharapkan dapat diwujudkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat luas.

SMSI Lampung optimistis Ekspedisi Budaya dalam rangkaian HPN 2027 dapat menjadi salah satu sarana efektif untuk mengangkat potensi sejarah, budaya, wisata, konservasi, dan ekonomi kreatif Lampung ke panggung nasional.

Jika rencana tersebut terealisasi, Taman Purbakala Pugung Raharjo dan Taman Nasional Way Kambas bukan hanya menjadi tempat yang dikunjungi, tetapi juga menjadi sumber cerita dan pengetahuan yang akan dibawa oleh insan media kepada masyarakat Indonesia. Dari peninggalan sejarah hingga kekayaan alam, keduanya menjadi bagian penting dari wajah Lampung yang patut dijaga, dikenalkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Dengan semangat kolaborasi antara SMSI, pemerintah, pengelola destinasi, masyarakat, dan insan pers, HPN 2027 di Lampung diharapkan tidak sekadar menjadi perhelatan nasional insan pers, tetapi juga menjadi momentum besar untuk mempromosikan potensi daerah serta mendorong kemajuan kebudayaan dan pariwisata Lampung.

(*)

Redaksi GNotif.com

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif