LAMPUNG SELATAN, (GNOTIF.COM) – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung terus memperkuat pembinaan terhadap personelnya, tidak hanya dalam aspek profesionalisme dan kemampuan menjalankan tugas, tetapi juga melalui penguatan mental dan spiritual. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Polda Lampung, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan Binrohtal tersebut diikuti langsung oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol Sumarto bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu merupakan bagian dari program rutin pembinaan personel Polri yang dilaksanakan secara berkesinambungan di lingkungan Polda Lampung.
Pelaksanaan Binrohtal menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel sekaligus membentuk karakter anggota Polri agar memiliki integritas dan moralitas dalam melaksanakan tugas. Pembinaan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kesadaran setiap personel terhadap tanggung jawabnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Brigjen Pol Sumarto bersama jajaran mengikuti rangkaian pembinaan rohani yang dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Polda Lampung. Kehadiran pimpinan dan para pejabat utama dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi untuk memberikan perhatian terhadap pembinaan mental dan spiritual anggota.
Aspek mental dan spiritual dinilai menjadi bagian penting dalam menunjang pelaksanaan tugas kepolisian. Sebagai institusi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, personel Polri dituntut tidak hanya memiliki kemampuan profesional, tetapi juga sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai moral, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan sarana penting dalam membangun karakter personel Polri. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membentuk anggota yang memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat dalam menjalankan setiap tugas.
“Pembinaan rohani dan mental ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kepribadian personel,” ujar Yuni.
Ia menjelaskan, pembinaan tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan kepada personel agar semakin memiliki rasa tanggung jawab dan kedisiplinan. Selain itu, setiap anggota diharapkan mampu menjalankan tugas dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan serta pelayanan kepada masyarakat.
“Diharapkan melalui kegiatan ini, anggota Polri semakin memiliki rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta mampu melaksanakan tugas dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya.
Menurut Yuni, tugas kepolisian memiliki dinamika yang cukup kompleks. Personel di lapangan dapat menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan kemampuan untuk mengambil tindakan secara profesional sekaligus tetap memperhatikan aspek etika dan kemanusiaan.
Karena itu, pembinaan terhadap personel tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kemampuan teknis dan profesionalitas, tetapi juga melalui pembinaan kepribadian. Kegiatan Binrohtal menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut agar nilai-nilai moral dan spiritual dapat terus tertanam dalam diri setiap anggota.
Pembinaan rohani juga menjadi momentum bagi personel untuk melakukan refleksi terhadap tugas dan tanggung jawab yang diemban. Sebagai anggota Polri, setiap personel memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam konteks tersebut, nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi salah satu landasan bagi personel ketika menjalankan tugas. Sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta menghormati nilai-nilai kemanusiaan menjadi bagian penting yang perlu terus dipelihara dalam kehidupan kedinasan.
Polda Lampung secara rutin melaksanakan kegiatan pembinaan rohani dan mental sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia. Program tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan dari sisi kepribadian sehingga anggota tidak hanya memiliki kecakapan dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap etika dan tanggung jawab profesinya.
Penguatan mental dan spiritual juga diharapkan dapat membantu personel dalam menjaga sikap dan perilaku ketika berinteraksi dengan masyarakat. Pelayanan kepolisian pada dasarnya membutuhkan komunikasi, empati, kedisiplinan, dan tanggung jawab agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan sesuai dengan tugas dan fungsi kepolisian.
Yuni menambahkan, pembinaan mental dan spiritual merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Setiap personel diharapkan senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai yang terkandung dalam Tribrata dan Catur Prasetya.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pedoman yang diharapkan dapat membentuk sikap dan karakter personel dalam menjalankan tugas. Dengan berpegang pada pedoman tersebut, anggota diharapkan mampu menjaga integritas serta menjalankan tanggung jawabnya secara profesional.
Pelaksanaan Binrohtal di Masjid Al-Ikhlas Polda Lampung juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pembentukan karakter personel. Pembinaan yang dilakukan secara rutin diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari, baik ketika menjalankan tugas kedinasan maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Di tengah tuntutan tugas kepolisian yang terus berkembang, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Personel yang memiliki kemampuan profesional perlu didukung dengan karakter dan kepribadian yang baik sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan tetap mengedepankan tanggung jawab dan nilai kemanusiaan.
Melalui kegiatan Binrohtal, Polda Lampung terus mendorong personelnya untuk memperkuat sisi spiritual sebagai bagian dari pembinaan internal. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi dan penguatan moral kepada anggota agar senantiasa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Kehadiran Wakapolda Lampung Brigjen Pol Sumarto bersama sejumlah PJU dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari perhatian pimpinan terhadap pembinaan personel. Pembinaan mental dan spiritual ditempatkan sebagai salah satu bagian dalam mendukung kesiapan anggota menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Polda Lampung berharap kegiatan pembinaan rohani dan mental yang dilakukan secara rutin dapat terus meningkatkan kualitas kepribadian personel. Dengan demikian, nilai keimanan, ketakwaan, integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab dapat berjalan beriringan dengan profesionalisme dalam melaksanakan tugas.
Pembinaan tersebut pada akhirnya diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Setiap personel diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai moral dan spiritual dalam menjalankan tugas sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap mengedepankan sikap profesional, humanis, dan bertanggung jawab.
Dengan dilaksanakannya Binrohtal secara rutin, Polda Lampung terus memperkuat pembinaan internal personel dari sisi mental dan spiritual, sekaligus mendorong agar nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya senantiasa menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. (*)
# Pewarta Pariyo Saputra #



0 Komentar