LAMPUNG UTARA, (GNOTIF.COM) – Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir menjelang musim hujan, Kepala Desa Cahaya Negeri, Bahrul Iskandar, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) dan masyarakat menggelar kegiatan Jumat Bersih di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), khususnya di wilayah Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa bersama unsur kecamatan dan masyarakat terhadap kondisi kebersihan lingkungan. Selain membersihkan sampah yang berada di sekitar badan jalan, kegiatan ini juga menjadi sarana mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman.
Sejak kegiatan dimulai, Kepala Desa Cahaya Negeri Bahrul Iskandar bersama unsur Forkopincam dan warga terlihat bergotong royong membersihkan sejumlah titik di sepanjang jalur lintas yang berada di wilayah desa tersebut. Sampah yang berserakan di sekitar jalan dan lingkungan dibersihkan agar tidak mengganggu keindahan maupun kenyamanan masyarakat yang melintas.
Jalan Lintas Sumatera merupakan salah satu jalur transportasi penting yang setiap harinya dilalui kendaraan masyarakat maupun kendaraan angkutan barang dari berbagai daerah. Oleh karena itu, kebersihan kawasan di sepanjang jalan tersebut perlu mendapat perhatian bersama, termasuk dari pemerintah desa dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, pemerintah desa ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan atau pemerintah, melainkan merupakan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Lingkungan yang bersih dapat tercipta apabila setiap warga memiliki kepedulian dan kebiasaan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Antisipasi Banjir Menjelang Musim Hujan
Kepala Desa Cahaya Negeri, Bahrul Iskandar, menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong tersebut sengaja dilaksanakan sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi berbagai persoalan lingkungan menjelang datangnya musim hujan.
Menurutnya, sampah yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, terutama apabila menumpuk di saluran air, parit, maupun drainase. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, sampah yang menyumbat aliran air berpotensi menghambat proses pembuangan air sehingga dapat memicu genangan bahkan banjir.
Karena itu, dirinya mengingatkan masyarakat agar mulai membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan dari hal-hal sederhana, salah satunya dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Ia juga mengimbau warga agar tidak menjadikan badan jalan, selokan, maupun area terbuka sebagai tempat pembuangan sampah. Kebiasaan tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sumber berkembangnya berbagai penyakit.
Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga dinilai sangat penting. Sebab, upaya membersihkan lingkungan melalui kegiatan gotong royong tidak akan memberikan hasil maksimal apabila setelah kegiatan selesai masih terdapat warga yang membuang sampah sembarangan.
Dengan demikian, menjaga kebersihan harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika ada kegiatan kerja bakti atau Jumat Bersih.
Gotong Royong Perkuat Kepedulian Masyarakat
Kegiatan Jumat Bersih juga memiliki nilai penting dalam memperkuat semangat kebersamaan antara pemerintah desa, unsur Forkopincam, dan masyarakat. Melalui gotong royong, setiap elemen dapat berpartisipasi secara langsung dalam menjaga kondisi lingkungan tempat tinggal maupun fasilitas umum.
Kehadiran unsur Forkopincam dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pemerintah desa dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Gotong royong merupakan salah satu budaya masyarakat Indonesia yang perlu terus dipertahankan. Melalui kegiatan bersama seperti ini, pekerjaan yang berat dapat diselesaikan dengan lebih ringan, sekaligus mempererat hubungan sosial antara pemerintah dan warga.
Selain membersihkan sampah, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya agar lebih aktif memperhatikan kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
Terlebih, kawasan Jalan Lintas Sumatera yang berada di wilayah Desa Cahaya Negeri merupakan ruang publik yang digunakan oleh banyak orang. Kebersihan kawasan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi warga setempat, tetapi juga bagi para pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Lingkungan yang bersih dan tertata akan menciptakan suasana yang lebih nyaman. Sebaliknya, tumpukan sampah di pinggir jalan dapat mengurangi keindahan kawasan, menimbulkan aroma tidak sedap, serta berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Ajak Warga Jadikan Kebersihan sebagai Kebiasaan
Bahrul Iskandar berharap kegiatan Jumat Bersih tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan sangat bergantung pada kesadaran setiap individu dalam menjalankan tanggung jawabnya masing-masing.
Ia mengajak seluruh masyarakat Desa Cahaya Negeri untuk bersama-sama menjaga lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke saluran air dan tempat-tempat yang dapat menghambat aliran air hujan.
Warga juga diharapkan dapat memperhatikan kondisi saluran drainase di sekitar rumah masing-masing. Apabila terdapat sampah atau material yang menghambat aliran air, masyarakat diimbau untuk segera membersihkannya agar tidak menimbulkan masalah ketika hujan turun.
Upaya pencegahan banjir memang membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah desa dapat menggerakkan kegiatan kebersihan, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga hasil kegiatan tersebut melalui perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain mencegah genangan air, lingkungan yang terjaga kebersihannya juga dapat mengurangi potensi munculnya penyakit yang berkaitan dengan sanitasi buruk. Sampah yang dibiarkan menumpuk dapat menjadi tempat berkembangnya lalat, nyamuk, dan berbagai sumber penyakit lainnya.
Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu bentuk investasi sederhana untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan nyaman.
Melalui kegiatan Jumat Bersih pada Jumat, 6 November 2026, Pemerintah Desa Cahaya Negeri bersama Forkopincam dan masyarakat berharap tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan, khususnya di sepanjang Jalan Lintas Sumatera yang berada di wilayah desa tersebut.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan gotong royong ini diharapkan terus terpelihara. Dengan lingkungan yang bersih, saluran air yang tidak tersumbat, serta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, potensi gangguan lingkungan menjelang musim hujan dapat diminimalkan.
Pemerintah Desa Cahaya Negeri pun mengajak seluruh warga untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Sebab, lingkungan yang bersih bukan hanya mencerminkan kepedulian masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan desa yang sehat, aman, nyaman, dan bebas dari ancaman banjir akibat buruknya pengelolaan sampah.
GNOTIF.COM – Bersih lingkungannya, sehat masyarakatnya, dan nyaman wilayahnya. Semangat gotong royong diharapkan terus menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat Desa Cahaya Negeri.
```



0 Komentar