Perkuat Pembinaan Rohani dan Mental, Personel Polres Lampung Utara Rutin Laksanakan Salat Duha Usai Apel Pagi

LAMPUNG UTARA, (GNotif.Com) - Upaya memperkuat pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara. Salah satu bentuk kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah salat Duha bersama bagi personel yang beragama Islam setelah mengikuti apel pagi.

Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 08.30 WIB di Masjid Al-Fachri Polres Lampung Utara. Pelaksanaan salat Duha diikuti oleh sejumlah personel Polres Lampung Utara yang beragama Islam dengan berlangsung secara tertib, khusyuk dan penuh kekhidmatan.

Salat Duha tersebut bukan sekadar kegiatan ibadah rutin, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan rohani dan mental yang diterapkan di lingkungan Polres Lampung Utara. Melalui kegiatan keagamaan secara berkelanjutan, institusi kepolisian berupaya membentuk personel yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas, tetapi juga mempunyai landasan moral, spiritual dan etika yang kuat.

Kegiatan pembinaan rohani dan mental dinilai memiliki peranan penting dalam menunjang pelaksanaan tugas kepolisian. Sebagai aparat yang berhadapan langsung dengan masyarakat, setiap anggota Polri dituntut mampu menjaga sikap, perilaku, kedisiplinan, integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Herawati, mengatakan bahwa kegiatan salat Duha merupakan salah satu bentuk pembinaan personel yang dilaksanakan secara rutin di lingkungan Polres Lampung Utara.

“Salat Duha ini menjadi salah satu kegiatan pembinaan rohani dan mental bagi personel Polres Lampung Utara. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota sehingga semakin baik dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar IPTU Herawati.

Menurutnya, pembinaan terhadap anggota tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis kepolisian. Aspek mental dan spiritual juga menjadi bagian penting yang harus terus diperhatikan. Hal tersebut karena kualitas pelayanan kepolisian sangat berkaitan dengan karakter serta sikap personel ketika berinteraksi dengan masyarakat.

“Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan setiap personel dapat menjaga sikap, perilaku dan profesionalismenya, baik saat menjalankan tugas maupun ketika berada di tengah masyarakat,” tambahnya.

Salat Duha Menjadi Sarana Penguatan Mental Personel

Salat Duha merupakan salah satu ibadah sunah yang memiliki nilai spiritual bagi umat Islam. Pelaksanaannya di lingkungan Polres Lampung Utara diarahkan menjadi bagian dari rutinitas positif yang dapat memberikan ruang bagi personel untuk sejenak menenangkan pikiran, meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT serta mempersiapkan diri secara mental sebelum melanjutkan berbagai tugas pelayanan dan pengamanan.

Setelah menyelesaikan rangkaian apel pagi, personel yang beragama Islam mengikuti salat Duha di Masjid Al-Fachri. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan tertib dan tidak mengganggu pelaksanaan tugas kepolisian. Setelah ibadah selesai, personel kembali menjalankan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing.

Rutinitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembentukan budaya organisasi yang mengedepankan keseimbangan antara kemampuan profesional dan kematangan mental. Dalam menjalankan tugas kepolisian, anggota dituntut menghadapi berbagai karakter masyarakat, persoalan sosial, dinamika keamanan dan situasi yang terkadang membutuhkan kesabaran serta kemampuan mengendalikan diri.

Dengan pembinaan rohani yang dilakukan secara konsisten, diharapkan personel mampu menjadikan nilai-nilai agama sebagai salah satu landasan dalam melaksanakan tugas. Nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, kesabaran dan kepedulian terhadap sesama diharapkan dapat tercermin dalam perilaku sehari-hari anggota Polri.

Penguatan mental spiritual juga diharapkan dapat membantu personel dalam menjaga integritas. Tugas kepolisian memiliki tanggung jawab yang besar karena anggota Polri diberikan kewenangan untuk menjaga keamanan, menegakkan hukum, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Oleh sebab itu, setiap kewenangan tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Sikap profesional harus berjalan beriringan dengan moralitas sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat berlangsung secara humanis, adil dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Masjid Al-Fachri Menjadi Pusat Kegiatan Keagamaan

Masjid Al-Fachri yang berada di lingkungan Polres Lampung Utara menjadi salah satu tempat penting dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan bagi personel. Selain menjadi tempat pelaksanaan salat berjamaah, masjid tersebut juga dapat menjadi sarana untuk membangun kebersamaan dan mempererat hubungan antarpersonel.

Pelaksanaan kegiatan keagamaan secara bersama-sama memberikan kesempatan kepada anggota untuk memperkuat tali silaturahmi. Di tengah rutinitas tugas yang berbeda-beda, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kebersamaan serta memperkuat semangat persaudaraan di antara personel.

Suasana kebersamaan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang positif. Hubungan yang baik antaranggota akan membantu membangun koordinasi dan komunikasi yang lebih efektif dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Selain itu, kegiatan keagamaan juga dapat menjadi sarana refleksi bagi setiap personel. Setelah mengikuti apel pagi dan sebelum kembali menjalankan tugas masing-masing, anggota diberikan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mengingat kembali tanggung jawab yang diemban sebagai anggota Polri.

Dengan demikian, pembinaan rohani tidak hanya dipandang sebagai agenda formal institusi, tetapi juga sebagai kebutuhan dalam membangun karakter personel. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas anggota.

Mendorong Personel Lebih Disiplin dan Bertanggung Jawab

Disiplin merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Setiap personel dituntut mampu mematuhi ketentuan dan melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Pembinaan rohani dan mental menjadi salah satu upaya untuk mendukung pembentukan sikap disiplin tersebut.

Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, anggota diharapkan memiliki kesadaran bahwa tugas kepolisian bukan hanya pekerjaan, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Kesadaran tersebut penting agar setiap anggota dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Dalam menjalankan tugas sehari-hari, anggota Polri sering berhadapan dengan berbagai persoalan yang membutuhkan ketenangan dan kebijaksanaan. Karena itu, kemampuan menjaga kestabilan mental dan mengendalikan emosi menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Personel yang memiliki mental kuat dan landasan spiritual yang baik diharapkan mampu menghadapi tekanan pekerjaan dengan lebih bijaksana. Setiap persoalan dapat diselesaikan dengan mengedepankan komunikasi, pendekatan humanis dan ketentuan hukum yang berlaku.

Hal tersebut sejalan dengan semangat Polri dalam mewujudkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Anggota tidak hanya diharapkan hadir ketika terjadi gangguan keamanan atau peristiwa hukum, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pembinaan Berkelanjutan untuk Mewujudkan Polri Presisi

Polres Lampung Utara berkomitmen melaksanakan pembinaan personel secara berkelanjutan. Pembinaan tersebut dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk peningkatan kemampuan profesional, kedisiplinan, etika, serta pembinaan rohani dan mental.

Penguatan aspek spiritual menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung terwujudnya personel yang mampu menjalankan tugas secara Presisi. Setiap anggota diharapkan memiliki kemampuan untuk memahami bahwa pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan sikap tulus, bertanggung jawab dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Melalui pembinaan tersebut, Polres Lampung Utara berupaya menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kualitas secara menyeluruh. Kemampuan dalam bidang kepolisian tetap menjadi hal utama, namun harus disertai dengan karakter yang baik serta kesadaran terhadap tanggung jawab moral.

Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini melalui jajaran terkait juga terus mendorong agar setiap kegiatan pembinaan dapat memberikan manfaat nyata bagi personel. Kegiatan yang dilakukan diharapkan tidak berhenti pada rutinitas, tetapi mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pelaksanaan tugas.

Dengan adanya pembinaan rohani secara rutin, personel diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga perilaku, ucapan dan tindakan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Pelayanan kepada Masyarakat Menjadi Prioritas

Sebagai institusi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Polres Lampung Utara terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Setiap personel memiliki peran dalam membangun citra positif kepolisian melalui sikap dan tindakan ketika melaksanakan tugas.

Pelayanan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kecepatan dalam memberikan respons, tetapi juga bagaimana masyarakat diperlakukan. Sikap ramah, santun, terbuka dan profesional menjadi bagian yang penting dalam menciptakan pelayanan yang humanis.

Karena itu, pembinaan rohani dan mental memiliki hubungan yang erat dengan kualitas pelayanan. Ketika nilai-nilai moral dan spiritual dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan personel semakin mampu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab tugasnya.

Hal tersebut juga dapat membantu anggota dalam menjaga komunikasi ketika menghadapi masyarakat dengan latar belakang dan persoalan yang beragam. Kesabaran serta kemampuan mengendalikan diri menjadi modal penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Dengan demikian, kegiatan salat Duha yang dilaksanakan setelah apel pagi bukan hanya kegiatan ibadah secara personal, tetapi juga bagian dari upaya institusi membangun karakter personel. Nilai-nilai yang diperoleh dari pembinaan tersebut diharapkan dapat diterapkan ketika anggota kembali menjalankan tugas di lapangan.

Membangun Budaya Kerja yang Positif

Pelaksanaan kegiatan keagamaan secara rutin juga diharapkan mampu membangun budaya kerja yang positif di lingkungan Polres Lampung Utara. Kebersamaan dalam melaksanakan ibadah dapat memperkuat hubungan antarpersonel sekaligus menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis.

Lingkungan kerja yang sehat dan harmonis menjadi salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan tugas. Dengan komunikasi yang baik dan rasa saling menghormati, koordinasi antarbagian dapat berjalan lebih optimal.

Setiap personel juga diharapkan mampu memberikan contoh yang baik, baik kepada rekan kerja maupun masyarakat. Keteladanan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dalam konteks kepolisian, keteladanan menjadi bagian penting karena masyarakat akan menilai institusi melalui perilaku personel yang mereka temui secara langsung. Oleh sebab itu, pembinaan karakter menjadi investasi penting bagi keberlangsungan pelayanan kepolisian yang dipercaya masyarakat.

Pelaksanaan salat Duha di Masjid Al-Fachri menjadi salah satu contoh kegiatan sederhana namun memiliki nilai penting dalam pembinaan anggota. Rutinitas tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bagian dari budaya positif di lingkungan Polres Lampung Utara.

Dilaksanakan Tertib dan Khusyuk

Pada pelaksanaan Selasa pagi tersebut, kegiatan salat Duha berlangsung dengan tertib dan khusyuk. Personel mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kesadaran sebelum kemudian kembali melaksanakan tugas masing-masing.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan personel dapat berjalan beriringan dengan aktivitas kedinasan. Setelah apel pagi dan kegiatan keagamaan selesai, personel kembali menempati fungsi masing-masing untuk melaksanakan pelayanan, pengamanan dan tugas kepolisian lainnya.

Konsistensi dalam menjalankan kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Pembinaan mental dan spiritual membutuhkan proses yang berkelanjutan sehingga nilai-nilai yang ditanamkan dapat benar-benar menjadi bagian dari karakter setiap anggota.

Polres Lampung Utara akan terus mendorong kegiatan yang dapat memberikan penguatan kepada personel, baik dalam aspek kedinasan maupun kehidupan moral dan spiritual. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk membentuk anggota Polri yang profesional, humanis, berintegritas dan mampu memberikan pelayanan terbaik.

Komitmen Menjaga Integritas Personel

Integritas merupakan salah satu nilai penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Setiap anggota harus mampu mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang dilakukan, baik dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari.

Pembinaan rohani dan mental menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kesadaran tersebut. Dengan memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat, personel diharapkan mampu membedakan tindakan yang sesuai dengan tanggung jawab kedinasan dan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, institusi maupun masyarakat.

Kegiatan salat Duha juga menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan menjalankan tugas, personel tetap perlu menjaga keseimbangan kehidupan. Penguatan spiritual diharapkan mampu membantu anggota menjalankan tugas dengan pikiran yang lebih tenang dan sikap yang lebih terkendali.

Ke depan, kegiatan pembinaan semacam ini diharapkan terus menjadi bagian dari rutinitas positif di lingkungan Polres Lampung Utara. Dengan dukungan pimpinan dan kesadaran seluruh personel, pembinaan rohani dan mental dapat menjadi salah satu fondasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri.

Pada akhirnya, kegiatan salat Duha bersama setelah apel pagi di Masjid Al-Fachri Polres Lampung Utara menjadi bagian dari komitmen untuk membangun personel yang tidak hanya kuat secara profesional, tetapi juga memiliki keteguhan moral dan spiritual.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, Polres Lampung Utara berharap seluruh personel mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, meningkatkan kedisiplinan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat secara humanis dan profesional.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polres Lampung Utara dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan personel yang memiliki kemampuan, integritas dan mental spiritual yang baik, pelaksanaan tugas kepolisian diharapkan semakin optimal dalam menciptakan keamanan, ketertiban dan pelayanan publik yang berkualitas di wilayah hukum Polres Lampung Utara.

(*)

# Pewarta Pariyo Saputra #

Posting Komentar untuk "Perkuat Pembinaan Rohani dan Mental, Personel Polres Lampung Utara Rutin Laksanakan Salat Duha Usai Apel Pagi"