Ketua Kota KWIP Ahmad Thohir Soroti Dugaan Motor Pekerja Hilang di Depan Pos Satpam Gudang PT Nusantara Expres Kilat Lampung
BANDAR LAMPUNG, (GNotif.Com) — Dugaan hilangnya sepeda motor milik seorang pekerja di area Gudang Shopee yang dikelola PT Nusantara Expres Kilat Lampung mendapat perhatian dari Ketua Kota Komite Wartawan Indonesia Perjuangan (KWIP), Ahmad Thohir. Persoalan tersebut menjadi sorotan karena kendaraan yang dilaporkan hilang disebut diparkir di area gudang, tepat di depan pos keamanan.
Peristiwa dugaan kehilangan sepeda motor tersebut dilaporkan telah terjadi pada awal Juli 2026. Pemilik kendaraan kemudian membuat laporan kepada kepolisian sebagai langkah untuk mendapatkan penanganan dan mengungkap peristiwa yang dialaminya.
Ahmad Thohir menilai persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian secara serius, terutama menyangkut aspek keamanan di lingkungan kerja. Menurutnya, apabila kendaraan pekerja memang diparkir di area yang menjadi bagian dari lingkungan gudang dan berada di sekitar pos keamanan, maka sistem pengawasan di lokasi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka.
Meski demikian, Ahmad Thohir menegaskan bahwa dugaan hilangnya kendaraan tersebut tetap harus diproses sesuai mekanisme hukum. Tidak boleh ada pihak yang langsung dituduh sebagai pelaku sebelum adanya hasil penyelidikan maupun proses hukum yang menentukan.
Laporan Polisi Telah Dibuat
Berdasarkan dokumen yang diterima, laporan mengenai dugaan pencurian tersebut tercatat dalam STTLP/B/502/VII/2026/SPKT/POLDA LAMPUNG, tertanggal 6 Juli 2026 pukul 17.24 WIB.
Pelapor tercatat atas nama Haidir Ropan, berusia 24 tahun, warga Permata Asri, Jati Agung, Lampung Selatan. Dalam laporan tersebut, peristiwa dugaan pencurian disebut terjadi pada Minggu, 5 Juli 2026, sekitar pukul 22.38 WIB.
Lokasi kejadian disebut berada di area parkir Gudang Shopee, Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.
Menurut keterangan yang tercantum dalam laporan, sepeda motor milik pelapor sebelumnya diparkir di area gudang. Kendaraan tersebut disebut berada tepat di depan pos keamanan. Setelah pelapor selesai menjalankan pekerjaannya dan hendak mengambil kendaraan, sepeda motor tersebut sudah tidak berada di tempat semula.
Kendaraan yang dilaporkan hilang berupa sepeda motor Honda Beat tahun 2024 warna hijau dengan nomor polisi BE 2796 DBS.
Selain sepeda motor, pelapor juga menyebut sejumlah barang yang berada di dalam kendaraan ikut hilang. Barang-barang tersebut antara lain dompet berwarna hitam, KTP, SIM, dua kartu ATM masing-masing BSI dan BCA, serta sejumlah uang tunai.
Adanya laporan polisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan dugaan kehilangan kendaraan telah dibawa ke ranah hukum. Selanjutnya, proses penyelidikan untuk mengetahui rangkaian peristiwa serta pihak yang bertanggung jawab merupakan kewenangan aparat penegak hukum.
Posisi Kendaraan di Depan Pos Keamanan Jadi Perhatian
Menurut Ahmad Thohir, salah satu hal yang perlu mendapatkan penjelasan adalah posisi kendaraan yang disebut berada di depan pos keamanan. Hal tersebut dinilai penting untuk mengetahui bagaimana sistem pengawasan kendaraan pekerja yang diterapkan di area gudang.
“Kalau benar kendaraan pekerja diparkir di area gudang dan posisinya berada di depan pos keamanan, tentu publik dan terutama pekerja berhak mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana sistem pengawasan di lokasi tersebut,” ujar Ahmad Thohir.
Menurutnya, keamanan lingkungan kerja merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh pengelola perusahaan. Pekerja yang datang dan meninggalkan kendaraan di area kerja tentu membutuhkan kepastian mengenai mekanisme pengamanan yang diterapkan.
Namun demikian, ia kembali mengingatkan agar persoalan tersebut tidak disikapi dengan kesimpulan sepihak. Hilangnya kendaraan merupakan dugaan tindak pidana yang harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan.
“Jangan sampai kita langsung menyimpulkan siapa yang salah. Biarkan kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengungkap bagaimana kendaraan itu bisa hilang dan siapa yang bertanggung jawab secara hukum. Tetapi dari sisi pengelolaan keamanan, pihak perusahaan juga perlu memberikan penjelasan kepada pekerja dan publik,” katanya.
Keamanan Area Parkir Perlu Mendapat Perhatian
Kasus tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya sistem keamanan di lingkungan pergudangan. Area parkir yang digunakan pekerja perlu mendapatkan pengawasan sesuai standar keamanan yang diterapkan oleh perusahaan.
Pengawasan dapat berkaitan dengan keberadaan petugas keamanan, prosedur keluar-masuk kendaraan, pemantauan kamera pengawas atau CCTV, hingga mekanisme pelaporan apabila terjadi kehilangan atau gangguan keamanan.
Dalam situasi seperti ini, setiap unsur yang berkaitan dengan keamanan memiliki peran masing-masing. Pengelola gudang perlu memastikan prosedur keamanan berjalan, sementara petugas keamanan menjalankan tugas sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, pekerja juga perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai aturan parkir dan sistem keamanan yang berlaku di lingkungan perusahaan. Kejelasan prosedur dapat membantu mencegah terjadinya kesalahpahaman apabila terjadi persoalan di kemudian hari.
Ahmad Thohir menilai klarifikasi dari pihak pengelola menjadi penting agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak menimbulkan berbagai asumsi. Menurutnya, persoalan dapat diselesaikan dengan lebih baik apabila seluruh pihak membuka ruang komunikasi.
Petugas Keamanan Turut Menjadi Sorotan
Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa pada saat kejadian, tidak terdapat petugas keamanan yang berjaga di pos tersebut. Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang perlu diklarifikasi lebih lanjut.
Apabila benar terdapat kondisi demikian, tentu perlu diketahui bagaimana pengaturan jadwal penjagaan dan mekanisme pengamanan yang berlaku pada saat kejadian. Namun, kebenaran informasi tersebut tetap harus dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Awak media juga telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Nama Reza, yang disebut sebagai pihak pendor, serta Sopiansyah, yang disebut sebagai petugas keamanan saat kejadian, turut dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut.
Konfirmasi kepada pihak-pihak terkait menjadi bagian penting dalam pemberitaan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berimbang. Setiap pihak yang disebut atau memiliki keterkaitan dengan suatu peristiwa perlu mendapatkan kesempatan untuk memberikan penjelasan.
Hingga berita ini diterbitkan, persoalan tersebut disebut belum memperoleh penyelesaian yang memuaskan bagi pelapor. Pertemuan yang sebelumnya dijanjikan juga disebut belum menghasilkan titik penyelesaian sebagaimana yang diharapkan.
KWIP Dorong Klarifikasi dari Pengelola
Ketua Kota KWIP Ahmad Thohir meminta PT Nusantara Expres Kilat Lampung selaku pihak yang disebut mengelola gudang memberikan penjelasan mengenai sistem pengamanan di lokasi tersebut.
Menurutnya, klarifikasi dari perusahaan diperlukan untuk mengetahui bagaimana prosedur pengamanan kendaraan pekerja diterapkan. Hal tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi apabila ditemukan adanya kekurangan dalam sistem pengawasan.
“Perusahaan tentu mempunyai hak untuk memberikan klarifikasi. Justru kami mendorong agar persoalan ini dijelaskan secara terang, termasuk bagaimana prosedur parkir, pengawasan CCTV, keberadaan petugas keamanan, serta langkah perusahaan setelah mengetahui adanya kendaraan pekerja yang hilang,” ujar Ahmad Thohir.
Ia menilai perusahaan perlu mendapatkan ruang untuk menjelaskan kondisi sebenarnya. Dengan demikian, pemberitaan mengenai persoalan tersebut tidak hanya berdasarkan keterangan dari satu pihak, tetapi juga mempertimbangkan penjelasan dari pihak pengelola.
Menurutnya, penyelesaian persoalan tidak harus selalu dilakukan melalui perdebatan di ruang publik. Komunikasi langsung antara pelapor dan pihak perusahaan juga dapat menjadi salah satu langkah untuk mencari solusi, tanpa mengabaikan proses hukum yang sedang berjalan.
Proses Hukum Tetap Harus Dihormati
Ahmad Thohir menegaskan bahwa dugaan pencurian tersebut tetap menjadi kewenangan kepolisian untuk diproses. Laporan yang telah dibuat menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk melakukan langkah-langkah sesuai ketentuan.
Penentuan apakah suatu peristiwa memenuhi unsur tindak pidana, siapa pihak yang terlibat, serta siapa yang harus bertanggung jawab merupakan kewenangan aparat penegak hukum dan pengadilan.
Karena itu, seluruh pihak diminta menghormati proses hukum. Tidak boleh ada tindakan yang mengarah pada penghakiman sepihak terhadap seseorang maupun badan usaha hanya berdasarkan informasi yang belum mendapatkan kepastian hukum.
Prinsip tersebut juga penting dalam pemberitaan. Media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara berimbang dan tidak membuat kesimpulan yang dapat merugikan pihak tertentu sebelum proses hukum selesai.
Ahmad Thohir juga menegaskan bahwa perhatian KWIP terhadap persoalan tersebut bukan untuk menghakimi pihak tertentu. Menurutnya, yang ingin didorong adalah adanya kejelasan mengenai persoalan keamanan pekerja dan penyelesaian terhadap laporan dugaan kehilangan kendaraan.
“Yang paling penting adalah transparansi. Pekerja harus merasa aman ketika berada di lingkungan kerjanya, sementara perusahaan juga harus diberikan ruang untuk menjelaskan kondisi sebenarnya. Jangan sampai persoalan ini menjadi bola liar,” tegasnya.
Keamanan Pekerja Menjadi Hal Penting
Persoalan tersebut juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap keamanan pekerja di lingkungan perusahaan. Pekerja tidak hanya membutuhkan lingkungan kerja yang mendukung aktivitas pekerjaan, tetapi juga rasa aman ketika berada di lokasi kerja.
Area parkir menjadi salah satu fasilitas yang perlu mendapatkan perhatian, terutama apabila digunakan oleh banyak pekerja dalam waktu bersamaan. Sistem keamanan yang jelas dapat membantu memberikan perlindungan terhadap kendaraan maupun barang milik pekerja.
Perusahaan juga dapat melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek keamanan apabila terdapat laporan kehilangan. Evaluasi tersebut dapat mencakup pemeriksaan rekaman CCTV, pengecekan akses keluar-masuk kendaraan, pemeriksaan jadwal petugas keamanan, serta langkah-langkah lain sesuai prosedur internal.
Namun, langkah evaluasi tersebut tentunya harus dilakukan sesuai aturan dan tidak mengganggu proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.
Pentingnya Komunikasi dan Penyelesaian Secara Terbuka
Ahmad Thohir berharap persoalan tersebut dapat segera mendapatkan titik terang. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pekerja, perusahaan, penyedia jasa keamanan, dan pihak kepolisian diperlukan agar persoalan tidak semakin melebar.
Apabila terdapat kekurangan dalam sistem keamanan, hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan. Sebaliknya, apabila berdasarkan pemeriksaan ditemukan fakta lain, maka informasi tersebut juga harus disampaikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Transparansi menjadi penting karena menyangkut kepercayaan pekerja terhadap lingkungan kerja. Pekerja tentu berharap barang pribadi yang ditinggalkan di area yang disediakan perusahaan dapat mendapatkan pengamanan sesuai prosedur yang berlaku.
Namun, pekerja juga perlu memahami bahwa keberadaan area parkir tidak selalu berarti perusahaan secara otomatis bertanggung jawab atas seluruh barang pribadi apabila tidak ada ketentuan atau perjanjian yang mengatur hal tersebut. Karena itu, penentuan tanggung jawab harus melihat fakta dan ketentuan yang berlaku.
Ruang Klarifikasi dan Hak Jawab Tetap Terbuka
Pemberitaan mengenai dugaan hilangnya sepeda motor tersebut tetap memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada PT Nusantara Expres Kilat Lampung, pengelola Gudang Shopee, penyedia jasa keamanan, petugas keamanan yang disebut dalam pemberitaan, maupun pihak kepolisian untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.
Ruang klarifikasi tersebut penting sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. Setiap pihak yang berkaitan dengan suatu persoalan memiliki hak untuk menyampaikan informasi dari sudut pandangnya.
Dengan adanya klarifikasi, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan tersebut. Informasi yang berkembang juga diharapkan tidak menimbulkan kesimpulan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan seseorang maupun suatu badan usaha sebagai pelaku tindak pidana. Dugaan pencurian masih merupakan perkara yang diproses melalui mekanisme hukum dan belum terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Menunggu Perkembangan Penanganan Laporan
Dengan telah dibuatnya laporan polisi, masyarakat dan pihak pelapor kini menunggu perkembangan penanganan perkara tersebut. Proses hukum diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai rangkaian peristiwa hilangnya sepeda motor dan barang-barang yang disebut berada di dalam kendaraan.
Di sisi lain, pihak pengelola gudang diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai prosedur keamanan yang berlaku di lokasi kejadian. Penjelasan tersebut penting bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi pelapor, tetapi juga sebagai evaluasi terhadap sistem keamanan bagi pekerja lainnya.
Ketua Kota KWIP Ahmad Thohir berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan tugasnya. Ia juga berharap penyelesaian dapat dilakukan dengan mengedepankan transparansi, komunikasi, serta penghormatan terhadap proses hukum.
Kasus dugaan hilangnya sepeda motor pekerja di area Gudang Shopee tersebut pada akhirnya menjadi perhatian terhadap pentingnya sistem keamanan di lingkungan kerja. Terlepas dari bagaimana hasil penyelidikan nantinya, setiap persoalan keamanan perlu dijadikan bahan evaluasi agar kejadian serupa dapat dicegah.
Bagi pekerja, rasa aman di tempat kerja merupakan hal penting. Bagi perusahaan, keamanan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang tertib dan kondusif. Sementara bagi aparat penegak hukum, proses penyelidikan menjadi jalan untuk mengungkap fakta berdasarkan bukti dan keterangan yang tersedia.
Karena itu, semua pihak diharapkan dapat menunggu hasil proses hukum dan tidak membuat kesimpulan sebelum adanya kepastian. Transparansi dari perusahaan, keterbukaan dari pelapor, serta profesionalisme aparat penegak hukum diharapkan dapat membawa persoalan tersebut menuju penyelesaian yang jelas dan adil.
Dengan demikian, perhatian terhadap dugaan kehilangan kendaraan tersebut tidak hanya berakhir pada persoalan satu unit sepeda motor, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat sistem keamanan, meningkatkan komunikasi antara pekerja dan pengelola, serta memastikan setiap laporan mendapatkan penanganan sesuai ketentuan hukum.
Pendapat: Ahmad Thohir
Ketua Kota KWIP (Komite Wartawan Indonesia Perjuangan)
(Red)

Posting Komentar untuk "Ketua Kota KWIP Ahmad Thohir Soroti Dugaan Motor Pekerja Hilang di Depan Pos Satpam Gudang PT Nusantara Expres Kilat Lampung"