LAMPUNG, (GNOTIF.COM) - Upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Provinsi Lampung kembali mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai pihak. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, memberikan apresiasi kepada Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta seluruh jajaran atas keberhasilan mengungkap ratusan kasus narkotika melalui Operasi Antik Krakatau 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Deni menyusul hasil pelaksanaan Operasi Antik Krakatau 2026 yang berhasil mengungkap sebanyak 379 kasus narkotika di wilayah hukum Polda Lampung. Pengungkapan tersebut menjadi salah satu bentuk keseriusan aparat kepolisian dalam memutus mata rantai penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.
Deni Ribowo menilai keberhasilan jajaran Polda Lampung dalam mengungkap ratusan kasus tersebut menunjukkan adanya komitmen kuat aparat penegak hukum untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya narkotika.
“Keberhasilan Polda Lampung mengungkap ratusan kasus narkotika dengan jumlah barang bukti yang sangat besar patut diapresiasi. Saya memberikan penghargaan kepada Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Provinsi Lampung,” ujar Deni Ribowo, Senin (28/9/2026).
Barang Bukti Narkotika Capai Puluhan Kilogram
Dalam pelaksanaan Operasi Antik Krakatau 2026, jajaran Polda Lampung berhasil mengamankan sejumlah barang bukti narkotika dalam jumlah besar. Salah satu barang bukti yang menonjol adalah narkotika jenis sabu-sabu dengan total berat mencapai 85.916,71 gram atau sekitar 85,9 kilogram.
Selain sabu-sabu, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya, di antaranya ganja, ekstasi, obat-obatan terlarang, tembakau sintetis serta berbagai barang bukti lain yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika.
Jumlah barang bukti yang berhasil diamankan tersebut menunjukkan bahwa operasi pemberantasan narkotika tidak hanya menyasar pengguna, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memutus jalur distribusi dan peredaran narkotika yang berpotensi menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Dari keseluruhan barang bukti yang berhasil diamankan dalam operasi tersebut, nilai ekonomisnya diperkirakan mencapai sekitar Rp158,8 miliar. Nilai tersebut menggambarkan besarnya potensi kerugian sosial dan ekonomi yang dapat ditimbulkan apabila narkotika tersebut sampai beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat.
Melindungi Generasi Muda
Menurut Deni Ribowo, keberhasilan Operasi Antik Krakatau 2026 tidak semata-mata harus dilihat dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap maupun jumlah barang bukti yang diamankan. Lebih dari itu, langkah tersebut memiliki dampak yang penting terhadap upaya menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
Ia mengatakan generasi muda merupakan salah satu kelompok yang harus mendapatkan perhatian serius dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman mengenai dampak buruk narkotika.
“Pengungkapan ini menjadi langkah penting dalam melindungi masyarakat Lampung dari ancaman narkoba. Namun, pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum. Perlu dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” kata Deni.
Deni menilai penindakan hukum terhadap pelaku peredaran narkotika harus terus dilakukan secara tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Di sisi lain, langkah pencegahan juga harus diperkuat sehingga masyarakat memiliki ketahanan terhadap pengaruh narkotika.
Perlu Sinergi Seluruh Elemen
Lebih lanjut, Deni menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan narkotika yang memiliki jaringan dan dampak luas terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan hingga lingkungan keluarga harus memiliki komitmen yang sama untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.
Ia juga mendorong agar edukasi mengenai bahaya narkoba dilakukan secara berkelanjutan, terutama kepada pelajar dan generasi muda. Sosialisasi tidak hanya dilakukan ketika terjadi kasus, tetapi harus menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat sejak dini.
“Pencegahan harus terus dilakukan bersama-sama. Edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, harus diperkuat agar mereka memahami bahaya narkoba dan memiliki kesadaran untuk menjauhinya,” ujar Deni.
Ia menilai keluarga juga mempunyai posisi strategis dalam melakukan pencegahan. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dinilai dapat membantu mendeteksi lebih awal berbagai persoalan yang berpotensi menyeret anak ke dalam lingkungan penyalahgunaan narkotika.
Masyarakat Diminta Aktif Melapor
Deni Ribowo juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis apabila menemukan dugaan aktivitas peredaran narkotika di lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, informasi dari masyarakat dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi aparat untuk melakukan penyelidikan dan penindakan.
Ia meminta warga tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan transaksi, penyimpanan, maupun aktivitas lain yang berkaitan dengan peredaran narkotika.
“Jika masyarakat mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba, segera laporkan melalui layanan kepolisian 110. Informasi dari masyarakat sangat penting agar aparat dapat bergerak cepat melakukan pencegahan dan penindakan,” tegasnya.
Menurut Deni, partisipasi masyarakat harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman. Dengan adanya komunikasi dan kerja sama antara masyarakat dan aparat, potensi peredaran narkotika di tingkat lingkungan diharapkan dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti.
Ia berharap keberhasilan Operasi Antik Krakatau 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam menciptakan Provinsi Lampung yang aman, sehat dan terbebas dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Deni juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel kepolisian yang terlibat dalam operasi tersebut. Menurutnya, kerja keras aparat dalam melakukan pengungkapan kasus narkotika merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memberikan rasa aman sekaligus melindungi masa depan masyarakat Lampung.
“Kita tentu berharap upaya seperti ini terus ditingkatkan. Penegakan hukum harus berjalan, tetapi pencegahan dan edukasi juga tidak boleh berhenti. Dengan sinergi seluruh pihak, kita optimistis upaya menciptakan Lampung yang bebas dari narkoba dapat terus diperkuat,” pungkas Deni.
GNOTIF.COM : Keberhasilan Operasi Antik Krakatau 2026 menjadi pengingat bahwa perang terhadap narkotika membutuhkan kerja bersama. Penegakan hukum, pencegahan, edukasi serta keberanian masyarakat untuk melaporkan dugaan peredaran narkoba menjadi bagian yang saling melengkapi dalam membangun lingkungan yang lebih aman dan melindungi generasi penerus bangsa.
# Pewarta Pariyo Saputra #

0 Komentar