Berita

Breaking News

Personel Polres Tubaba Gelar Latihan Bela Diri Polri secara Rutin untuk Tingkatkan Kemampuan dan Kesiapsiagaan

TULANG BAWANG BARAT, (GNOTIF.COM) – Personel Kepolisian Resor (Polres) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Polda Lampung, menggelar latihan bela diri Polri di Lapangan Mapolres Tubaba, Selasa (13/10/2026) pagi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan, kemampuan, serta kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas kepolisian di lapangan.

Latihan bela diri Polri merupakan salah satu kegiatan peningkatan kemampuan personel yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan, tepatnya pada hari Selasa. Melalui latihan tersebut, anggota kepolisian diharapkan dapat menguasai teknik dasar bela diri yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas, terutama ketika menghadapi situasi yang membutuhkan kesiapan fisik, ketenangan, dan tindakan sesuai prosedur.

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Himmawan Setiawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., melalui Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres Tubaba Kompol A. Pancarudin, S.H., M.M., menyampaikan bahwa peningkatan kemampuan personel merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, kemampuan bela diri tidak hanya berkaitan dengan keterampilan fisik, tetapi juga menyangkut kesiapan personel dalam mengambil tindakan secara tepat, terukur, dan sesuai ketentuan ketika menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Latihan Rutin untuk Meningkatkan Keterampilan Personel

Pelaksanaan latihan bela diri Polri secara rutin diharapkan dapat membantu personel mempertahankan sekaligus meningkatkan kemampuan dasar yang telah dipelajari. Latihan yang dilakukan secara terarah juga menjadi kesempatan bagi anggota untuk mengulang teknik, memperbaiki gerakan, serta membangun kedisiplinan dalam mengikuti setiap tahapan latihan.

Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, anggota kepolisian dapat menghadapi berbagai kondisi yang membutuhkan kesiapan fisik dan pengendalian diri. Oleh sebab itu, penguasaan teknik bela diri menjadi salah satu kemampuan pendukung yang perlu terus dilatih agar personel dapat menjalankan tugas dengan memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Kompol A. Pancarudin menjelaskan bahwa latihan peningkatan kemampuan bela diri tongkat Polri merupakan upaya untuk memperkuat keterampilan dan kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas di lapangan. Penguasaan teknik yang benar diharapkan dapat membantu anggota bertindak secara profesional ketika menghadapi situasi yang memerlukan tindakan pengamanan.

“Setiap personel diharapkan mampu menguasai teknik yang benar serta mengedepankan profesionalisme, kedisiplinan, dan penggunaan kekuatan secara terukur sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kabag SDM.

Penekanan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan pemahaman terhadap tanggung jawab profesi. Personel tidak hanya dituntut mampu melakukan gerakan bela diri, tetapi juga harus memahami kapan suatu tindakan diperlukan, bagaimana melaksanakannya secara proporsional, serta bagaimana menghindari penggunaan kekuatan yang tidak sesuai dengan situasi.

Penguasaan Teknik Dasar Bela Diri Polri

Kabag SDM menambahkan bahwa seluruh anggota perlu memiliki keterampilan dasar bela diri Polri. Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal dalam mempertahankan diri maupun memberikan perlindungan kepada orang lain ketika menghadapi ancaman yang memerlukan tindakan cepat dan tepat.

Dalam latihan bela diri Polri, sejumlah teknik dasar yang perlu dipahami antara lain teknik tangkisan, teknik jatuhan, serta cara membawa atau mengamankan tahanan sesuai prosedur. Penguasaan teknik tersebut memerlukan latihan berulang, ketelitian, dan kedisiplinan agar gerakan dapat dilakukan secara benar serta memperhatikan keselamatan pihak yang terlibat.

Selain teknik dasar tersebut, personel juga perlu memahami prinsip pengendalian diri ketika menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan konflik. Keterampilan fisik harus disertai kemampuan membaca keadaan, menjaga jarak aman, berkomunikasi, dan mempertimbangkan tindakan yang paling tepat sesuai tingkat ancaman.

Penggunaan teknik bela diri, termasuk teknik tangan kosong apabila diperlukan, harus tetap berpedoman pada ketentuan dan prosedur yang berlaku. Tindakan kepolisian perlu dilakukan secara proporsional, dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta keselamatan masyarakat, personel, dan orang yang sedang diamankan.

Karena itu, latihan rutin tidak semata-mata bertujuan meningkatkan kemampuan fisik. Kegiatan ini juga diharapkan membentuk pola pikir yang disiplin, kemampuan mengendalikan emosi, serta pemahaman bahwa setiap tindakan anggota kepolisian harus dapat dipertanggungjawabkan.

Utamakan Profesionalisme dan Penggunaan Kekuatan secara Terukur

Dalam pelaksanaan tugas kepolisian, profesionalisme menjadi prinsip penting yang harus diterapkan oleh setiap personel. Kemampuan bela diri perlu digunakan sesuai kebutuhan dan tidak boleh dilepaskan dari aturan yang mengatur tindakan kepolisian.

Kompol A. Pancarudin menegaskan kembali pentingnya penguasaan teknik yang benar, kedisiplinan, dan penggunaan kekuatan secara terukur. Prinsip tersebut diperlukan agar personel mampu menghadapi situasi yang menantang tanpa mengabaikan prosedur maupun hak-hak masyarakat.

Melalui latihan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, personel diharapkan semakin memahami pentingnya mengutamakan pencegahan, pengendalian situasi, serta tindakan yang sesuai dengan tingkat ancaman. Kemampuan teknis harus digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas, bukan untuk melakukan tindakan di luar kewenangan.

Latihan yang terarah juga dapat menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan fisik dan penguasaan teknik setiap anggota. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kemampuan personel diharapkan tetap terpelihara dan dapat mendukung pelaksanaan tugas secara lebih tertib serta bertanggung jawab.

Dukung Pelayanan dan Perlindungan kepada Masyarakat

Lebih lanjut, Kabag SDM menyampaikan bahwa latihan bela diri Polri yang dilaksanakan secara rutin diharapkan dapat menunjang kesiapan personel dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kesiapan anggota menjadi salah satu unsur pendukung dalam pelaksanaan tugas kepolisian, termasuk ketika menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dengan kemampuan yang terpelihara, personel diharapkan dapat menghadapi berbagai kondisi di lapangan secara lebih siap, tetap tenang, dan bertindak sesuai prosedur.

Polres Tubaba juga menempatkan kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai bagian penting dari pembinaan sumber daya manusia. Peningkatan kemampuan personel diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan, sehingga kehadiran polisi benar-benar dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Menurutnya, latihan secara rutin dan terarah diharapkan dapat menunjang kesiapan personel dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan latihan bela diri Polri yang digelar setiap Selasa tersebut, Polres Tulang Bawang Barat berupaya menjaga kesiapan dan keterampilan anggotanya agar tetap terpelihara. Pembinaan secara rutin diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas yang profesional, disiplin, serta berorientasi pada keselamatan dan kepentingan masyarakat.

Dengan demikian, latihan bela diri Polri menjadi bagian dari pembinaan personel yang tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan fisik, tetapi juga pada pengendalian diri, kepatuhan terhadap prosedur, dan tanggung jawab dalam bertugas. Seluruh kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

GNOTIF.COM – Menyajikan informasi aktual, berimbang, dan terpercaya.

#PolresTubaba #PoldaLampung #LatihanBelaDiriPolri #SDMPolri #Kamtibmas #TulangBawangBarat #PolriPresisi #GNotif

``` 

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif