Lalai Pasang Kabel di Jalan Utama, Diduga Teknisi PT ITN Kotabumi Nyaris Celakai Pengendara Motor
LAMPUNG UTARA, (GNotif.Com) – Keselamatan pengguna jalan kembali menjadi sorotan menyusul adanya aktivitas pemasangan atau pemeliharaan jaringan kabel internet yang diduga dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan di jalan umum. Sebuah insiden yang nyaris berujung kecelakaan terjadi di Jalan Soekarno-Hatta No. 35, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, tepat di depan Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lampung Utara, Rabu (12/8/2026).
Dalam kejadian tersebut, kabel jaringan internet yang disebut merupakan milik penyedia layanan internet PT Indonesia Trans Network (ITN) diduga dibiarkan melintang rendah di badan jalan. Kondisi kabel yang berada di jalur pengguna kendaraan tersebut disebut tidak dilengkapi dengan rambu pengaman maupun tanda peringatan yang memadai.
Situasi tersebut berpotensi membahayakan pengendara yang melintas, khususnya sepeda motor. Pengendara yang tidak mengetahui adanya kabel di depan mereka tentu memiliki waktu yang sangat terbatas untuk melakukan pengereman maupun menghindar. Apalagi jika kendaraan sedang melaju dengan kecepatan tinggi atau kondisi lalu lintas sedang padat.
Peristiwa tersebut dialami dua warga Kotabumi yang sedang melintas menggunakan sepeda motor. Mereka nyaris menjadi korban kecelakaan setelah kendaraan yang ditumpangi tiba-tiba berhadapan dengan kabel yang melintang di jalur perjalanan.
Pengendara Spontan Kaget Saat Menemukan Kabel Melintang
Salah seorang pengendara yang berada di lokasi, Apriyadi, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut berlangsung secara tiba-tiba. Saat itu, dirinya bersama rekannya, Rama, tengah dalam perjalanan pulang dari arah Pekurun menuju arah Kebun 4 atau kawasan Lampu Merah.
Dalam perjalanan tersebut, keduanya tidak menyangka akan menemukan kabel yang melintang rendah di tengah jalan. Karena tidak terdapat tanda atau rambu yang mudah terlihat dari jarak aman, keberadaan kabel tersebut baru diketahui ketika kendaraan sudah berada sangat dekat dengan lokasi.
Apriyadi mengatakan dirinya dan Rama spontan terkejut ketika melihat kabel di depan. Kondisi tersebut membuat mereka tidak memiliki cukup waktu untuk menentukan langkah aman, terlebih sepeda motor sedang bergerak dan berada di jalur jalan umum.
“Saat melintas tidak terlihat ada kabel. Kami spontan kaget dan tidak bisa menghindar lagi. Untung rekan saya, Rama, cepat memegang kabel tersebut. Kalau tidak, kabel itu bisa melilit bagian leher kami. Padahal posisi kami sedang mengendarai sepeda motor,” keluh Apri dengan nada kesal.
Tindakan spontan Rama yang berusaha memegang kabel tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang membuat kabel tidak langsung mengenai bagian tubuh pengendara. Namun, tindakan tersebut juga menunjukkan betapa berbahayanya posisi kabel apabila pengendara tidak sempat melihatnya.
Dalam kondisi seperti itu, kabel yang melintang rendah berpotensi mengenai pengendara maupun penumpang. Jika mengenai bagian leher atau tubuh, kabel dapat menyebabkan pengendara kehilangan keseimbangan. Bahkan, apabila kendaraan berada dalam kecepatan tinggi, benturan dengan kabel dapat menyebabkan pengendara terjatuh dan berpotensi menimbulkan kecelakaan beruntun.
Motor Sempat Oleng dan Kabel Terlilit di Ban Belakang
Apriyadi menjelaskan, keberuntungan masih berpihak kepada dirinya dan Rama karena sepeda motor yang mereka kendarai saat itu tidak melaju dengan kecepatan tinggi. Meski demikian, situasi tetap membuat keduanya panik dan kendaraan sempat kehilangan kestabilan.
Ketika kabel secara tiba-tiba mengenai bagian kendaraan dan harus ditahan oleh Rama, Apriyadi berusaha mengendalikan sepeda motor. Ia kemudian melakukan pengereman untuk menghentikan kendaraan agar situasi tidak semakin membahayakan.
Setelah kendaraan berhasil dihentikan, keduanya baru mengetahui bahwa kabel tersebut telah tergulung pada bagian ban belakang sepeda motor. Kondisi tersebut semakin memperlihatkan bahwa kabel yang dibiarkan melintang di jalan bukan sekadar gangguan biasa, melainkan dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Bagaimana kalau posisi saya tadi sedang mengebut? Sudah pasti kami terseret dan terjatuh. Lalu siapa yang mau bertanggung jawab? Bagaimana juga kalau tadi kami menghindar lalu dari depan ada kendaraan lain? Itu sangat berbahaya,” cetusnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran pengendara terhadap potensi risiko yang dapat muncul dari pekerjaan pemasangan jaringan di ruang publik. Jalan raya merupakan fasilitas yang digunakan bersama sehingga setiap aktivitas pekerjaan yang dilakukan di badan atau sekitar jalan semestinya memperhitungkan keselamatan pengguna jalan.
Aktivitas Pemasangan Jaringan Perlu Memperhatikan Keselamatan
Pekerjaan pemasangan maupun pemeliharaan jaringan internet pada dasarnya merupakan bagian dari perkembangan infrastruktur telekomunikasi. Kebutuhan masyarakat terhadap akses internet terus meningkat, sehingga pembangunan dan perawatan jaringan menjadi aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat modern.
Namun, aktivitas pekerjaan jaringan yang dilakukan di ruang publik juga memiliki aspek keselamatan yang harus diperhatikan. Teknisi yang bekerja di sekitar jalan raya perlu memastikan material maupun kabel tidak membahayakan pengguna jalan.
Apabila pekerjaan mengharuskan kabel melintas sementara di jalur kendaraan, seharusnya terdapat langkah pengamanan yang memadai. Pemasangan rambu peringatan, pengaturan lalu lintas sementara, penggunaan petugas pengaman, serta memastikan kabel berada pada posisi aman merupakan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan sesuai kondisi pekerjaan dan ketentuan yang berlaku.
Hal tersebut menjadi semakin penting apabila pekerjaan dilakukan di jalan utama dengan tingkat mobilitas kendaraan yang cukup tinggi. Pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat memiliki hak untuk menggunakan jalan dengan aman.
Keselamatan tidak boleh menjadi sesuatu yang baru diperhatikan setelah terjadi kecelakaan. Pencegahan harus dilakukan sejak pekerjaan dimulai sehingga potensi bahaya dapat diminimalkan.
Warga Meminta Perusahaan Evaluasi Kinerja Teknisi
Atas kejadian yang membuatnya syok, Apriyadi meminta manajemen PT Indonesia Trans Network (ITN) Cabang Kotabumi melakukan evaluasi terhadap pekerjaan teknisi di lapangan. Ia berharap perusahaan tidak menganggap kejadian tersebut sebagai persoalan sepele.
Menurutnya, tindakan evaluasi diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Terlebih, pekerjaan pemasangan kabel dilakukan di lokasi yang merupakan jalan umum dan digunakan oleh masyarakat setiap hari.
Apriyadi juga meminta manajemen perusahaan memberikan teguran keras apabila ditemukan adanya kelalaian dari petugas yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Menurut dia, teknisi harus memahami bahwa pekerjaan yang mereka lakukan memiliki konsekuensi terhadap keselamatan masyarakat.
“Kami berharap pihak perusahaan memberikan teguran dan sanksi tegas kepada teknisinya apabila memang terbukti lalai. Jangan sampai menunggu ada korban terlebih dahulu baru dilakukan tindakan,” ungkapnya.
Permintaan tersebut disampaikan sebagai bentuk kekhawatiran agar kejadian yang dialaminya tidak dialami pengendara lain. Sebab, tidak semua pengendara memiliki kesempatan untuk bereaksi cepat ketika berhadapan dengan kabel yang melintang secara tiba-tiba.
Potensi Bahaya Tidak Hanya bagi Sepeda Motor
Kabel yang melintang di jalan juga berpotensi membahayakan kendaraan lain. Kendaraan roda empat misalnya dapat mengalami gangguan apabila kabel tersangkut pada bagian tertentu kendaraan. Sementara itu, kendaraan roda dua memiliki risiko lebih besar karena keseimbangan kendaraan sangat bergantung pada kemampuan pengendara mengendalikan motor.
Risiko dapat semakin tinggi pada malam hari atau ketika jarak pandang pengendara terbatas. Kabel yang tidak memiliki tanda peringatan dapat sulit terlihat, terlebih jika memiliki warna yang menyatu dengan kondisi lingkungan sekitar.
Situasi jalan yang ramai juga dapat memperbesar risiko. Ketika seorang pengendara tiba-tiba melakukan pengereman atau menghindar karena melihat kabel, kendaraan di belakangnya mungkin tidak sempat melakukan antisipasi. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan beruntun.
Karena itu, pengamanan area kerja menjadi bagian penting yang harus diperhatikan oleh pihak yang melakukan aktivitas pemeliharaan jaringan di ruang publik. Setiap pekerjaan harus memperhitungkan kondisi jalan, volume kendaraan, waktu pengerjaan, serta kemungkinan risiko terhadap pengguna jalan.
Lokasi Kantor ITN Cabang Kotabumi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT Indonesia Trans Network (ITN) Cabang Kotabumi merupakan penyedia layanan internet berbasis ISP fiber optic. Kantor cabang perusahaan tersebut berlokasi di Jalan Alamsyah RPN, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara.
Keberadaan penyedia layanan internet di wilayah Lampung Utara tentunya memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap akses jaringan komunikasi. Namun, seiring dengan kegiatan pemasangan maupun pemeliharaan jaringan, aspek keselamatan masyarakat tetap harus menjadi perhatian.
Perusahaan penyedia layanan jaringan tidak hanya dituntut memberikan layanan yang baik kepada pelanggan, tetapi juga perlu memastikan aktivitas teknis yang dilakukan di lapangan tidak mengganggu maupun membahayakan masyarakat sekitar.
Setiap teknisi yang ditugaskan ke lapangan juga diharapkan memahami prosedur kerja yang aman. Hal ini penting terutama ketika pekerjaan dilakukan di ruang publik seperti jalan raya, trotoar, lingkungan permukiman, kawasan perkantoran, maupun lokasi yang memiliki aktivitas masyarakat tinggi.
Perlu Klarifikasi dari Manajemen Perusahaan
Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PT Indonesia Trans Network (ITN) Cabang Kotabumi belum memberikan konfirmasi resmi terkait dugaan kelalaian petugas teknisi di lapangan dalam peristiwa tersebut.
Konfirmasi dari pihak perusahaan diperlukan untuk mendapatkan penjelasan yang berimbang mengenai aktivitas pemasangan atau pemeliharaan kabel yang berlangsung di lokasi kejadian. Termasuk mengenai siapa pihak yang melakukan pekerjaan, prosedur pengamanan yang diterapkan, serta langkah yang dilakukan setelah mengetahui adanya kabel yang membahayakan pengguna jalan.
Redaksi tetap membuka ruang bagi pihak manajemen PT ITN maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan. Keterangan dari perusahaan penting agar masyarakat memperoleh informasi secara utuh dan tidak hanya berdasarkan keterangan dari pihak pengendara yang mengalami kejadian.
Dalam pemberitaan mengenai dugaan kelalaian, prinsip keberimbangan menjadi hal penting. Karena itu, setiap pihak yang disebut dalam informasi memiliki kesempatan untuk menyampaikan penjelasan sesuai fakta dan kondisi di lapangan.
Keselamatan Pengguna Jalan Harus Menjadi Prioritas
Peristiwa yang dialami Apriyadi dan Rama menjadi pengingat bahwa pekerjaan infrastruktur maupun jaringan komunikasi yang dilakukan di ruang publik harus selalu memperhatikan keselamatan. Sekecil apa pun pekerjaan yang dilakukan di sekitar jalan raya, tetap memiliki potensi risiko apabila tidak dilengkapi dengan pengamanan yang memadai.
Pengendara tentu berharap setiap aktivitas pekerjaan di jalan tidak mengganggu perjalanan maupun mengancam keselamatan mereka. Sebaliknya, pihak yang melakukan pekerjaan juga memiliki kepentingan agar pekerjaan dapat berlangsung lancar tanpa menimbulkan insiden.
Koordinasi antara perusahaan, teknisi, dan pihak terkait menjadi salah satu hal penting untuk mencegah kejadian serupa. Sebelum pekerjaan dilakukan, kondisi lokasi perlu diperiksa dan potensi bahaya harus diidentifikasi.
Jika terdapat bagian pekerjaan yang harus menggunakan badan jalan atau melintas pada jalur kendaraan, pengamanan perlu disiapkan sejak awal. Dengan demikian, pengguna jalan dapat mengetahui adanya aktivitas pekerjaan dan memiliki cukup waktu untuk melakukan antisipasi.
Langkah pencegahan tersebut bukan hanya untuk melindungi masyarakat, tetapi juga untuk melindungi para teknisi yang bekerja di lapangan. Pekerja yang berada di dekat arus kendaraan juga menghadapi risiko kecelakaan apabila area kerja tidak diamankan dengan baik.
Jangan Tunggu Sampai Ada Korban
Kejadian di Jalan Soekarno-Hatta tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak yang melakukan aktivitas pekerjaan jaringan di jalan umum. Jangan sampai kelalaian kecil berujung pada kecelakaan serius yang menimbulkan korban jiwa.
Apriyadi sendiri mengaku bersyukur karena dirinya dan Rama masih dapat mengendalikan sepeda motor. Kecepatan kendaraan yang relatif rendah juga menjadi faktor yang membantu keduanya menghindari risiko lebih besar.
Namun, kondisi tersebut tidak berarti kejadian dapat dianggap selesai begitu saja. Justru insiden tersebut perlu menjadi peringatan agar pekerjaan serupa ke depan dilakukan dengan prosedur keselamatan yang lebih baik.
Masyarakat juga diharapkan tetap berhati-hati ketika melintas di lokasi yang sedang terdapat aktivitas pekerjaan. Apabila menemukan kabel, material, maupun peralatan kerja yang berada di jalur kendaraan dan berpotensi membahayakan, pengguna jalan dapat meningkatkan kewaspadaan serta melaporkan kondisi tersebut kepada pihak yang berwenang atau pengelola pekerjaan.
Di sisi lain, perusahaan penyedia jaringan diharapkan dapat memastikan seluruh teknisi memahami standar keselamatan kerja dan keselamatan pengguna jalan. Pengawasan dari internal perusahaan juga penting untuk memastikan prosedur tersebut benar-benar diterapkan, bukan sekadar menjadi aturan tertulis.
Menanti Tanggung Jawab dan Klarifikasi
Insiden tersebut kini menjadi perhatian warga yang berharap adanya evaluasi terhadap aktivitas pemasangan kabel di jalan utama tersebut. Masyarakat tidak menginginkan adanya korban terlebih dahulu sebelum langkah perbaikan dilakukan.
Jika memang ditemukan adanya kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan, tindakan pembinaan maupun sanksi internal terhadap petugas dapat menjadi kewenangan perusahaan sesuai aturan yang berlaku. Namun, hal tersebut tentunya perlu didasarkan pada hasil pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Yang paling penting, kejadian serupa tidak kembali terulang. Keselamatan pengguna jalan dan pekerja harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan pemasangan maupun pemeliharaan jaringan.
Sementara itu, pihak manajemen PT Indonesia Trans Network (ITN) Cabang Kotabumi diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai peristiwa tersebut. Klarifikasi tersebut penting untuk menjawab sejumlah pertanyaan publik terkait aktivitas teknisi di lokasi, prosedur pengamanan pekerjaan, serta langkah perusahaan setelah kejadian.
Hingga pihak perusahaan memberikan keterangan resmi, informasi mengenai dugaan kelalaian tersebut masih bersumber dari keterangan pengendara yang mengalami langsung insiden di lokasi. Redaksi akan terus memantau perkembangan informasi dan membuka ruang bagi pihak terkait untuk menyampaikan hak jawab maupun klarifikasi.
Peristiwa nyaris celakanya pengendara akibat kabel yang melintang di jalan menjadi pelajaran penting bahwa keselamatan tidak boleh dikesampingkan demi alasan apa pun. Pekerjaan pemasangan jaringan internet memang dibutuhkan masyarakat, tetapi pelaksanaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan keselamatan seluruh pengguna jalan.
Dengan adanya evaluasi, pengawasan, dan penerapan prosedur keselamatan yang lebih ketat, diharapkan aktivitas pemasangan maupun pemeliharaan jaringan internet di Kabupaten Lampung Utara dapat berjalan tanpa menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Berita ini masih dapat diperbarui setelah redaksi memperoleh keterangan resmi dari manajemen PT Indonesia Trans Network (ITN) Cabang Kotabumi maupun pihak terkait lainnya. (**)
(Bersambung)
```
Posting Komentar untuk "Lalai Pasang Kabel di Jalan Utama, Diduga Teknisi PT ITN Kotabumi Nyaris Celakai Pengendara Motor"