Berita

Breaking News

Disperpusipda Lampung Utara Gelar Lomba Bertutur SD/MI 2026, Bunda Literasi Dorong Anak Cinta Membaca

LAMPUNG UTARA, (GNOTIF.COM) – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Disperpusipda) Kabupaten Lampung Utara menggelar Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Lampung Utara Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pusiban Agung, Kotabumi, Rabu (21/10/2026), sebagai salah satu upaya mendorong tumbuhnya keberanian, kreativitas, serta rasa percaya diri anak-anak dalam menyampaikan cerita di depan umum.

Lomba bertutur ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat budaya baca dan literasi sejak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan berbicara, menyusun alur cerita, menyampaikan pesan, serta mengekspresikan gagasan dengan bahasa yang baik dan menarik.

Sebanyak 26 peserta dari berbagai sekolah dasar atau sederajat di Kabupaten Lampung Utara mengikuti perlombaan tersebut. Mereka tampil membawa cerita yang dipersiapkan untuk disampaikan di hadapan dewan juri dan peserta lainnya. Keikutsertaan puluhan siswa ini menunjukkan adanya antusiasme generasi muda untuk mengembangkan kemampuan diri melalui kegiatan literasi yang bersifat edukatif dan kreatif.

Wadah Mengembangkan Potensi dan Kepercayaan Diri Anak

Sekretaris Disperpusipda Lampung Utara yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disperpusipda, Aprilia, mengatakan kegiatan lomba bertutur diharapkan memberikan manfaat bagi seluruh peserta, terutama anak-anak yang masih berada pada jenjang pendidikan dasar.

Menurutnya, kemampuan bertutur merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak dini. Selain membantu anak menyampaikan cerita dengan runtut, keterampilan tersebut juga dapat mendukung kemampuan berkomunikasi, keberanian tampil di hadapan orang lain, serta pembentukan rasa percaya diri yang berguna bagi perkembangan mereka pada masa mendatang.

Aprilia menjelaskan, lomba bertutur bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan berbicara, melainkan juga kesempatan bagi anak-anak untuk belajar memahami isi cerita, mengembangkan kreativitas, dan menyampaikan pesan yang terkandung di dalamnya. Dengan berlatih bertutur, peserta dapat belajar mengolah kata, mengatur intonasi, mengekspresikan emosi, serta membangun hubungan dengan pendengar.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan bertutur sekaligus memperkuat budaya baca dan literasi di Kabupaten Lampung Utara,” kata Aprilia.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun lingkungan yang mendukung perkembangan literasi anak. Dukungan dari sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah dinilai penting agar minat baca serta kemampuan berbahasa anak dapat terus berkembang.

Menurutnya, kebiasaan membaca dan kemampuan bertutur mempunyai hubungan yang erat. Anak yang terbiasa membaca akan memperoleh tambahan kosakata, mengenal beragam bentuk cerita, serta memiliki kesempatan lebih luas untuk memahami berbagai pengalaman dan sudut pandang. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal ketika mereka diminta menyampaikan kembali sebuah cerita dengan bahasa sendiri.

Libatkan Dewan Juri Berkompeten

Untuk menjaga kualitas penilaian, Disperpusipda Lampung Utara menghadirkan dewan juri yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya. Tiga orang yang dipercaya menjadi juri dalam Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Lampung Utara Tahun 2026 tersebut adalah Isdianto, Ketua Dongeng Pustaka Lampung Utara; Eli Yanti, pegiat literasi Lampung Utara; serta Dra. Nani Rahayu, M.M., dari Dewan Kesenian Lampung Utara (Dekalu).

Keterlibatan unsur pendongeng, pegiat literasi, dan insan seni diharapkan dapat memberikan penilaian yang memperhatikan beragam aspek penampilan peserta. Dalam perlombaan bertutur, kemampuan menyampaikan isi cerita dengan jelas menjadi salah satu unsur penting. Selain itu, penghayatan, ekspresi, intonasi, kelancaran, dan kreativitas dalam membawakan cerita juga dapat menjadi bagian dari penilaian sesuai ketentuan lomba.

Melalui proses penilaian tersebut, para peserta diharapkan memperoleh pengalaman yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan mereka. Terlepas dari hasil akhir perlombaan, kesempatan tampil di hadapan orang lain merupakan proses pembelajaran yang dapat membangun keberanian serta melatih anak menghadapi tantangan.

Ajang ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan anak-anak yang memiliki ketertarikan terhadap cerita dan literasi dari berbagai sekolah di Lampung Utara. Interaksi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar, memperluas pengalaman, dan memotivasi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan membaca maupun bertutur.

Bunda Literasi: Anak Harus Tumbuh Bersama Buku dan Cerita

Dalam kegiatan yang sama, Bunda Literasi Kabupaten Lampung Utara, drg. Meri Farida Hamartoni, menyampaikan pesan penting mengenai peran literasi dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Ia menilai anak-anak yang sejak dini tumbuh bersama buku dan cerita memiliki kesempatan untuk memperluas wawasan, mengasah pemikiran, serta mempelajari nilai-nilai kehidupan.

Meri berharap anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut kelak menjadi generasi yang luas wawasannya, tajam pemikirannya, luhur budi pekertinya, dan mampu mengambil keputusan secara bijaksana.

Menurutnya, literasi tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi juga menjadi sarana bagi anak untuk memahami informasi, mengenali nilai-nilai positif, mengembangkan daya pikir, serta belajar melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.

“Saya percaya, apabila kecintaan terhadap literasi terus kita pupuk sejak dini, bersama para pendidik, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat, dapat menumbuhkan kebijaksanaan. Karena itu jangan takut untuk tampil, jangan ragu untuk mencoba, dan jangan pernah merasa cukup untuk berhenti belajar,” jelas Meri.

Pesan tersebut menjadi dorongan bagi para peserta agar tidak menjadikan perlombaan sebagai sesuatu yang menakutkan. Anak-anak diharapkan berani menunjukkan kemampuan, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan terus belajar dari setiap pengalaman yang mereka peroleh.

Meri juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan membaca dan kegiatan bercerita. Menurutnya, anak-anak membutuhkan kesempatan yang cukup untuk berinteraksi dengan buku, menyampaikan pertanyaan, mengungkapkan pendapat, serta mengembangkan gagasan sesuai usia dan kemampuan mereka.

Peran Orang Tua dan Guru dalam Membangun Budaya Literasi

Bunda Literasi Lampung Utara tersebut mengajak para orang tua dan guru untuk menghadirkan buku di tengah keluarga serta membangun kebiasaan membaca di lingkungan sekolah. Ia juga mendorong agar anak-anak diberikan ruang untuk bercerita, bertanya, dan mengembangkan ide tanpa merasa takut melakukan kesalahan.

Peran keluarga menjadi penting karena rumah merupakan salah satu lingkungan pertama tempat anak mengenal bahasa, cerita, dan kebiasaan belajar. Orang tua dapat memberikan contoh sederhana melalui kegiatan membaca bersama, mendengarkan cerita anak, atau mengajak mereka membicarakan isi buku yang telah dibaca.

Sementara itu, sekolah dapat memperkuat kebiasaan tersebut melalui kegiatan membaca rutin, pemanfaatan perpustakaan, aktivitas mendongeng, diskusi sederhana, dan kesempatan bagi siswa untuk menyampaikan cerita di depan teman-temannya. Kegiatan seperti ini dapat membantu anak membangun keterampilan berbahasa sekaligus mengembangkan keberanian dalam berkomunikasi.

Ketika anak diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan, mereka juga belajar menyusun pikiran secara lebih teratur. Mereka dapat berlatih memilih kata yang tepat, mendengarkan pendapat orang lain, dan menghargai perbedaan pandangan. Kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter.

Oleh karena itu, penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah melalui Disperpusipda dapat menghadirkan program dan kegiatan yang mendorong minat baca, sedangkan sekolah, guru, orang tua, komunitas literasi, dan masyarakat dapat berperan dalam menciptakan lingkungan yang ramah terhadap kegiatan membaca dan bercerita.

Lomba Bertutur sebagai Investasi bagi Generasi Mendatang

Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Lampung Utara Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk kegiatan yang menghubungkan budaya membaca dengan keterampilan berbicara dan kreativitas. Anak-anak tidak hanya diajak mengenal cerita, tetapi juga belajar menyampaikan kembali isi cerita secara menarik sehingga dapat dipahami oleh pendengar.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan anak terhadap buku dan mendorong mereka menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Semakin banyak pengalaman membaca yang diperoleh, semakin luas pula kesempatan anak untuk mengenal pengetahuan, budaya, nilai moral, dan berbagai pengalaman yang dapat memperkaya cara pandang mereka.

Di sisi lain, kemampuan bertutur dapat menjadi bekal penting bagi anak ketika melanjutkan pendidikan dan berinteraksi di tengah masyarakat. Keberanian berbicara, kemampuan menyampaikan gagasan, serta kecakapan mendengarkan merupakan keterampilan yang dibutuhkan dalam berbagai situasi kehidupan.

Melalui kegiatan ini, Disperpusipda Lampung Utara berharap semangat literasi terus tumbuh di kalangan pelajar. Dukungan yang konsisten dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, serta menjunjung tinggi nilai-nilai positif.

Penyelenggaraan lomba bertutur di Gedung Pusiban Agung Kotabumi tersebut menjadi pengingat bahwa membangun generasi berkualitas dapat dimulai melalui langkah sederhana, yakni mendekatkan anak-anak kepada buku, memberi mereka kesempatan untuk bercerita, dan mendukung keberanian mereka untuk terus belajar.

Dengan menanamkan kecintaan terhadap literasi sejak usia sekolah dasar, Kabupaten Lampung Utara diharapkan dapat terus memperkuat fondasi pendidikan dan mempersiapkan generasi muda yang berwawasan luas, kreatif, percaya diri, serta mampu menghadapi tantangan masa depan.

Pewarta Pariyo Saputra 

Redaksi GNotif.Com



```

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif