LAMPUNG UTARA, (GNOTIF.COM) – Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan terus ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara. Melalui program Jumat Berbagi, Polres Lampung Utara menyalurkan bantuan infaq kepada sejumlah warga kurang mampu yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kepolisian juga berupaya hadir memberikan manfaat melalui kegiatan kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Program Jumat Berbagi ini dimotori langsung oleh Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K. Melalui program tersebut, Kapolres mengajak seluruh personel untuk menumbuhkan semangat berbagi dengan menyisihkan sebagian rezeki secara sukarela sebagai bentuk infaq dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari kepedulian dan keikhlasan keluarga besar Polres Lampung Utara. Dana infaq yang terkumpul kemudian disalurkan secara langsung kepada warga yang dinilai membutuhkan bantuan, terutama mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi, kondisi fisik, maupun persoalan kehidupan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, Tim Jumat Berbagi mendatangi langsung kediaman warga di sejumlah wilayah Kabupaten Lampung Utara. Selain menyerahkan bantuan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi personel kepolisian untuk melihat secara langsung kondisi kehidupan masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Dengan mendatangi rumah warga, jajaran Polres Lampung Utara dapat mengetahui kondisi penerima bantuan sekaligus membangun komunikasi dan silaturahmi. Pendekatan secara langsung ini diharapkan membuat masyarakat merasakan bahwa kepolisian tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan hukum atau gangguan keamanan, tetapi juga ketika warga membutuhkan dukungan dan kepedulian.
Dalam kegiatan Jumat Berbagi kali ini, terdapat empat penerima bantuan yang menjadi sasaran penyaluran infaq. Mereka merupakan warga yang memiliki latar belakang kehidupan berbeda, tetapi sama-sama menghadapi keterbatasan dan membutuhkan perhatian dari lingkungan sekitarnya.
Penerima bantuan pertama adalah pasangan suami istri lanjut usia, Bapak Buang (79) dan Ibu Pariah (79), warga Kampung Tempel, Sribasuki, Kecamatan Kotabumi Kota. Di usia yang sudah tidak muda lagi, pasangan lansia tersebut masih harus bekerja sebagai pemulung keliling untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Keterbatasan ekonomi membuat keduanya tetap berusaha mencari barang-barang bekas yang dapat dikumpulkan dan dijual kembali. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri, terlebih dengan usia yang sudah lanjut dan kemampuan fisik yang tidak lagi sekuat ketika masih muda.
Kehadiran Tim Jumat Berbagi di kediaman mereka diharapkan dapat memberikan sedikit kebahagiaan sekaligus meringankan beban kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut juga menjadi bentuk perhatian agar pasangan lansia itu tidak merasa sendirian dalam menghadapi kesulitan hidup.
Penerima bantuan kedua adalah Ibu Lestari (56), yang juga merupakan warga Kampung Tempel, Sribasuki, Kecamatan Kotabumi Kota. Dalam kesehariannya, Ibu Lestari bekerja mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pekerjaan tersebut menjadi salah satu upaya yang dilakukannya untuk mendapatkan penghasilan, meskipun hasil yang diperoleh tidak selalu mencukupi seluruh kebutuhan. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, bantuan dari program Jumat Berbagi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi dirinya.
Selanjutnya, bantuan diberikan kepada Sdr. Siswoyo (40), warga Alang-Alang Lebar, Desa Kalicinta, Kecamatan Kotabumi Utara. Siswoyo diketahui mengalami kelumpuhan menahun setelah terjatuh dari pohon kelapa. Akibat kondisi tersebut, aktivitas dan kemampuan dirinya untuk menjalani kehidupan sehari-hari menjadi sangat terbatas.
Saat ini, Siswoyo tinggal bersama kedua orang tuanya. Kondisi kesehatan yang dialaminya ditambah keterbatasan ekonomi keluarga membuat kehidupan mereka membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
Bantuan yang diberikan melalui program Jumat Berbagi diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan keluarga sekaligus menjadi penyemangat bagi Siswoyo dan kedua orang tuanya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Penerima bantuan keempat adalah Sdr. Hanafi (45), warga Dusun Sumber Mulya, Desa Kalicinta, Kecamatan Kotabumi Utara. Hanafi mengalami disabilitas akibat terjatuh dari pohon. Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas dan kemampuan dirinya dalam menjalani kehidupan seperti masyarakat pada umumnya.
Hanafi saat ini tinggal bersama kedua orang tuanya. Selain menghadapi keterbatasan fisik, keluarganya juga mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan, tempat tinggal yang ditempati saat ini merupakan rumah milik orang lain yang mereka tumpangi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Tim Jumat Berbagi Polres Lampung Utara untuk turut memberikan bantuan. Melalui kunjungan langsung tersebut, kepolisian ingin menunjukkan bahwa masyarakat dengan kondisi keterbatasan fisik dan ekonomi tetap membutuhkan perhatian serta dukungan bersama.
Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Herawati menyampaikan bahwa program Jumat Berbagi merupakan bentuk kepedulian Kapolres bersama seluruh personel Polres Lampung Utara terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Menurut IPTU Herawati, kegiatan tersebut dimotori langsung oleh Kapolres dengan melibatkan keikhlasan seluruh personel yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk dikumpulkan sebagai infaq dan sedekah.
"Program Jumat Berbagi ini dimotori langsung oleh Ibu Kapolres sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat. Infaq yang terkumpul berasal dari keikhlasan personel yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar IPTU Herawati.
Ia menjelaskan, program tersebut bukan hanya berorientasi pada pemberian bantuan materi. Lebih dari itu, kegiatan Jumat Berbagi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta membangun kedekatan emosional antara institusi Polri dan masyarakat.
Melalui komunikasi dan kunjungan langsung, personel kepolisian dapat lebih dekat dengan warga serta memahami berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.
"Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat penerima. Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi dari ketulusan dan kepedulian untuk saling membantu. Kami ingin Polri selalu hadir, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan manfaat dan kepedulian sosial bagi masyarakat," tambahnya.
IPTU Herawati juga menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan salah satu bentuk pengabdian yang dapat dilakukan oleh setiap personel kepolisian. Menurutnya, membantu masyarakat tidak harus selalu melalui kegiatan besar, sebab perhatian sederhana yang diberikan dengan ketulusan juga dapat membawa arti penting bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan.
Program Jumat Berbagi diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangun budaya saling membantu di lingkungan internal kepolisian maupun masyarakat luas.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, semangat gotong royong serta kepedulian terhadap sesama menjadi nilai penting yang harus terus dipelihara. Kehadiran berbagai pihak, baik pemerintah, kepolisian, maupun masyarakat, diharapkan dapat memberikan dukungan kepada warga yang membutuhkan agar mereka tetap memiliki semangat dalam menjalani kehidupan.
Melalui program yang diinisiasi Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini tersebut, keluarga besar Polres Lampung Utara ingin menunjukkan bahwa tugas kepolisian memiliki dimensi pengabdian yang luas. Selain memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, Polri juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.
Kegiatan Jumat Berbagi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya nilai bantuan yang diberikan. Ketulusan untuk datang, menyapa, mendengarkan, dan membantu sesama merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat. Hubungan yang baik antara aparat kepolisian dan warga juga menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta penuh rasa kebersamaan.
Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk berbagi kepedulian serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebab, sekecil apa pun kebaikan yang diberikan dengan tulus, akan memiliki arti besar bagi mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan.
(*)
Redaksi GNotif.Com



0 Komentar