Berita

Breaking News

Bunda PAUD Lampung Utara Audiensi ke Direktorat PAUD Kemendikdasmen, Bahas Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini

JAKARTA, (GNOTIF.COM) – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Lampung Utara, drg. Meri Farida Hamartoni, melakukan kunjungan audiensi ke Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD, Dikdas, dan PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Kunjungan tersebut menjadi salah satu langkah strategis Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara dalam memperkuat koordinasi dan membangun sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Dalam kegiatan audiensi tersebut, drg. Meri Farida Hamartoni hadir didampingi Ketua Pokja PAUD Kabupaten Lampung Utara, Bety Viviyanti Romli, S.Pd., beserta jajaran pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Lampung Utara. Rombongan diterima langsung oleh Direktur PAUD, Kurniawan, S.T., M.B.A., bersama sejumlah pejabat dan jajaran Direktorat PAUD Kemendikdasmen.

Pertemuan berlangsung dalam suasana komunikatif dan penuh semangat kolaborasi. Kedua pihak membahas berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan pendidikan anak usia dini, termasuk kondisi penyelenggaraan PAUD di Kabupaten Lampung Utara, capaian program yang telah dilaksanakan, serta langkah-langkah yang perlu diperkuat untuk meningkatkan layanan pendidikan bagi anak-anak sejak usia dini.

Pada kesempatan tersebut, Bunda PAUD Lampung Utara, drg. Meri Farida Hamartoni, memaparkan kondisi demografis Kabupaten Lampung Utara sebagai salah satu daerah yang memiliki karakteristik wilayah dan kebutuhan pelayanan pendidikan yang beragam.

Pemaparan tersebut juga mencakup capaian serta progres perkembangan lembaga PAUD di Kabupaten Lampung Utara. Selain menyampaikan gambaran kondisi pendidikan anak usia dini, Meri turut menjelaskan berbagai agenda dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Pokja Bunda PAUD bersama pihak terkait sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan PAUD di daerah.

Menurutnya, upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. PAUD merupakan tahapan penting dalam proses pendidikan karena menjadi dasar bagi pembentukan karakter, pengembangan kemampuan dasar, serta pertumbuhan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Karena itu, berbagai program yang telah berjalan di Kabupaten Lampung Utara perlu terus dikembangkan melalui koordinasi, evaluasi, dan penguatan kerja sama dengan instansi terkait. Dengan demikian, penyelenggaraan pendidikan anak usia dini dapat semakin menjangkau kebutuhan masyarakat, termasuk di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan akses dan kualitas layanan pendidikan.

Menanggapi pemaparan tersebut, Direktur PAUD Kemendikdasmen, Kurniawan, S.T., M.B.A., menyambut baik inisiatif dan langkah yang dilakukan oleh Pokja Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara. Ia memberikan perhatian terhadap berbagai upaya yang telah dilaksanakan pemerintah daerah bersama Bunda PAUD dalam mendukung perkembangan pendidikan anak usia dini.

Kurniawan menekankan bahwa keberhasilan pengembangan PAUD tidak dapat hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan. Menurutnya, diperlukan keterlibatan berbagai sektor dan instansi pemerintah agar penyelenggaraan pendidikan anak usia dini dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektoral menjadi salah satu faktor penting dalam membangun layanan PAUD yang berkualitas. Instansi lain seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki keterkaitan dengan pelayanan masyarakat, dapat dilibatkan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Keterlibatan Dinas Dukcapil, misalnya, dapat mendukung penguatan pendataan anak usia dini sehingga pemerintah daerah mempunyai gambaran yang lebih jelas mengenai jumlah anak, sebaran penduduk, serta kebutuhan layanan pendidikan di setiap wilayah. Data yang akurat menjadi salah satu dasar penting dalam menyusun perencanaan dan menentukan program prioritas pengembangan PAUD.

Selain dukungan dari organisasi perangkat daerah, Kurniawan juga mendorong agar pemerintah daerah mengoptimalkan kerja sama dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Menurutnya, dunia usaha memiliki peluang untuk turut berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini. Dukungan tersebut dapat menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Melalui kerja sama yang terarah, program CSR dapat menjadi salah satu sumber dukungan bagi pengembangan fasilitas pendidikan, peningkatan sarana pembelajaran, maupun kegiatan lain yang menunjang pelayanan PAUD. Namun, pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan ketentuan yang berlaku agar manfaatnya dapat dirasakan secara tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PAUD juga menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki urgensi yang sama pentingnya dengan sektor kesehatan. Keduanya merupakan bagian mendasar dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki karakter positif.

"Pendidikan Anak Usia Dini memiliki urgensi yang sama pentingnya dengan sektor kesehatan, sekaligus merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa," ujar Kurniawan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak tidak boleh hanya diberikan ketika mereka memasuki usia sekolah dasar. Justru pada masa usia dini, anak membutuhkan lingkungan yang mendukung pertumbuhan, pengasuhan, pembelajaran, serta pembentukan karakter secara seimbang.

Pendidikan PAUD juga tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, layanan pendidikan pada tahap ini perlu memperhatikan perkembangan anak secara menyeluruh, mulai dari aspek sosial, emosional, bahasa, motorik, hingga pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu, dukungan keluarga, tenaga pendidik, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun ekosistem pendidikan anak usia dini. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Bagi Kabupaten Lampung Utara, masukan yang disampaikan Direktorat PAUD Kemendikdasmen menjadi bahan penting untuk memperkuat arah pengembangan pendidikan anak usia dini ke depan. Kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan dukungan berbagai pihak diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses serta meningkatkan mutu layanan PAUD di seluruh wilayah kabupaten.

Usai melaksanakan sesi audiensi, Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara bersama rombongan melanjutkan agenda dengan melakukan peninjauan ke Tempat Penitipan Anak (TPA) Mekar Asih PAUD KM 0 (Kilometer 0) yang berada di kompleks gedung yang sama.

TPA Mekar Asih merupakan fasilitas pengasuhan sekaligus pembelajaran anak yang diperuntukkan bagi para pegawai yang bekerja di lingkungan gedung tersebut maupun masyarakat di sekitarnya. Keberadaan fasilitas ini menjadi salah satu contoh layanan yang mengintegrasikan kebutuhan pengasuhan anak dengan aktivitas pekerjaan orang tua.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan Bunda PAUD Lampung Utara berkesempatan melihat secara langsung keberadaan fasilitas penitipan anak yang mendukung kebutuhan pengasuhan dan pembelajaran pada usia dini. Kunjungan ini juga memberikan gambaran mengenai pentingnya ketersediaan layanan pengasuhan yang dapat membantu orang tua, khususnya mereka yang memiliki aktivitas pekerjaan sehari-hari.

Keberadaan TPA menjadi salah satu aspek yang patut mendapat perhatian dalam pengembangan layanan anak usia dini. Selain menyediakan tempat pengasuhan selama orang tua bekerja, fasilitas penitipan anak yang dikelola dengan baik juga dapat mendukung stimulasi perkembangan anak melalui kegiatan yang sesuai dengan tahapan usianya.

Peninjauan tersebut sekaligus melengkapi rangkaian kunjungan Bunda PAUD Lampung Utara ke Direktorat PAUD Kemendikdasmen. Jika audiensi menjadi ruang untuk membahas kebijakan, koordinasi, dan penguatan program, maka kunjungan ke TPA memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung salah satu bentuk layanan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini.

Melalui kegiatan audiensi dan peninjauan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara diharapkan dapat memperoleh tambahan wawasan serta referensi dalam mengembangkan program PAUD di daerah. Berbagai masukan dari Direktorat PAUD Kemendikdasmen dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pihak swasta.

Upaya pengembangan PAUD pada akhirnya membutuhkan komitmen berkelanjutan dan kerja sama yang terencana. Pemerintah daerah tidak hanya dituntut memperluas akses pendidikan, tetapi juga memastikan layanan yang tersedia mampu memberikan pengalaman belajar dan pengasuhan yang berkualitas bagi anak-anak.

Dengan penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta dukungan lintas sektor, Kabupaten Lampung Utara diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Langkah tersebut menjadi bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia sejak awal kehidupan, sekaligus mempersiapkan generasi penerus yang memiliki kemampuan, karakter, dan daya saing untuk menghadapi masa depan.

GNOTIF.COM – Kunjungan Bunda PAUD Lampung Utara ke Direktorat PAUD Kemendikdasmen ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan anak usia dini, sehingga program PAUD di Kabupaten Lampung Utara dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

``` 

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif