KOTABUMI, (GNOTIF.COM) – Pimpinan Daerah Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Kabupaten Lampung Utara akan melaksanakan prosesi pelantikan kepengurusan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB di Gedung Pusiban Agung, Kotabumi.
Pelantikan kepengurusan FOKAL IMM Lampung Utara tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga dirangkai dengan peluncuran buku mengenai kepemimpinan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) karya Dr. Suwardi, S.H., M.H., CM., CPCLE., CPS. Penggabungan dua agenda tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi alumni sekaligus membuka ruang diskusi mengenai kepemimpinan dan regenerasi di lingkungan Muhammadiyah.
Kepengurusan Pimpinan Daerah FOKAL IMM Lampung Utara periode ini dipimpin langsung oleh Dr. Suwardi. Pelantikan nantinya menjadi penanda dimulainya kerja kepengurusan dalam menjalankan agenda organisasi, memperkuat hubungan antarpengurus dan alumni, serta membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Lampung Utara.
Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir dalam momentum tersebut. Salah satunya Anggota Ombudsman Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum Pimpinan Pusat FOKAL IMM, Fikri Yasin, S.I.Kom., M.I.Kom. Kehadiran Fikri Yasin diharapkan dapat memberikan perspektif mengenai pelayanan publik serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Selain itu, turut dijadwalkan hadir Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung yang juga merupakan Penasihat Pimpinan Wilayah FOKAL IMM Lampung, Erizal, S.Ag., S.H., M.H. Kehadiran tokoh yang berkaitan dengan isu keterbukaan informasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diharapkan dapat memperkaya diskursus mengenai peran organisasi dan alumni dalam kehidupan masyarakat.
Sebelum prosesi pelantikan dimulai pada siang hari, kedua tokoh tersebut direncanakan mengikuti agenda bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara pada pagi harinya. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa agenda pelantikan FOKAL IMM Lampung Utara juga diarahkan untuk membangun komunikasi dan silaturahmi dengan unsur pemerintahan daerah.
Ketua PD FOKAL IMM Lampung Utara, Dr. Suwardi, mengatakan bahwa pelantikan kepengurusan bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut menjadi awal kerja organisasi untuk memperkuat silaturahmi dan konsolidasi para alumni IMM yang berada di Kabupaten Lampung Utara.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi awal kerja organisasi untuk memperkuat silaturahmi dan konsolidasi para alumni IMM di Lampung Utara,” ujar Suwardi, Minggu (28/9/2026).
Suwardi menambahkan, kehadiran Fikri Yasin dan Erizal diharapkan dapat memperluas diskursus mengenai sejumlah isu yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat, khususnya pelayanan publik, keterbukaan informasi serta peran strategis alumni IMM.
“Kehadiran sahabat Fikri Yasin dan sahabat Erizal diharapkan dapat memperluas diskursus tentang pentingnya pelayanan publik, keterbukaan informasi, dan peran strategis alumni IMM di tengah masyarakat,” ujar Suwardi.
Selain prosesi pelantikan, kegiatan di Gedung Pusiban Agung tersebut akan menjadi momentum bagi Suwardi untuk memperkenalkan sekaligus meluncurkan buku terbarunya yang berjudul “Sang Surya Enggan Redup: Kepemimpinan Transformatif AMM dan Rejuvenasi Martabat Muhammadiyah”.
Buku tersebut mengangkat pembahasan mengenai kepemimpinan Angkatan Muda Muhammadiyah, terutama terkait tantangan regenerasi kepemimpinan di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi serta dinamika politik kekinian. Kehadiran buku tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang refleksi mengenai bagaimana generasi muda Muhammadiyah dapat terus beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan nilai-nilai gerakan.
Menurut Suwardi, perkembangan zaman membawa tantangan tersendiri bagi kader muda Muhammadiyah. Perubahan sosial dan disrupsi teknologi menuntut adanya kemampuan untuk beradaptasi. Namun, proses adaptasi tersebut tetap perlu berjalan dengan menjaga nilai-nilai yang menjadi bagian dari identitas gerakan Muhammadiyah.
Kepemimpinan generasi muda, dalam perspektif yang dibahas melalui buku tersebut, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola organisasi. Kepemimpinan juga berkaitan dengan kemampuan membaca perubahan, melahirkan gagasan dan menerjemahkan gagasan tersebut menjadi aksi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui buku ini, saya mengajak para kader dan pembaca untuk merefleksikan kembali bagaimana kepemimpinan AMM harus mampu melahirkan gagasan sekaligus aksi nyata yang bermanfaat bagi umat dan bangsa,” jelas Suwardi.
Peluncuran buku tersebut sekaligus memberikan warna tersendiri dalam rangkaian pelantikan FOKAL IMM Lampung Utara. Agenda organisasi dipadukan dengan kegiatan intelektual yang mengangkat isu kepemimpinan dan regenerasi. Hal tersebut diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih luas bagi alumni maupun kader Muhammadiyah.
FOKAL IMM sebagai wadah para alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memiliki ruang untuk mempertemukan alumni dari berbagai latar belakang dan pengalaman. Jaringan tersebut dapat menjadi modal sosial dalam membangun komunikasi, berbagi gagasan dan mendorong kontribusi alumni di tengah masyarakat.
Dengan adanya kepengurusan baru, FOKAL IMM Lampung Utara diharapkan dapat menjalankan berbagai agenda yang berorientasi pada penguatan silaturahmi dan konsolidasi. Alumni yang telah memiliki pengalaman di berbagai bidang dapat saling terhubung serta memberikan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.
Di sisi lain, isu pelayanan publik dan keterbukaan informasi yang turut menjadi bagian dari diskursus kegiatan memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Informasi publik dan pelayanan yang baik merupakan bagian dari hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, ruang dialog yang mempertemukan unsur alumni, tokoh masyarakat dan pemerintah dapat menjadi sarana untuk bertukar perspektif.
Pelantikan FOKAL IMM Lampung Utara juga menjadi momentum untuk memperkenalkan keberadaan kepengurusan kepada berbagai elemen di daerah. Konsolidasi organisasi diharapkan dapat menjadi dasar dalam membangun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.
Sementara itu, peluncuran buku “Sang Surya Enggan Redup” diharapkan dapat memperkaya khazanah pemikiran mengenai kepemimpinan Angkatan Muda Muhammadiyah. Buku tersebut menjadi salah satu karya yang membawa pembahasan tentang regenerasi, kepemimpinan transformatif serta tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perubahan zaman.
Rangkaian kegiatan di Gedung Pusiban Agung Kotabumi tersebut pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada prosesi pelantikan dan peluncuran buku. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi awal bagi lahirnya berbagai kegiatan lanjutan, baik dalam bentuk diskusi, konsolidasi alumni maupun kegiatan yang berhubungan dengan kontribusi sosial kemasyarakatan.
Dengan menggabungkan agenda organisasi dan kegiatan intelektual, FOKAL IMM Lampung Utara ingin membangun ruang pertemuan antara pengalaman para alumni dengan gagasan mengenai kepemimpinan generasi muda. Konsolidasi alumni dan penguatan diskusi intelektual menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang tetap terhubung dengan dinamika masyarakat.
Pelantikan pada Kamis, 1 Oktober 2026, diharapkan menjadi titik awal bagi kepengurusan FOKAL IMM Lampung Utara untuk menjalankan amanah organisasi. Silaturahmi antarsesama alumni, komunikasi dengan berbagai pihak serta kontribusi kepada masyarakat menjadi bagian yang diharapkan dapat terus dikembangkan dalam perjalanan kepengurusan ke depan.
Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali semangat intelektual di kalangan alumni dan kader. Melalui diskusi dan pertukaran gagasan, berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat menjadi bahan refleksi sekaligus sumber inspirasi untuk melahirkan langkah-langkah yang konstruktif.
Dengan demikian, pelantikan FOKAL IMM Lampung Utara dan peluncuran buku karya Dr. Suwardi di Gedung Pusiban Agung Kotabumi diharapkan menjadi momentum yang memperkuat jejaring alumni, memperluas ruang diskusi dan mendorong kontribusi aktif dalam kehidupan masyarakat.
(**)
# Pewarta Pariyo Saputra)


0 Komentar